Selasa, 19 April 2011

Arema pakai kiper keempat saat lawan Shandong Luneng


Arema Terpaksa Pakai Kiper Keempat di Liga Champions Asia 
Selasa, 19 April 2011 | 17:58 WIB

TEMPO Interaktif, Malang — Krisis kiper yang dialami Arema Indonesia dalam lanjutan kompetisi Liga Champions Asia (LCA) melawan tuan rumah Shandong Luneng, Cina, teratasi. Kedua tim berduel di Grup G LCA 2011 pada Rabu (20/4).

Sekretaris Tim Arema Muhammad Taufan menyampaikan, krisis penjaga gawang teratasi setelah Konsulat Jenderal Cina di Surabaya menerbitkan visa atas nama Aji Saka, kiper belia yang menempati nomor urut keempat dalam tim Arema. 

“Keluarnya sore ini, sekitar jam 15.00 tadi. Waktunya memang mepet sekali, tapi tak apa-apa. Yang penting Arema ada kipernya. Aji akan berangkat dari Surabaya sendirian jam 7 malam ini juga. Besok sampai langsung main. Saya ini masih di (Bandara Udara Internasional) Juanda,” kata Taufan kepada Tempo, Selasa (19/4). 

Aji berangkat dengan ditemani Azwan Karim, Manajer Teknologi Informasi dan Komunikasi PT Liga Indonesia, dari Surabaya ke Singapura dulu, lalu ke Shanghai dan Jinan. Sedangkan kiper ketiga, Syaifuddin, memang tidak didaftarkan untuk mendapat visa. 

Bersama Aji, maka tim Singo Edan diperkuat 15 pemain. Empat belas pemainnya adalah Ahmad Bustomi, Benny Wahyudi, Leonard Tupamahu alias Leo, Waluyo, Zulkifli Syukur, Juan Revi, Mochammad Fakhruddin, Muhammad Ridhuan, Roman Chmelo, Sunarto, Musafri, dan Ahmad Amiruddin. 

Ada 18 pemain yang didaftarkan untuk mendapat visa. Dari 18 pemain, hanya Achmad Alfarizi yang tak mendapat visa. Tak diketahui penyebab Alfarizi tak mendapatkan visa karena kantor perwakilan diplomatik tiap negara biasanya memang tak memberitahukan alasan tak mengabulkan atau menolak permohonan pemohon visa.

Kiper kedua, Ahmad Kurnia, aplikasi permohonan visanya disetujui. Tapi, kakak kandung kiper utama Arema, Kurnia Meiga, itu urung berangkat karena masih dalam masa penyembuhan cedera.

Kapten Noh Alam Shah tidak ikut karena tak menyerahkan paspornya kepada manajemen. Kiper utama, Kurnia Meiga, tak dapat visa karena kelupaan menyerahkan paspor. Padahal, paspor menjadi salah satu dokumen terpenting yang harus diserahkan untuk aplikasi permohonan visa. 

Sialnya, kiper kedua yang juga kakak kandung Meiga, Ahmad Kurniawan, tak bisa bergabung dengan Zulkifli dan kawan-kawan karena masih cedera. Dari sinilah krisis kiper melanda Arema sampai-sampai Miroslav Janu hendak menjadikan bek Leo sebagai “kiper di masa darurat”. 

Asisten Pelatih Joko Susilo alias Gethuk mengaku Arema dalam kondisi sangat sulit. Secara teknis, dengan 15 pemain, sulit bagi tim pelatih meracik komposisi terbaik. Namun, kata Gethuk, “Kekurangan itu bisa ditutupi dengan motivasi dan semangat untuk bermain habis-habisan seperti gaya dan karakter Arema selama ini. Sebagai orang Arema, saya harus optimistis Arema dapat curi poin di sana.” 

Gethuk sangat optimistis timnya mampu mencuri poin di kandang Shandong. Optimisme itu merujuk pada hasil imbang 1-1 lawan Shandong di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (5/4). Karakter sejati Arema pun muncul saat mampu merepotkan tuan rumah Cerezo Osaka, Jepang, pada Rabu, 2 Maret lalu, sehingga Arema kalah tipis 1-2. 

Lawatan ke kandang Shandong merupakan lawatan kedua yang dilakoni Arema di ajang LCA setelah lawatan pertama ke Osaka. Pada Selasa, 10 Mei mendatang, Arema melakukan lawatan ketiga atau lawatan terakhir ke Korea Selatan untuk menantang Jeonbuk Hyundai Motors.

Sedangkan partai kandang ketiga LCA akan dijalani Arema dengan menjamu Cerezo Osaka, Selasa, 3 Mei nanti. Prestasi Arema di dua partai kandang sebelumnya tidak buruk-buruk amat. Usai digasak Jeonbuk 0-4 (Rabu, 16/3), Arema mampu mengimbangi Shandong dengan skor satu-satu. 

ABDI PURMONO 



Arema Dikerjai China 
Sabtu, 16 April 2011 15:37 

MALANG -Sehari sebelum keberangkatan tim Arema ke China, manajemen tim berjuluk Singo Edan dibuat kelabakan terkait dengan visa pemain yang belum beres. Khususnya menyangkut daftar nama pemain Arema yang belum mengantongi visa.
Padahal keberadaan visa tersebut menjadi syarat utama untuk pemain bisa bertanding lawan tim asal China, Shandong Luneng dalam pertandingan lanjutan grup G Liga Champions Asia atau AFC Champions League 2011.
Arema yang rencananya membawa 17 pemain (bukan 18 pemain seperti berita sebelumnya) mendapati ada tiga nama yang tidak bisa berangkat ke China. Meski dari 17 pemain tersebut sebenarnya masing-masing sudah mendapatkan visa.
Tiga pemain yang ternyata tidak bisa ikut berangkat itu, dua diantaranya adalah kiper, Kurnia Meiga dan Ahmad Kurniawan. Satu lagi adalah Noh Alam Shah yang tidak bisa berangkat karena paspornya tidak ada seperti halnya Meiga.
Sedangkan AK dipastikan tidak ikut menyusul saat ini kondisi masih dalam proses penyembuhan cedera. Praktis, hanya ada 14 pemain yang siap untuk berangkat ke China dan dijadwalkan berangkat pagi ini dari mes pemain.
Persoalannya adalah untuk tiga pemain pengganti AK, Meiga dan Alam Shah, tidak ada satu pun yang mengantongi visa. Meski manajemen Arema mengaku telah mengajukan visa ke pemerintah China melalui federasi sepakbola Indonesia, PSSI.
’’Tim Arema yang dirugikan, karena kita sudah mengajukan 28 pemain untuk visa, tapi ternyata yang keluar hanya 17 nama saja. Pemerintah China ternyata memutuskan sendiri siapa pemain yang dapat visa. Padahal, kami sudah memilih pemain yang berangkat,’’ ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji.
’’Bayangkan, dari daftar 17 pemain itu, tidak ada kiper lain selain AK dan Meiga yang memang tidak bisa ikut, AK cedera dan Meiga paspornya tidak ada,’’ sambung mantan wartawan ini kepada Malang Post saat ditemui di kantor Arema, kemarin sore.
Darmaji pun menjelaskan kronologisnya. Diawali dengan manajemen Arema mengajukan surat nomer 042/SEKR/ARM/IV/2011 kepada PSSI. Surat tersebut dilampiri daftar 28 pemain dan 14 official tim Arema untuk diajukan ke federasi sepakbola China.
’’Surat tersebut diajukan untuk sponsorship pengajuan visa pemain dan official tim Arema, dari PSSI ke federasi China untuk selanjutkan diteruskan ke pemerintah China. Tapi ternyata yang turun hanya 17 pemain,’’ jelas Darmaji.
Padahal Arema berharap, dari 28 pemain itu visa bisa turun semua. Dengan begitu, Arema bisa leluasa memilih siapa pemain yang bakal dibawa. Meski tidak semua dari 28 pemain itu ikut serta.
Selain AK, Meiga dan Alamshah, 14 nama pemain lainnya yang dapat visa tersebut adalah Benny, Leo, Purwaka, Waluyo, Zulkifli, Bustomi, Revi, Fakhrudin, Ridhuan, Chmelo Roman, Sunarto, Musafri, Yongki dan Amirudin.
Kebetulan 14 nama pemain inilah yang rencananya berangkat ke China, pagi ini. Sedangkan untuk tiga pemain pengganti baru akan mengurus visa pada hari Senin (18/4) besok, untuk kemudian menyusul ke China hari Selasa (19/4).
‘’Menurut dugaan saya, pemerintah China atau federasi sepakbola China itu sengaja pilih 17 pemain plus 12 official untuk dipaskan dengan jatah untuk rombongan tim Arema ke China,’’ terang Pelaksana Harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara.
Lantaran merasa dirugikan karena mengacaukan jadwal keberangkatan dan persiapan tim Arema, manajemen tim Arema diwakili oleh PSSI akan mengajukan protes kepada AFC (Asian Football Confederation) terkait perlakuan pihak China ini.
‘’Ya, PSSI rencananya akan mengajukan protes pada AFC terkait hal ini,’’ yakin Darmaji tak mau berspekulasi perihal kemungkinan ada upaya non teknis tim lawan untuk menjegal tim Arema jelang pertandingan LCA tersebut. 
Sayangnya dari konfirmasi Malang Post pada PSSI, dalam hal ini bagian kesekretariatan belum ada jawaban.Khususnya terkait protes pada AFC seperti yang disebutkan manajemen Arema, kemarin sore. (bua/avi)http://www.malang-post.com/index.php?option=com_content&view=article&id=28942 :arema-dikerjai-china-&catid=63:menu-headline&Itemid=102

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar