Rabu, 16 Maret 2011

Pameran Mobil Mewah di TK Senayan......

Gedung Rakyat atau Showroom Mobil Mewah
Ahmad Dani
Selasa, 8 Maret 2011 - 11:06 wib

Ada yang salah dengan psikologi para pejabat di negeri ini. Ketika masyarakat masih morat-marit untuk menutupi persoalan ekonomi di keluarga, mereka yang katanya wakil rakyat justru memamerkan keunggulan materi. Gedung wakil rakyat pun tak ubahnya showroom mobil-mobil berkelas. Duh miris...

Mobil berkelas mulai dari sedan hingga jeep mewah seharga setengah miliar rupiah ke atas kini banyak mejeng di lahan parkir para anggota dewan. Tanpa rasa bersalah apalagi empati, mereka bak pengusaha kakap yang naik turun mobil mewah di halaman gedung rakyat.

Meski berdalih mobil yang dibeli dari uang yang halal, tapi tak elok rasanya di saat masyarakat harus mikir berpuluh kali bagaimana mengatasi kenaikan harga jika BBM jadi dinaikkan, mereka yang --sekali lagi-- katanya wakil rakyat seolah jauh menaruh empati. 

Rasanya tidak salah jika anggota dewan tak menggunakan kendaraan super mewahnya itu sebagai tanda empati kepada konstituen yang telah diwakilinya. Ketua MUI, Amidhan pun sudah menganjurkan agar anggota dewan tak berlebih-lebihan. 

Bahkan, psikolog, Universitas Indonesia, Teddy Hidayat mengatakan, perilaku anggota dewan yang seperti itu menunjukkan karakter yang tidak percaya diri.

Kata Teddy, guna menutupi ketidakpedean itu, para anggota dewan menunjukkan diri agar terlihat hebat dengan cara menunjukkan kemewahan. Duh gawat jika wakil kita di Senayan, ternyata sekumpulan orang-orang tidak pede.

Makanya tak heran jika banyak amanat yang sudah diserahkan kepada anggota dewan justru disalahgunakan. Buktinya, ya mobil mewah ini, sudah tahu gedung wakil rakyat kok diubah jadi showroom mobil mewah...


Karyo Said : Guru Bangsa udah pernah bilang, mudah2an ga abadi.... (Anggota Dewan Yang Terhormat tak ubahnya Taman Kanak2) sekarang lagi gemar maen mobil2an.... hhee....
Knapa Penghuni Senayan enggan utk naik kelas sensifitas n Moralnya y??

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar