Rabu, 30 Maret 2011

Guru SD dari Jogja Menuju Washington D.C (Membawa nama Indonesia gan)


Ari Budiyanto, seorang guru dari SD Muhammadiyah Jogja, terpilih mewakili Indonesia di ajang World Wide Innovative Education Forum (WWIF) November mendatang. Ini adalah ajang unjuk gigi dalam hal pemanfaatan TIK dalam kegiatan belajar mengajar.

[
Saat penghargaan di Amplaz

"Saya membuat e-Learning Management Systems, ini semacam web server yang menampung database karya anak-anak yang bisa di-digitalkan, jadi semacam majalah digital," kata Ari kepada detikINET, Kamis (24/3/2011).

Menariknya, setiap siswa memiliki satu akun. Nah, selanjutnya, siswa bisa saling melihat, menilai dan menikmati karya yang dimasukkan ke dalam sistem ini.
Tak hanya siswa saja yang bisa berkreasi. Para pengajar di SD Muhammadiyah Jogja, tempat Ari mengajar, bisa memposting lesson plan. Bukan berupa dokumen biasa, lesson plan yang diposting ada juga yang berupa animasi, film dan game. Nantinya, lesson plan ini bisa digunakan untuk bahan pengajaran guru lain dan dikembangkan lagi.

e-Learning Management Systems ini sebelumnya sudah berhasil mencuri perhatian di ajang Regional Innovative Education Forum (RIEF) tingkat Asia Pasifik. Untuk ajang WWIF November mendatang, Ari yang tercatat mengikuti program Partnership In Learning Microsoft Indonesia ini sedang mengembangkan sistemnya agar lebih menarik.

"Salah satu pengembangannya, diupayakan agar sistem ini bisa digunakan untuk lingkup yang lebih luas, bisa diakses antar sekolah. Saat ini sudah dihubungkan ke dua sekolah, sehingga kita bisa saling berbagi dengan sekolah itu," terang Ari.

Disebutkan Ari, sejauh ini sistem yang dikembangkannya cukup efektif mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolahnya. Para guru bisa lebih mudah melihat bahan pengajaran dan mengembangkannya, sedangkan anak-anak terlihat lebih semangat belajar.

"Anak-anak suka dengan adanya sistem ini. Sangat baik, jadi memancing kreativitas mereka dan kegiatan belajar lebih aktif dan tidak membosankan," tambahnya. sumber


Berita Sebelummnya


Sekitar 200 pengajar dari 14 negara hadir dalam Regional Innovative Education Forum (RIEF) Asia Pacific. Lima di antaranya adalah guru asal Indonesia. Bagaimana mereka bisa sampai di sana?


RIEF adalah ajang tahunan yang mempertemukan guru-guru se-Asia Pasifik yang dinilai inovatif dalam memanfaatkan TIK dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk tahun ini, RIEF dihelat di Phuket, Thailand pada 7 - 10 Maret 2011. 

Microsoft, dalam hal ini membantu memfasilitasi kelima guru yang mewakili Indonesia tersebut melalui program Partnership In Learning.

"Para guru yang ikut di ajang RIEF adalah peserta program Partnership In Learning yang dijalankan Microsoft sejak 2005," kata Academic Program Manager Microsoft Indonesia, Ananta Gondomono, Kamis (24/3/2011).

Bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Indonesia dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidik (LPMP), Microsoft menjaring guru-guru inovatif dari seluruh Indonesia untuk diikutkan dalam program Partnership In Learning.

"Microsoft menyediakan modul, kurikulum, bermacam tools dan sertifikat
keikutsertaan. Mereka yang berkompeten lantas kami sertakan di ajang RIEF," terang Ananta yang mendampingi kelima guru tersebut. 

Disebutkannya, program ini setidaknya mendorong pemanfaatan TIK dalam proses pengajaran dan pembelajaran dan bisa mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan di kota besar dengan di pedalaman.

Kelima guru yang mengikuti RIEF itu di antaranya Ari Budiyanto dari SD Muhammadiyah Jogja, Siti Maftukah dari SDN Ngabean Jogja, Muhammad Zulham dari SMPN 1 Sedayu Jogja, Rima Artha Manurung dari SMAN 61 Jakarta dan Anastasia dari SMAK 1 Penabur Jakarta. Sumber


berikut foto saat di Thailand gan

award
Semua peserta gan



Saat pak ari menjelaskan Majalah digitalnya

Peserta dari negara lain gan


ni pas penyelenggaraan awarnya gan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar