Senin, 04 April 2011

Bobrokkah moral karyawan Citibank?


saya melihat ada beberapa kasus yang melanda di dalam citibank, saya kemudian berfikir apakah semua perlakuan itu bermoral ??? sedangkan mereka itu adalah lulusan akademi mengapa mereka bisa berfikir dan melakukan hal yang tidak wajar seperti itu
yang pertama kasus melinda dengan menilepkan/menggelapkan uang,
eiit, sekarang ada kabar lagi tentang kekejaman debt collector dari citibank, ya ampun apakah ini mencerminkan moral para karyawan city bank??

disini beritanya tentang kesadisan debt collector



berita2.com (Jakarta): Kasus meninggalnya H. Irzan, Sekjen Partai Pemersatu Bangsa (PB) di Citibank, Menara Jamsostek, Jaksel, diduga akibat dianiaya oleh debt collector. Dari hasil penyelidikan petugas, korban ‘dieksekusi’ di ruang khusus saat ia tengah negosiasi utangnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman menegaskan polisi sudah menahan tiga orang yang diduga sebagai pelakunya. “Saat ini sudah tiga orang ditahan. Nanti pemeriksaan akan terus berkembang dan diusut sampai tuntas,” kata Sutarman usai meninjau persidangan Ustad Abu Bakar Ba’asyir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 31 Maret 2011.

Mantan Kapolda Jawa Barat ini menjelaskan, korban H.Irzan tewas saat mengurus utangnya sebesar Rp48 juta di bank asing tersebut. Ternyata, utang tersebut membengkak menjadi Rp100 juta setelah ditambah bunga.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Gatot Eddy Pramono didampingi Kasat Reskrim AKBP Budi Irawan Msi mengungkapkan, tersangka yang ditahan berinisial A, D dan H. “Satu merupakan pegawai Citibank dan dua lainnya penagih utang,” ungkap kapolres. Sekjen Partai Pemersatu Bangsa itu sempat diinterogasi di ruang ‘eksekusi’ di lantai lima Citibank.

Menurut Gatot, para tersangka dikenakan pasal 351 (3) KUHP jo. pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Warga Perumahan Budi Indah, Batu Ceper, Kota Tangerang selain mengalami kekerasan fisik, juga mengalami kekerasan psikis, seperti dibentak-bentak. “Akibatnya, ia terkena serangan jantung dan membuat pembuluh darahnya pecah hingga mengeluarkan darah dari hidung,” kata Kombes Gatot seperti dikutip poskota.

Sedangkan bercak darah yang ditemukan di lantai dan kain gorden diduga akibat penganiayaan.

Diberitakan sebelumnya, H.Irzan alias H.Okta tewas saat mengurus utangnya di Citibank, Selasa siang 29 Maret 2011 . Saat korban dalam keadaan sekarat, pihak Citibank menghubungi keluarganya. Keluarga curiga korban dianiaya hingga membuatnya sekarat, namun hal itu dibantah Citibank.



sumber : www.berita2.com
semoga ini adalah kejadian yang akan membuat citybank menjadi lebih baik. amin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar