Rabu, 30 Maret 2011

Departemen Perhubungan: Bangun Jalan Layang Khusus Busway Untuk Atasi Kemacetan


Rencana Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan untuk membangun jalan layang untuk busway, disambut positif Pemprov DKI Jakarta.

Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, mengusulkan agar jalan layang untuk busway tersebut bisa terealisasi, maka diusulkan untuk memanfaatkan bekas tiang-tiang monorel yang kini terbelengkalai dan tidak digunakan.

"Kami mengusulkan, untuk jalurnya bisa memanfaatkan bekas tiang monorel di beberapa kawasan yang ada di Jakarta," ujar Kepala Dishub DKI Jakarta, Udar Pristono, Selasa, (8/3/2011).

Udar Pristono sangat mendukung rencana tersebut, jika melihat volume kendaraan yang sudah semakin meningkat sementara kapasitas infrastruktur jalan minim, yang akhirnya membuat kemacetan parah terjadi. Terlebih dengan semakin sulitnya jalur busway yang disterilkan dan mengambil sisi-sisi jalan yang sudah ada.

"Dengan jalur tersendiri dan tidak membaur dengan kendaraan yang lainnya ini, diharapkan agar mengurangi beban jalan yang kian waktu semakin padat," lanjutnya.

Seperti yang diketahui, Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat, mengembangkan ide pembuatan jalur layang busway. Untuk langkah awal, direncanakan berada di jalan raya Bogor, jalan raya Bekasi, jalan raya Ciputat, dan Daan Mogot.

Pembangunan ini dilakukan setelah koridor 11 dan 12 diioperasikan tahun 2012 nanti. Sementara untuk pendanaan, akan bersumber dari APBN. Hingga kini, beberapa terobosan tengah dilakukan guna mengatasi kemacetan di Jakarta. Salah satunya adalah penerapan Electronic Road Pricing (ERP) yang hingga kini belum ada kejelasan karena belum terbitnya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terutama terkait tarif yang akan dikenakan pada ERP tersebut.





Usulan baru pembangunan jalan layang di jakarta, kali ini dari pemerintah pusat dengan sumber pendanaan APBN untuk jalan layang khusus busway. Terlepas dari usulannya seperti apa, ane cuman berharap pemerintah sudah memikirkan baik2 sinergi dan kesinambungan berbagai solusi yang akan diterapkan sehingga kebutuhan pengguna atas moda transportasi yang memadai bisa terpenuhi secara merata 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar