Minggu, 20 Maret 2011

IBU Meninggal karena Shok, Anak Meninggal ''Dibina'' TNI


TRIBUNNEWS.COM, ATAMBUA - Rasa menyesal dan bersalah yang tak tertanggungkan membuat Ny. Modesta Dau, ibunda almarhum Charles Mali, shok dan akhirnya meninggal dunia di RSUD Atambua, Senin (15/3/2011).

Ny. Modesta Dau merasa menyesal dan bersalah karena telah menyerahkan anaknya, Charles Mali dan Heri Mali untuk dibina di Mayonif 744/SYB, namun Charles kembali sudah jadi mayat. Charles dan Heri bersama empat pemuda Fatubenao lainnya, dicari oleh aparat Yonif 744/SYB, karena mereka mabuk, memalak dan mengancam anggota TNI dari Yonif 744.

Ibunda Modesta membawa kedua anaknya itu, Charles dan Heri, ke markas Yonif 744 dalam kondisi sehat, Minggu (13/3/2011) pagi. Namun siang harinya, Charles meninggal dunia dengan tubuh lebam penuh luka bekas penganiayaan. Sementara Heri juga babak belur sampai kencing darah.

Wakil keluarga korban, Andreas Bere mengatakan itu saat ditemui Pos Kupang di rumah duka, Selasa (15/3/2011).

Menurut Andreas, meninggalnya almarhumah akibat syok. Sebab pada hari Minggu (13/3/2011), Modesta ditemani Del Mali, anaknya, mengantar Charles Mali dan Heri Mali ke Markas Yonif 744/SYB. Ibu dan tiga orang putranya itu menuju Mayonif sekitar sekitar pukul 07.00 Wita. Ada jaminan dari pihak Mayonif bahwa dua anaknya itu tidak akan dianiaya, tetapi dibina secara baik-baik.

Usai menyerahkan kedua anaknya itu, Modesta dan anaknya, Del Mali kembali ke Fatubenao untuk selanjutnya pegi mengikuti penguburan salah seorang kerabat mereka yang meninggal dunia.

Saat di rumah duka, tutur Andreas, Modesta mendapat kabar bahwa Charles dan Heri serta empat pemuda Fatubenao lainnya sudah dievakuasi ke Sub Denpom Atambua.

Naluri keibuannya seperti mengatakan bahwa ada yang tidak beres menimpa dua anaknya yang ada di tangan tentara. Maka Modesta pun pergi ke kantor Sub Denpom Atambua untuk melihat keadaan kedua putranya. Saat tiba di sana, Charles tidak terlihat bersama teman- teman lainnya di Sub Denpom. Dia menanyakan keberadaan Charles namun tidak ada jawaban yang diperoleh ibu itu. Hanya wajah sedih dan menunduk yang diperlihatkan Heri Mali dan teman-temannya.

Modesta langsung ambruk. Pingsan. Ada buih dari mulutnya. "Karena ada buih keluar dari mulut maka kami bawa ke rumah saya. Sempat kami berikan susu dan air kelapa muda karena jangan sampai almarhumah minum racun. Namun kondisinya tidak membaik sehingga kami bawa ke RSUD Atambua. Sejak malam itu (Minggu, 13/3/2011) sampai meninggalnya (Selasa 15/3/2011, Red) almarhumah tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya," kata Andreas Bere.

Suami almarhumah, Raimundus Mali tampak tertunduk lesu dan sesekali menatap istrinya yang terbaring kaku di rumah sakit. "Ya, saya pasrah saja. Mau bagaimana lagi? Istri dan anak saya sudah meninggal dunia. Saya hanya bisa berdoa saja," ungkap Mali, di sela-sela menunggu proses visum jenazah istrinya di RSUD Atambua.

Usai divisum, jenazah almarhumah dihantar ratusan pelayat dari rumah sakit menuju rumah duka di Fatubenao, sekitar tiga kilometer. Iring-iringan kendaraan disambut derai air mata warga yang berdiri di sisi kiri dan kanan jalan yang dilalui.

Ketika jenazah almarhumah diturunkan dari mobil ambulans, tangis keluarga dan pelayat pun pecah. Suasana di rumah duka sangat menyayat hati. Jenazah sang ibunda diturunkan dari mobil, diarak menuju rumah, sementara di depan rumah sudah ada jenazah anaknya, Charles.

Sang ibu yang beberapa hari lalu mengantar Charles ke Markas Yonif, kini bagai disambut oleh jenazah Charles di depan rumah. Jenazah Charles dibaringkan di luar rumah karena dia meninggal tidak wajar. Harus ada ritual adat dulu baru jenazah dimasukkan ke dalam peti.

Sementara jenazah ibunda Modesta dibawa masuk urmah dan disemayamkan di ruang tamu.

Sebelum menerima kabar meninggalnya Modesta, keluarga sudah menyiapkan kubur dan menjadwalkan penguburan jenazah Charles, hari ini, Rabu (16/3/2011). Namun karena Modesta juga meninggal dunia, maka keluarga perlu merundingkan kembali penguburan jenazah ibu dan anaknya "yang setia sampai mati" itu.
----------------
Niat tulus sang ibu, agar sang anak ''dibina'' oleh TNI, namun ternyata ''dibinasakan'', shok sang ibu merenggut nyawanya 

Tragis....sungguh tragis.....

Pihak keluarga tidak menuntut kepada ''aparat'', dimanakah rasa keadilan rakyat kecil....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar