Kamis, 31 Maret 2011

Gerindra Terpecah Soal Gedung Baru DPR

SUMBER:


INILAH.COM, Jakarta - Partai Gerindra tetap konsisten menolak rencana pembangunan gedung baru DPR. Namun di sisi lain, politikus Partai Gerindra Pius Lustrilanang sebagai Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) justru mendukung.

Sikap kukuh Pius Lustrilanang terkait rencana pembangunan gedung DPR akhirnya menelan getahnya. Dia akhirnya ditarik oleh fraksinya dari pimpinan sekaligus keanggotaan BURT.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menyebutkan penarikan Pius Lustrilanang dari posisinya sebagai Wakil Ketua BURT merupakan hasil instruksi Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Saya bicara kemarin (Selasa) dengan Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto memerintahkan untuk menarik Pius dari BURT," katanya kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (30/3/2011).

Penarikan Pius dari BURT, menurut Fadli karena dari serangkaian pernyataannya tentang gedung baru DPR tidak sejalan dengan sikap Partai Gerindra dan Fraksi Gerindra di DPR. "Pius menjalankan satu usaha yang berbeda dengan suara partai. Ini hal yang jelas tidak bisa diterima," tegasnya.

Dalam waktu dekat, menurut Fadli, surat penarikan Pius dari posisi Wakil Ketua BURT akan segera dikirim. Dia juga belum menyebutkan siapa pengganti Pius di BURT. "Belum," ucapnya singkat.

Sementara terpisah, Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Edhy Prabowo membenarkan keputusan fraksinya menarik Pius Lustrilanang dari posisinya sebagai Wakil Ketua BURT. "Keputusannya sudah satu-dua minggu lalu. Saat ini tinggal menunggu teken dari Ketua Fraksi, beliau masih sakit," katanya.

Dia mengaku, terkait dengan gedung baru, Pius Lustrilanang sebagai Wakil Ketua BURT dan Ketua Panja Gedung Baru sama sekali tidak melaporkan kepada pimpinan fraksi. "Sama sekali tidak ada laporan formal. Hanya laporan informal ke beberapa orang saja," ungkapnya.

Edhy menyebutkan, penarikan Pius dari posisi Wakil Ketua BURT untuk mengamankan posisinya. Dia membantah, penarikan Pius karena ada kesalahan yang dilakukannya. "Penarikan ini bukan karena kesalahan," tepisnya.

Dia menyebutkan, jika melihat kinerja Pius di BURT secara keseluruhan tidak ada masalah. Justru Pius, menurut Edhy memiliki kinerja yang cakap. "Dia paling rajin di BURT," katanya.

Sementara, Pius Lustrilanang mengaku dalam kapasitasnya sebagai pimpinan BURT, dirinya hanya menjalankan keputusan DPR sebagai kelembagaan. "Yang menyuarakan keputusan partai ya lewat fraksi," ujarnya.

Sumber INILAH.COM di internal DPP Partai Gerindra menginformasikan, desakan agar Pius Lustrilanang ditarik dari BURT sebenarnya telah muncul sejak lama, sejak fraksi Partai Gerindra menolak pembangunan gedung baru DPR.

Bahkan, akibat posisi Pius dan sikapnya terkait pembangunan gedung baru DPR terjadi ketegangan di internal Partai Gerindra. "Edhy Prabowo dan Pius sempat bersitegang. Namun sudah didamaikan oleh Ketua Dewan Pembina Pak Prabowo," ungkap sumber tersebut.

Posisi Pius memang cukup sentral dalam pembangunan gedung baru DPR. Di samping Wakil Ketua BURT, Pius juga menjadi Ketua Panja Pembangunan Gedung Baru DPR. Posisi inilah yang nenjepit dirinya hingga terlempar dari posisi sebagai pimpinan BURT. [mdr]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar