Rabu, 30 Maret 2011

Keterampilan' Selly Bisa Dimanfaatkan untuk Intelijen


Jakarta - Psikolog akan digandeng polisi untuk mengungkap motif penipuan yang dilakukan Selly Yustiawati. Apakah Selly menikmati aksinya sehingga dia memiliki kecenderungan psikopatik? Ini tidak mudah disembuhkan. 'Kelihaiannya' bisa dimanfaatkan untuk bidang pekerjaan lain, misalnya intelijen.

"Seperti halnya orang yang mencuri, ada juga yang menikmati tindakan mencurinya. Demikian pula dengan orang yang menipu. Yang menikmati itu ada masalah di kepribadian, ada kecenderungan psikopatik," kata ujar psikolog sosial dari Universitas Indonesia, Bagus Takwin, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (29/3/2011).

Penipu yang memiliki kecenderungan psikopatik mempunyai norma sendiri yang bertentangan dengan norma sosial. "Kalau sudah menjalankan aksinya, tidak akan peduli tindakannya bertentangan dengan norma sosial," imbuh Bagus.

Dia menambahkan, penipu dengan kecenderungan psikopatik harus mendapatkan penanganan dari sisi psikologi. Gangguan ini umumnya tidak bisa dihilangkan, karenanya biasanya diarahkan ke bidang kerja yang sesuai.

"Agar hal itu justru bermanfaat bagi orang banyak. Misalnya saja jadi intel, untuk keperluan intelijen," tambah Bagus.

Bagus juga membeberkan orang-orang yang masuk dalam kategori rentan menjadi korban penipuan antara lain adalah orang yang kecewa dan orang-orang yang menjelang pensiun. "Penipu pasti mencari orang-orang yang gampang ditipu. Dia pasti akan mencari aman. Orang yang rentan pada penipuan adalah orang-orang yang kecewa dan orang yang menjelang pensiun," ujar Bagus.

Bagus menuturkan, seorang yang kecewa, kondisi psikologisnya bisa dimainkan oleh penipu. Setelah mendapat kepercayaan dari korban, penipu akan mudah beraksi. Sedangkan orang yang menjelang pensiun, biasanya merasa terancam karena akan kehilangan kekuasaan dan jabatan dari pekerjaannya. Karena itu dia membutuhkan pegangan lain.

"Ketika ada yang menjanjikan bisnis atau apa dengan untung mendapat uang banyak atau keuntungan besar, bisa ikut saja," tambahnya.

Seorang penipu yang sudah sering melakukan aksinya, lama-lama akan peka pada tipe-tipe orang yang gampang menjadi mangsa. Penipu dengan tujuan mendapatkan keuntungan ekonomi tentunya menggemari mangsa yang berduit. Jika tahu mangsanya tidak punya cukup uang, si penipu akan segera berpindah.

"Terkadang ada juga penipu yang suka tantangan. Kalau korbannya masih susah ditaklukkan maka dia semakin tertantang. Ini adalah penipu yang menikmati pekerjaannya menipu orang lain," terang Bagus.

Berpikir Logis

Untuk menghindarkan diri jadi korban penipuan, Bagus mengimbau agar masyarakat berpikir logis. Selain itu jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal.

"Seperti apa pun kondisi kita, berusahalah selalu untuk berpikir logis dan kritis. Sehingga tidak menelan mentah-mentah apa yang disampaikan penipu. Jangan tergiur mendapatkan hal yang bagus dalam waktu singkat, karena umumnya itu mengandung penipuan," tuturnya.

Salah satu penipu yang belum lama ditangkap polisi adalah Selly Yustiawati. Selly disebut-sebut sebagai penipu ulung berparas cantik yang mencari korban di situs jejaring sosial Facebook. Sebelumnya Selly bahkan keluar masuk kerja di perusahaan untuk menipu karyawan.

Selly ditangkap di Hotel Amaris Kuta, Denpasar, Bali, Sabtu (26/3) lalu. Sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor resmi menetapkan Selly masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada tanggal 4 Maret 2010 silam. Karena tuduhan itu, Selly terancam hukuman tujuh tahun penjara. Polisi juga akan melibatkan psikolog untuk membedah kepribadian Selly Yustiawati.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar