Senin, 18 April 2011

Sidney Jones Tidak Berani Diajak Dialog Oleh JAT


Banyak masyarakat mengenal Sidney Jones sebagai pemerhati terorisme yang memiliki banyak data tentang perkembangan terorisme di tanah air, termasuk mengaitkan nama Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

Untuk mempertanggungjawabkan temuan-temuan Sidney Jones tersebut, pihak Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT) mengundang pemerhati dari Internasional Crisis Group itu sebagai pembicara dalam cara bedah buku terbaru karangan Ustadz Abu Bakar Ba’asir. Namun sayang, ketika dikonfirmasi panitia, Sidney Jones mengaku tidak siap.

“Sidney Jones tidak bersedia apabila di muka publik. Dia memang tidak siap menyampaikan pikiran-pikirannya yang bertentangan dengan kebanyakan forum. Padahal kami mau berdialog secara baik-baik. Jadi alasan penolakan Sidney Jones tidak logis. Ini bukti bahwa ia tidak berani. ” Ujar Ainur Rofiq, Ketua Panitia Bedah Buku ‘Seruan Tauhid Dibawah Ancaman Mati’ kepada Eramuslim.com, Ahad 17/04/2011 di Gedung Joeang 45, Jakarta.

Ternyata Sidney Jones tidak sendiri, Ainur juga mengaku telah menghubungi Ikrar Nusa Bhakti selaku pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Hendardi, Ketua Setara Institute untuk mempertanggungjawakan ucapan-ucapnnya terkait Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan JAT pada umumnya.

“Ikrar Nusa Bhakti juga kami hubungi dia menyatakan tidak pakarnya dalam bidang itu (pemikiran Abu Bakar Ba’asyir, red.). Namun saya meragukan pendapat itu, termasuk juga Hendardi, kami juga hubungi, awalnya dia menyatakan akan memberikan konfirm, toh pada akhirnya dia juga tidak bisa.” Lanjut Ainur Rofiq sedikit kecewa.

Berbeda dengan acara-acara televisi yang mengundang pembicara hanya dari kalangan tertentu, Ainur Rofiq mengaku ingin fair. Fihak JAT sengaja mengundang dari kalangan kontra dalam rangka saling menkonfirmasi atas argumentasi dan pemikiran-pemikiran yang ada.

“Agar mereka bertanggung jawab atas segala apa yang mereka katakan. Katanya mereka ilmiah. Apakah opini yang selama ini (tentang Ust Abu, red) bisa dipertanggungjawabkan?” Sambung Ainur mempertanyakan.

Pihak panitia berharap acara bedah buku ini menjadi ajang untuk meluruskan pandangan masyarakat. Kita ketahui bersama saat ini penyeruan Syariat Islam yang banyak dilontarkan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir kerap dikonotasikan berfaham teroris oleh sebagian masyarakat.

“Opini yang berkembang sekarang ini cenderung lebih negatif. Ini yang ingin kita luruskan, bahwa apa yang disampaikan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir betul-betul berasal dari Al Qur’an dan Hadits. Ini penting untuk menyambung lidah Ustadz Abu yang sedang terkungkung agar masyaralakat mendapat pencerahan.” Tambah Ainur meyakinkan.

Acara sendiri berlangsung menarik dan meriah. Banyak para pengunjung sampai berdiri karena tidak kebagian tempat duduk.

Dalam bedah buku ini, panitia menghadirkan pembicara dari berbagai kalangan seperti Mahendradatta (Tim Pengacara Muslim), Wawan Purwanto (Pengamat Intelejen), Ustadz Son Hadi (Direktur Media Center JAT), dan Ustadz Muhammad Al Khathtath (Forum Umat Islam). (Pz) sumber : http://www.eramuslim.com/berita/nasi...g-oleh-jat.htm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar