Jumat, 08 April 2011

Underwater Hockey Diperkenalkan di Semarang


Kawand News - APA jadinya bila olahraga hockey yang biasa dimainkan di atas es, dipertandingkan di dalam air. Hal itu terjadi di kolam renang Manunggal Jati Semarang, Sabtu (19/3) kemarin. Sekitar 40 orang memainkan underwater hockey (UWH) yang masih dianggap tabu oleh sebagian kalangan masyarakat.

Mereka terbagi menjadi enam tim. Di mana setiap tim minimal terdiri dari enam pemain. Setiap pemain harus bisa bergerak dengan cepat di dalam air dan menggiring puck (bola hockey seberat 1,2 kg) dengan stick (pemukul).

Kegiatan yang berlangsung selama sehari itu adalah usaha pengenalan UWH di Kota Semarang. Jakarta Underwater Hockey Club sebagai pelopor di Indonesia bekerja sama dengan klub selam Ilmu kelautan Undip, Marinde Diving Club (MDC) menggelar acara bertajuk “Underwater Hockey Exebition 2011“.

Underwater hockey atau hoki bawah air merupakan salah satu cabang olahraga air. Olahraga ini diciptakan pada tahun 1954 oleh Alan Blake dari Southsea Sub-Aqua Club dan pertama kali dimainkan di Kolam Renang Eastney, Portsmouth, Inggris.

UWH sering juga disebut Octopush. Dalam olahraga ini, dua tim bersaing untuk manuver puck (bola hocky seberat 1,2 kg) di bagian bawah kolam renang dan mencetak gol. Untuk bermain, pemain melakukan duck dive kemudian menggiring puck menuju gawang lawan.

Olahraga ini gabungan dari skin diving dan permainan hockey. Pemain menggunakan masker, snorkel dan fins untuk bermain. Dilengkapi juga pelindung kepala (polo cap), kaos tangan, dan pemukul yang terbuat dari kayu sepanjang 20 sentimeter.

Dua Babak
“Syarat wajib yang harus dimiliki setiap pemain adalah bisa berenang. Tidak kalah penting, kekuatan menahan nafas di dalam air. Dalam sebuah pertandingan terdiri dari dua babak. Setiap babak berlangsung selama 15 menit,“ jelas Katarina Aquino, salah satu atlet UWH dari Jakarta.

Area yang digunakan tidak terlalu luas. Luas tempat pertandingan dalam UWH, adalah 15 x 25 meter atau 12 x 21 meter. Kedalaman air bervariasi antara dua hingga tiga meter. Wasit bertugas mengatur jalannya pertandingan.

Di Indonesia, olahraga ini mulai dikenal di Jakarta sekitar Agustus 2010. Pencintanya membentuk sebuah komunitas bernama Jakarta Underwater Hockey Club. Mereka berlatih di kolam renang Senayan dua kali dalam seminggu.

“Kami ingin mengenalkan olahraga ini di Semarang. Ini merupakan awal yang baik untuk perkembangan UWH di Indonesia. Olahraga ini sudah berkembang di Singapura, Inggris, Amerika, Brazil, dan beberapa negara Eropa lainnya,“ jelas Ketua Panitia dari MDC Dinda Mazeda.

Katarina menambahkan, beberapa waktu lalu, komunitasnya sudah menemui Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) untuk membicarakan perkembangan UHW di Indonesia. Mereka berharap olahraga ini bisa masuk dalam salah satu nomor yang dipertandingkan di selam.

Akan tetapi, hal itu belum dapat terealisasi dalam waktu dekat ini. Perlu lebih banyak sosialisasi ke berbagai daerah di Indonesia ini. Pihaknya pun akan mengajak beberapa klub selam di Indonesia untuk memasalkan olahraga ini.

SUMBER:XXXX

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar