Jumat, 22 April 2011

Perompak Somalia Harus Dihadapi dengan Militer


Perompak Somalia Harus Dihadapi dengan Militer 
Gaya Tengil Rampok Somalia
11/04/2011 11:04
Accumulated Time :36 Days

VIVAnews - Pemerintah Somalia menyesalkan adanya penangkapan warga negara Indonesia oleh perompak di perairan Teluk Aden. Somalia juga mengatakan bahwa Indonesia tidak perlu meminta izin kepada pemerintah Somalia untuk menyerang perompak di perairan mereka, langsung masuk saja.

Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Somalia untuk Indonesia, Mohamud Olow Barow di Jakarta, Rabu, 13 April 2011. Pada kesempatan itu, dia meminta maaf atas apa yang terjadi terhadap para 20 anak buah kapal asal Indonesia.

"Kami meminta maaf atas apa yang terjadi di Somalia terhadap kapal Indonesia. Ini adalah perbuatan kelompok kriminal yang tidak bertanggung jawab. Kami turut prihatin atas peristiwa ini," ujarnya.

Dengan bahasa Indonesia yang fasih, Barow mengatakan bahwa para perompak adalah preman-preman yang harus dibasmi. Hal ini, ujar Barow, adalah juga merupakan tugas dari masyarakat internasional.

Saat ini telah lebih dari 20 negara yang menurunkan angkatan lautnya di perairan rawan perompak Somalia. Indonesia belum menurunkan gugus tugas di wilayah ini, maupun melakukan serangan ke perairan Somalia, yang diyakini tempat ABK kapal Sinar Kudus ditawan. Pemerintah berdalih, untuk melakukan penyerangan ke perairan Somalia, perlu terlebih dulu meminta izin pemerintah Somalia.

Namun, Barow mengatakan bahwa perairan Somalia bebas dimasuki siapa saja yang ingin memberantas para perompak. Dia menegaskan bahwa hal ini telah ditetapkan oleh resolusi 1916 tahun 2008 Dewan Keamanan PBB yang dibuat berdasarkan desakan dari pemerintah Somalia sendiri yang mengaku kewalahan menghadapi para perompak.

"Indonesia tidak perlu minta izin, kami sudah mengizinkan kapal-kapal asing masuk ke perairan maupun daratan Somalia," tegasnya.

Barow mengatakan bahwa pemerintahnya telah lepas tangan dari para perompak. Dia mengatakan bahwa negara-negara lain bebas melakukan apa saja terhadap para perompak tersebut.

"Perompakan adalah haram. Silahkan masuk dan bunuh saja preman-preman itu. Kami tidak ada masalah," ujar Barow.

Jika memang Indonesia siap menyerang, ujar Barow, pemerintah Somalia siap memberikan bantuan apapun, kecuali bantuan tenaga militer karena militer angkatan laut Somalia minim persenjataan dan tanpa kapal perang.

"Kami akan membantu informasi intelijen dan masukan-masukan lainnya terkait keberadaan dan sifat dari para perompak," ujar Barow.

Jika tertangkap, tegasnya, pemerintah Indonesia dapat mengadili para perompak di Indonesia. Hal serupa pernah dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan dan Amerika Serikat yang mengadili para perompak Somalia di negaranya.

"Mereka bisa dihukum di Indonesia, silakan saja, karena perbuatan mereka telah masuk ke kejahatan internasional," kata Barow. (eh)


ayooo seraaang!!! jangan takut ...mereka jangan dikasih ati gan...dikasih uang malah seneng mereka...untuk nambah kekuatan tempur ngebajak kapal laut Indonesia...soalnya cupu...bisa dijitak terus kita liat gaya rampok somalia tengil bgt bikin muntah....hajar gan!!!..mo tanya nih??? ada nggak jaminan setelah ditebus pake uang trus dibebaskan???? yang ada malah nambah lagi....tau nggak di Somalia udah ada hampir 100 an kapal yg dibajak dg cara yg sama....ditebus making girang dia...kalau toh dibebaskan krn ditebus...besok lagi kalau ada kapal Indonesia lewat jadi sasaran empuk!!! biasa lah nego ala preman..terbukti ada puluhan kapal masih parkir dan belum dilepas meski bayar tebusan...gemes banget ane gan!!! mana pemerentah baru tau ada peristiwa penyanderaan dari media terkenal setelah menurunkan berita basi hampir sebulan. 


Pilihannya :
1. cara diplomasi, makan waktu lama, masak diplomasi ama rampok. keburu tiwas tuh sandera
2. cara tebus, belum tentu dibebasin, kalau toh bebas belum tentu selamat, koit tuh sandera bisa2. Indonesia malunya minta ampun, harga diri bagsa dg militer tangguh jatuh...dan nanti dimungkinkan akan terjadi pembajakan lagi karena terbukti letoy.uang ransom malah dimungkinkan bertambah....biasalah cara rampog., tidaka ada jaminan sandera selamat. Oh ya omong2 soal tebusan...udah ditebus belum ya? dah siap duitnya nggak??? bukannya buat Plesiran & bangun kandang DPR (baca Hewan) baru??? keburu koit tuh sodare...Kalau mau bayar tebusan segera dong....dah sebulan lebih sejak 16 maret neh...ahhh lagi2 BIROKRASI COMPLEX NIAT GAK SEH
3. Militer, sandera hidup atau mati tergantung keprofesionalitasan pasukan khusus dalam menangani situasi. 
Malingsia, Rusky, Korea, dsb. udah usahain pembebasan gan!!! mereka juga nggak mungkin bodo dengan langkah itu....kita tunggu minggu2 ini gan!!! Bravo Kopassus!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar