Jumat, 08 April 2011

(Hot News) Nurdin Tewas Dicabik Buaya Muara


Terjadi di Desa Sepatin, Anggana

TENGGARONG. Ganasnya buaya muara kembali merenggut nyawa korbannya. Kali ini nasib nahas tersebut menimpa Nurdin (57), warga Desa Sungai Meriam Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara. Nurdin ditemukan tak bernyawa sekira pukul 09.00 Wita, Selasa (5/4) lalu. Diduga Nurdin tewas akibat diterkam buaya sekitar pukul 05.00 Wita. Mayat korban ditemukan tergeletak di tepi tambak udang yang selama ini dijaganya, di Sungai Rintis Desa Sepatin, Anggana.
"Jasad korban ditemukan dalam kondisi tercabit-cabik oleh gigitan buaya. Namun saat ditemukan pihak keluarganya, buaya yang memangsa korban itu sudah tidak lagi berada di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara)," ujar Kapolres Kukar AKBP Fadjar Abdillah didampingi Kapolsek Anggana, AKP Supartono Sudin kepada wartawan, Kamis (7/4).
Menurut data dihimpun petugas Polsek Anggana, nasib buruk menimpa Nurdin itu berawal dari kebiasaan korban untuk berkeliling, memeriksa kondisi tambak udang dan ikan yang menjadi tanggungjawabnya. Entah kenapa sejak pukul 05.00 Wita, sampai menjelang sekitar pukul 09.00 Wita, pagi itu, Nurdin tak juga kembali ke pondoknya yang masih terletak di areal tambak itu.
"Lantaran merasa curiga, 2 kerabat korban bernama Dullah (25) dan Rani (50), kemudian memeriksa ke sekitar tambak. Nah, ketika itulah mereka menemukan jasad korban, tergeletak di dalam areal tambak. Tubuh korban terlihat banyak luka bekas gigitan, sehingga diduga meninggal lantaran dimangsa buaya," tambahnya.
Setelah melihat korban tak bernyawa, Dullah dan Rani kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Anggana. Begitu menerima laporan, petugas kemudian bertolak ke TKP untuk melakukan penyelidikan. Mayat Nurdin juga dilarikan ke rumah sakit, untuk menjalani pemeriksaan ahli forensik. Belakangan disimpulkan, tubuh korban mengalami luka hingga tercabik-cabik sedemikian rupa, karena digigit buaya.
"Di sekujur tubuh korban memang terlihat banyak gigitan buaya. Tapi semua organ tubuhnya, seperti tangan, kaki, telinga dan lainnya, masih lengkap. Tidak ada yang hilang," urai Fadjar.
Setelah dilakukan pemeriksaan petugas ahli forensik, jasad Nurdin kemudian diserahkan ke pihak keluarganya untuk dimakamkan. Terkait hal ini, polisi mengimbau kepada warga Anggana yang menetap di bilangan Delta Mahakam, khususnya para petambak, supaya lebih berhati-hati. Lantaran buaya pemangsa Nurdin itu, masih berkeliaran.
"Apalagi kejadian semacam ini kan sudah sering terjadi. Makanya warga yang menjadi nelayan atau petambak di Delta Mahakam, supaya lebih waspada," katanya. (idn)


Inilah akibat keseimbangan alam sudah rusak.....buaya yang harusnya memakan ikan...sekarang sudah ngincar manusia sebagai makanannya...karena potensi lestari ikan lebih rendah dari jumlah populasi buayanya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar