Jumat, 22 April 2011

Jobless, Ada Mantan Anggota NII di Bandung Pilih Jadi PSK


Bandung - Lima belas tahun bergabung dengan NII KW 9, Adnan Fahrullah (40), mengaku telah mencuci otak 5 ribu orang, sehingga akhirnya mereka bergabung. Ribuan orang yang dia rekrut pun kini sudah keluar. Sayangnya banyak yang luntang lantung tak punya pekerjaan. Demi menyambung hidup, lima mantan anggota NII yang ia kenal, kini memilih menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK).

Menurutnya hanya 15 persen saja dari 5 ribu yang telah sadar itu kini memiliki pekerjaan. Ada yang jadi sopir, guru dan profesi lainnya. Menurut Adnan kenapa hal itu terjadi, sebab pada saat mereka bergabung dengan NII, mereka meninggalkan pekerjaan dan juga keluarga mereka.

"Tapi ada juga yang bekerja terpaksa demi kehidupan anak-anaknya. Contohnya saat ini ada wanita mantan NII yang menjadi PSK. Ya, jumlahnya tidak lebih dari lima dan berdomisili di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Untuk domisili yang sama, tercatat ada sekitar 50 orang depresi, dua di antaranya menjadi gila dan berkeliaran di jalan," ungkap Adnan saat berbincang di sebuah tempat di kawasan Bandung Selatan, Kamis (21/4/2011).

Setelah memutuskan keluar dari kelompok NII KW 9 pimpinan Panji Gumilang, lanjut Adnan, ia bertobat dan sering menangani para korban NII. Sebagai orang yang pernah malang melintang di NII KW 9, ia mengaku sedih dengan kondisi para korban.

"Saya memang merasa dosa saat merekrut ribuaan korban kala itu. Saya cuci otaknya. Tapi ada racun, pasti ada penawarnya juga. Maka itu, ada cara dan trik untuk memulihkan korban NII," ujaranya yang keberatan membeberkan penawar yang dimaksud.

"Mereka yang dulu pernah saya cuci otaknya, sudah kembali ke jalan Islam sebenarnya. Dari 5 ribu orang atau kepala keluarganya itu, di anataranya berasal dari Rancaekek, Cicalengka, Lembang hingga Subang," tambah dia.

Adnan menyatakan apa yang dilakukan NII gadungan dan sempalan itu tak dibenarkan dalam ajaran Islam. Maka itu, ia meminta aparat terkait serta pemerintah untuk membantu keberlangsungan hidup mereka.

Yang dibutuhkan saat ini, jelas Adnan, perlunya diberikan pekerjaan bagi mantan korban NII. Selain itu, polisi harus bertindak tegas terhadap NII gadungan dan sempalan yang hingga kini masih berkeliaran mencari calon korban.


Nah loh...
Turut prihatin atas korban NII

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar