Rabu, 09 Maret 2011

Eksotisme Penyu Habitat Indonesia.

Mari Lestarikan Bersama ! Sebelum Kita Merasa Kehilangan !!!


Penyu adalah kura-kura laut. Penyu ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 - 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini.

Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 - 73 hari.

Tubuh penyu terbungkus oleh tempurung keras yang berbentuk pipih serta dilapisi oleh zat tanduk. Tempurung tersebut mempunyai fungsi yang sebagai pelindung alami dari predator. Sedangkan penutup pada bagian dada dan perut disebut dengan plastron. Terdapat sisik infra marginal, yakni sisik yang menghubungkan antara karapas, plastron dan terdapat alat gerak berupa flipper. Flipper pada bagian depan berfungsi sebagai alat dayung dan flipper pada bagian belakang befungsi sebagai alat kemudi. Penyu mempunyai alat pecernaan luar yang keras, untuk mempermudah menghancurkan, memotong dan mengunyah makanan.


Eksotisme Penyu Habitat Indonesia


Penyu-penyu yang ada di Indonesia mempunyai ciri-ciri khusus yang dapat dilihat dari warna tubuh, bentuk karapas, serta jumlah dan posisi sisik pada badan dan kepala penyu. Sampai dengan saat ini, diperkirakan ada 7 jenis penyu yg masih bertahan hidup. dimana 6 diantaranya hidup di perairan Indonesia. Keenam jenis penyu tersebut adalah penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu tempayan (Caretta caretta), penyu pipih (Natator depressus). Sedangkan jenis penyu yang tidak ada diperairan Indonesia adalah penyu kempi (Lepidochelys kempii) penyu ini banyak ditemukan di Laut Atlantik. Dari keenam jenis penyu di Indonesia ada 2 (dua) jenis penyu yang minim informasi pendaratannya di Indonesia atau dengan kata lain dianggap hanya berada di perairan Indonesia yaitu penyu tempayan dan pipih. Penyu pipih sampai dengan saat ini hanya ditemukan bertelur di benua Australia sehingga sering disebut endemik Australia dan penyebaran serta riwayat hidupnya lebih sempit dibandingkan jenis penyu-penyu lainnya.

Hmmm oke langsung aja  Berikut ane paparkan beberapa jenis penyu habitat Indonesia 


Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea)

  • Memiliki kulit cangkang berwarna gelap dengan bintik-bintik putih yang tidak sekeras penyu lain
  • Sirip depannya panjang
  • Ukurannya dapat mencapai hingga 180 cm dan berat 500 kg
  • Merupakan penyu laut terbesar dan salah satu reptil terbesar yang masih hidup.
  • Habitat : Perairan tropis hingga kawasan sub kutub
  • Makanan : ubur-ubur dan cumi-cumi
  • Populasi : Populasi : Dari wilayah utara Alaska hingga kawasan selatan Tanjung Harapan Afrika.
Mendengar nama penyu belimbing jadi teringat buah belimbing. Apa hubungan, yah? Oh, rupanya bentuk badan si penyu ini memang mirip buah belimbing. Makanya, nama penyu itu diambil dari buah yang rasanya sedikit asam. Kalo nama latinnya, nih, Dermochelys coriacea. Penyu belimbing ini adalah salah satu penyu terbesar di dunia.

Penyu belimbing punya hobi yang unik. Keliling dunia dan menjelajahi samudera! Hewan ini memang suka sekali berpindah-pindah tempat jadi agak sulit mengetahui keberadaannya. Untuk itu di tahun 2003, dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui pergerakan si penyu belimbing. Sebuah alat pun dipasangkan pada punggung penyu belimbing. Dengan begitu, peneliti bisa memantau penyu ini lewat satelit.

Hasil dari penelitian itu mengejutkan! Kini, salah satu penyu berada Pantai Barat Amerika Serikat, tepatnya di Monteray Bay, sekitar 25 km dari Golden Bridge, San Fransisco. Ini berarti, penyu belimbing tersebut telah mengarungi Samudera Pasifik dan menempuh jarak sekitar 96.000 km dari habitat asalnya di Papua dalam jangka waktu lebih dari satu tahun! Ck..ck..ck.

Hewan yang beratnya bisa mencapai 600-900 kg selalu punya kehidupan yang berbeda dari penyu lainnya. Saat baru menetas beratnya kurang dari 200 gram dan penyu kecil tersebut langsung berenang ke laut lepas. Ia baru kembali ke daratan setelah berat badannya mencapai sekitar 600 kg, hanya untuk bertelur! Lama banget, kan?

Hanya penyu betina dewasa yang ’mampir’ kedaratan selama sekitar tiga jam dalam setiap masa bertelur untuk meletakkan 60-120 telurnya, lalu kembali ke laut, dan naik lagi ke daratan untuk bertelur 2-3 tahun kemudian.

Biasanya dari 1.000 telur Penyu Belimbing yang menetas, hanya satu hingga lima ekor yang hidup menjadi dewasa hingga puluhan tahun. Sayang banget! Belum lagi jumlah penyu yang berkurang akibat perburuan liar yang suka menangkap penyu untuk diambil daging, cangkang dan telurnya. Lama-lama keberadaan penyu belimbing pun makin sedikit.

Pencemaran laut juga menjadi sebuah masalah besar. Sampah plastik yang dibuang ke laut menjadi makanan penyu belimbing. Itu karena sampah tersebut mirip dengan ubur-ubur kesukaan hewan itu. Sebagai pemangsa utama ubur-ubur, penyu belimbing menjadi pengatur keseimbangan populasi ubur-ubur di alam dan populasi ubur-ubur pun bertambah.

Jika ubur-ubur bertambah banyak bisa menyebabkan penurunan populasi ikan karena ubur-ubur adalah pemangsa utama larva ikan tersebut. Nah, itulah perlunya pelestarian penyu belimbing.

penyu belimbing
Penyu Belimbing sedang menetaskan telur di pantai
Penyu Belimbing kembali kelaut seusai melepaskan telur
Penyu Belimbing menuju ke kedalaman


Penyu Hijau (Chelonia Mydas)
  • Berwarna kuning kehijauan atau coklat hitam gelap
  • Cangkangnya bulat telur bila dilihat dari atas dan kepalanya relatif kecil dan tumpul
  • Ukuran panjang adalah antara 80 hingga 150 cm dan beratnya dapat mencapai 132 kg
  • Habitat : Perairan beriklim sedang dan wilayah tropis
  • Makanan : Lamun atau Algae
  • Populasi : Pesisir Afrika, India, Asia Tenggara, Australia dan Kep.Pasif Sel
  • Bereproduksi setiap 2-4 tahun
Penyu hijau merupakan jenis penyu yang paling sering ditemukan dan hidup di laut tropis. Dapat dikenali dari bentuk kepalanya yang kecil dan paruhnya yang tumpul.

Dinamai penyu hijau bukan karena sisiknya berwarna hijau, tapi warna lemak yang terdapat di bawah sisiknya berwarna hijau. Tubuhnya bisa berwarna abu-abu, kehitam-hitaman atau kecoklat-coklatan. Daging jenis penyu inilah yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia terutama di Bali. Mungkin karena orang memburu dagingnya maka penyu ini kadang-kadang pula disebut penyu daging.

Penyu hijau dewasa hidup di hamparan padang rumput dan ganggang. Berat penyu hijau dapat mencapai 400 kg, namun di Asia Tenggara yang tumbuh paling besar sekitar separuh ukuran ini. Penyu hijau di Barat Daya kepulauan Hawai kadang kala ditemukan mendarat pada waktu siang untuk berjemur panas. Anak-anak penyu hijau (tukik), setelah menetas, akan menghabiskan waktu di pantai untuk mencari makanan. Tukik penyu hijau yang berada di sekitar Teluk California hanya memakan alga merah. Penyu hijau akan kembali ke pantai asal ia dilahirkan untuk bertelur setiap 3 hingga 4 tahun sekali. Ketika penyu hijau masih muda mereka makan berbagai jenis biota laut seperti cacing laut, udang remis, rumput laut juga alga. Ketika tubuhnya mencapai ukuran sekitar 20-30 cm, mereka berubah menjadi herbivora dan makanan utamanya adalah rumput laut.

penyu hijau


Penyu lekang (Lepidochelys olivacea)
  • Ciri fisik : ukuran tubuh 55-80cm, berat 40-60kg, warna kehijauan
  • Habitat : Laut Tropik dalam dan akan kembali ke pantai asal ia menetas untuk betelur
  • Makanan : Ketam, udang, crustacea, mollusca, ikan dan rumput laut
  • Merupakan penyu terkecil
Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Dalam bahasa Inggris, penyu ini dikenal dengan nama olive ridley turtle. Penampilan penyu lekang ini adalah serupa dengan penyu hijau tetapi kepalanya secara komparatif lebih besar dan bentuk karapasnya lebih langsing dan bersudut. Tubuhnya berwarna hijau pudar, mempunyai lima buah atau lebih sisik lateral di sisi sampingnya dan merupakan penyu terkecil di antara semua jenis penyu yang ada saat ini. Seperti halnya penyu tempayan, penyu lekang juga karnivora. Mereka juga memakan kepiting, kerang, udang dan kerang remis.

panjang tempurung / karapas 51 – 75 cm berbentuk kubah, dengan 5 – 9 pasang sisik lateral atau lebih (biasanya 6 – 7 pasang), berwarna abu – abu zaitun. di bagian plastron terdapat lubang dengan perut berwarna kuning. beratnya dapat mencapai antara 33 – 45 kg. telur berjumlah 105 – 170 butir, bergaris tengah 3,2 – 4,8 cm, dan menetas dalam 45 – 65 hari. tukik maupun penyu dewasa pemakan segala (omnivora). ciri – ciri khusus dari penyu ini adalah mempunyai 2 pasang sisik prefrontal di kepala.

penyu lekang


Penyu pipih (Natator depressus) 
  • Ciri fisik : Ukuran tubuh 1000mm, pipih, tepi perisainya agak melengkung ke atas, kaki depan ditutupi sisik besar, keping perisai tipis berlemak
  • Warna abu-abu kehijauan
  • Habitat : Laut Jawa, Nusa Tenggara, Maluku Selatan, Irian bagian di kepala burung
  • Makanan : Jenis teripang, udang dan invertebrata
Penyu Pipih atau dalam bahasa Inggris Flatback Turtle. Dinamai flatback turtle karena sisik marginal sangat rata (flat) dan sedikit melengkung di sisi luarnya. Biasa pula dinamai Australian flatback karena species ini hanya ditemui bertelur di Australia meskipun kadang-kadang dijumpai di perairan Indonesia, meskipun tidak bertelur di sini. Hal ini mungkin saja terjadi karena kedekatan geografis kedua negara. Di awal abad 20, species ini sempat agak ramai diperdebatkan oleh para ahli. Sebagian orang memasukkannya ke dalam genus Chelonia, namun setelah diteliti dengan seksama para ahli sepakat memasukkannya ke dalam genus Natator, satu-satunya yang tersisa hingga saat ini. Jenis ini carnivora sekaligus herbivora. Mereka memakan timun laut, ubur-ubur, kerang-kerangan, udang dan invertebrata lainnya. Penyu Pipih tergolong dalam phylum Chordata, bertulang belakang (subphylum Verterbrata), kelas Reptilia, ordo Testudines, suborder Crypyodira, superfamily Cheloniidae, family Cheloniidae, spesies Natator depressus.

Panjang tempurung Penyu Pipih sekitar 88 – 96 cm, pipih dan halus dengan 4 pasang sisik rusuk yang melengkung ke luar di sisi tubuh. Warna punggung kelabu, perut krem. Berat dapat mencapai antara 70 – 90 kg. Umumnya bertelur di pulau – pulau yang terdapat di antara perairan australia sampai dengan perairan indonesia bagian timur. Telurnya berjumlah antara 22 -76 butir dengan garis tengah antara 4,7 – 5,6 cm, menetas setelah 47 – 58 hari. Penyu pipih selalu memilih kawasan pantai yang gelap, sunyi dan berpasir untuk bertelur.

penyu pipih



Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata)
  • Ciri fisik : Ukuran tubuh 70-90 cm, berat 40-90 kg, paruhnya bengkok, karapaks coklat gelap bertotol-totol.
  • Habitat : Laut tropik dekat terumbu karang
  • Makanan : Sponge dan batu karang lembut
  • Banyak diambil kerapasnya untuk kerajinan
Penyu sisik atau dikenal sebagai hawksbill turtle karena paruhnya tajam dan menyempit/meruncing dengan rahang yang agak besar mirip paruh burung elang. Demikian pula karena sisiknya yang tumpang tindih/over lapping (imbricate) seperti sisik ikan maka orang menamainya penyu sisik. Ciri-ciri umum adalah warna karapasnya bervariasi kuning, hitam dan coklat bersih, plastron berwarna kekuning- kuningan. Terdapat dua pasang sisik prefrontal. Sisiknya (disebutbekko dalam bahasa Jepang) banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri kerajinan tangan terutama di Jepang untuk membuat pin, sisir, bingkai kacamata dll. Sebagian besar bertelur di pulau-pulau terpencil. Penyu sisik selalu memilih kawasan pantai yang gelap, sunyi dan berpasir untuk bertelur. Paruh penyu sisik agak runcing sehingga memungkinkan mampu menjangkau makanan yang berada di celah-celah karang sepertisponge dan anemon. Mereka juga memakan udang dan cumi-cumi.

Penyu Sisik


Penyu tempayan (Caretta caretta)
  • Ciri fisik : Warna pirang dan kemerah2an
  • Karapaks bagian atas luas dan licin
  • Kepala agak besar
  • Habitat : Hampir di seluruh lautan ada
  • Akan kembali ke pantai asal di kawasan beriklim sedang untuk bertelur
Penyu ini dalam bahasa Inggris bernama loggerhead turtle. Warna karapasnya coklat kemerahan, kepalanya yang besar dan paruh yang bertumpuk (overlap) salah satu ciri mengenali penyu tempayan. Disamping itu, terdapat lima buah sisik di kepala bagian depan (prefrontal), umumnya terdapat empat pasang sisikcoastal. Lima buah sisik
vertebral. Plastron berwarna coklat muda sampai kuning. Penyu tempayan termasuk

jenis karnivora yang umumnya memakan kerang-kerangan yang hidup di dasar laut seperti kerang remis, mimi dan invertebrata lain. Penyu tempayan memiliki rahang yang sangat kuat untuk menghancurkan kulit kerang. Penyu tempayan dapat dijumpai hampir di semua lautan di dunia. Hewan ini memiliki panjang 70 cm -210 cm dengan berat 135 kg – 400 kg. Penyu tempayan memiliki kebiasaan akan kembali ke pantai tempat asal ia menetas untuk bertelur. Penyu tempayan mulai bertelur setelah berumur 20 – 30 tahun dan mempunyai masa penetasan telur selama 60 hari.

penyu tempayan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar