Rabu, 30 Maret 2011

Kondisi PDS HB Jassin Saat Ini


Kondisi PDS HB Jassin Saat Ini

Pintu masuk PDS HB Jassin

Hari Selasa tanggal 29 Maret 2011, saya bersama Ikhsan Dwitama Putra datang ke Perpustakaan PDS HB Jassin yang terletak di Taman Ismail Marzuki sebagai perwakilan dari komunitas Slims Jakarta untuk relawan Koin Sastra yang sedang merencanakan untuk membenahi PDS HB Jassin.

Setelah rapat pertama pembenahan PDS HB Jassin, kami berdua beruntung karena diberi waktu khusus untuk melihat-lihat isi koleksi dari PDS HB Jassin. Pada penasaran kan seperti apa PDS HB jassin kondisinya saat ini? Kebetulan kami diizinkan untuk mengambil gambar oleh pengelola PDS HB Jassin.

Ternyata PDS HB Jassin kondisinya sangat parah. Lebih mirip gudang buku dibandingkan dengan tempat arsip atau perpustakaan. Tempat ruang bacanya sih lumayan, masih acceptable lah (bener nggak sih nulisnya?). Sebelumnya saya juga mohon maaf kalau kualitas gambarnya kurang bagus, karena saya memfotonya menggunakan kamera HP Sony ericsson K618i buatan tahun 2007, maklum cuma 2 megapixel tanpa autofokus (loh kok jadi ngomongin kamera?), ya nggak papa toh siapa tahu abis ini ada yang mau nyumbang SLR buat ilmuperpus.wordpress.com. hehehe

Daripada kelamaan basa-basinya, mending langsung cekidot!


kondisi

Suasana ruang baca PDS HB Jassin



Ruang baca majalah ilmiah yang relatif masih baru



Rak khusus koleksi buku sastra yang relatif baru




Hall of fame-nya PDS HB Jassin (maaf ya buat mbak2 yang nggak sengaja ikut terfoto )



Hiasan yang terdapat di PDS HB Jassin, Disitu terdapat tulisan arab pada dinding langit, dan sebuah bola dunia yang diduduki oleh Al-Qur’an. Saya belum begitu paham apa maksudnya. Tapi menandakan bahwa Bapak HB Jassin adalah sastrawan yang religius



Katalog manual PDS HB Jassin, diatas katalog terdapat cinderamata kunjungan dari berbagai instansi dan perguruan tinggi


Oke, foto-foto diatas tadi menunjukan ruang baca PDS HB Jassin, kalau melihat ruangan tadi sepertinya masih kelihatan tentram damai sentosa bukan? nah sekarang, mari kita lihat bagian ruangan koleksinya.


Saat pertama kali masuk ke ruang koleksi, semua terlihat baik-baik saja. Kita akan melihat bapak petugas sedang melakukan pekerjaannya terhadap sebuah mesin fotokopi



Lorong perpustakaan HB Jasiin. Rapi ya? itu baru permulaan



Munduran dikit, udah mulai keliatan nggak rapi



Lihat atasnya gan, itu buku yang seharusnya masuk rak tapi tidak kebagian tempat. Malahan terlihat seperti mau diloakin



Ini salah satu sudut rak koleksi PDS HB Jassin, Dus bertumpuk itu bukan berisi minyak goreng atau sembako, isinya buku sastra tahun 1970-an



Makin parah, ini kumpulan koran dari tahun 1960-an gan, isinya benar-benar warisan yang tidak ternila



Salah satu sudut yang berisi koran terbitan tahun 1960-1970



Tergeletak, seperti tidak memiliki nilai sejarah



Ditumpuk, persis sekali seperti barang bekas yang siap dibuang



PDS HB Jassin memiliki microfisch reader yang sudah tidak bisa digunakan lagi. Dulu pernah mengadakan digitalisasi koleksi dalam format mikroform oleh ANRI. Namun karena kurangnya dana untuk merawat mikrofilm, mikrofilmnya sudah lengket dan menempel antar film lainnya sehingga tidak dapat digunakan lagi



Salah satu rak naskah sastra dan tumpukan koran tempo doeloe di PDS HB Jassin



Salah satu sudut dari tumpukan koleksi PDS HB Jassin


Salah satu koleksi yang dimiliki HB Jassin


Koran terbitan tahun 1970 yang menjadi salah satu koleksi PDS HB Jassin (lihat headlinenya)



Koran Sinar Harapan Tahun 1970




Salah satu naskah sastra ciptaan Taufik Ismail, Priceless nih gan!



Salah satu buku sastra yang sangat langka di Indonesia




Nah, kurang lebih seperti itulah kondisi ruangan koleks PDS HB Jassin. Silahkan kalian nilai sendiri. Menurut saya yang paling penting adalah penyelamatan naskah dengan cara pengolahan dan penyimpanan koleksi dengan baik dan benar. Saya berpendapat bahwa ruang untuk koleksi PDS HB jassin wajib kudu harus diperbesar atau ditambah ruangannya agar semua koleksi dapat tertata rapi di rak yang layak. Saat ini jumlah koleksi jauh lebih besar dibanding kesediaan ruangan. Nanti lebih lengkapnya saya akan ulas dalam satu artikel mengenai strategi penyelamatan HB Jassin menurut pandangan saya. (Capek juga euy masukin foto satu-satu ke artikel ini  )

Nah buat pembaca yang budiman, sedikit saran saya jika ingin berkunjung ke ruang koleksi PDS HB Jassin, Gunakan jaket, celana panjang, masker dan sarung tangan karet, juga dianjurkan untuk minum susu sebelum masuk keruangan koleksi untuk memperkuat daya tahan tubuh (standar petugas pemeliharaan arsip). Karena bakteri, virus dan makhluk renik lainnya sangat banyak bersemayam di tempat-tempat arsip seperti ini. kalau kita biasa kuat menghadapi polusi udara, belum tentu kuat menghadapi debu dan bakteri. Safety first guys!



Nah, sudah lihat kan kondisinya? Mari kita selamatkan PDS HB Jassin yuk
semoga bisa jadi HT, soalnya sepertinya masalah PD HB Jassin ini sangat minim dibicarakan disini. Padahal isinya merupakan warisan dari perjalanan sejarah bangsa yang tidak bisa dibeli oleh uang.

Terima kasih gan, 

shortlink sumber http://kon.tl/1121

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar