Rabu, 30 Maret 2011

FIFA ambil alih (sementara) PSSI


Jakarta - Seorang kolumnis sepak bola asal Australia, Jesse Fink, menyarankan agar Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) segera mengatasi masalah dalam sepak bola Indonesia yang tengah sakit. Ia berharap agar FIFA segera melakukan pertemuan untuk mengambil alih PSSI dan menunjuk adiminstrator khusus untuk mengembalikan ketertiban di dalam tubuh badan sepak bola Indonesia itu.

Saran Fink itu diungkapkan dalam tulisannya di laman ESPNSTAR.com dengan judul "Fifa Harus Menyelamatkan Sepak Bola Indonesia". Fink memang merupakan kolumnis tetap di media ini, khusus bidang olahraga. Selain itu ia juga menulis buka sepak bola, termasuk yang berjudul "15 Days in June: How Australia Became a Football Nation".

Fink dalam tulisannya tampak cukup paham dengan kondisi terkini yang meliputi PSSI, termasuk kisruh yang terjadi pada kongres PSSI di Riau akhir minggu lalu. Ia juga menyebut soal putusan Menteri Pemuda dan Olahraga yang sudah memutuskan untuk menghentikan dana pada PSSI. 

Dalam situasi normal, kata Fink, bila terjadi situasi seperti di Indonesia --muncul kompetisi ilegal dan terjadi ikut campur dari pihak pemerintah terhadap masalah sepak bola-- FIFA biasanya langsung memberikan hukuman berupa pembekuan hingga pihak yang bersengketa menyelesaikan masalahnya.

"Tapi Indonesia harusnya tak dikeluarkan oleh FIFA," tulis Fink. "Negara ini terlalu penting dalam peta sepak bola dan suporternya sangat tak layak mendapat hukuman akibat kegagalan para pemimpin sepak bolanya."

Karena itulah ia lebih setuju FIFA mengambilalih PSSI dan menunjuk administrator untuk menyelesaikan permasalah internal organisasi itu. "Itu mungkin akan memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, tapi pertaruhannya tinggi dan sepak bola di negeri yang menakjubkan tapi bergejolak itu layak dijaga."

Fink merasa ironis dengan sarannya sendiri karena dalam pandangannya FIFA sendiri adalah organisasi yang penuh cacat. "Tapi, bila FIFA bisa menyelamatkan sepak bola Indonesia, itu mungkin akan memperbaiki citranya sendiri," tulisnya. "Dan itu akan jadi kemenangan bagi sepak bola Indonesia dan kemenangan bagi permainan dunia ini."


Usulannya sangat masuk akal, pihak-pihak yang terlibat dalam kisruh PSSI tak ada yang netral. Baik itu dari Pemerintah, KPPN dan tentu saja pengurus PSSI sekarang, semua memperjuangkan kepentingannya sendiri ketimbang kepentingan sepakbola Indonesia. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar