Rabu, 13 April 2011

[UPDATE]Ini pasukan elite Indonesia yg harusnya menghadapi perompak Somalia

DENJAKA


profil DENJAKA
Detasemen Jala Mangkara (disingkat Denjaka) adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut. Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL. Anggota Denjaka dididik di Bumi Marinir Cilandak dan harus menyelesaikan suatu pendidikan yang disebut PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut). Lama pendidikan ini adalah 6 bulan. Intinya Denjaka memang dikhususkan untuk satuan anti teror walaupun mereka juga bisa dioperasikan di mana saja terutama anti teror aspek laut. Denjaka dibentuk berdasarkan instruksi Panglima TNI kepada Komandan Korps Marinir No Isn.01/P/IV/1984 tanggal 13 November 1984. Denjaka memiliki tugas pokok membina kemampuan antiteror dan antisabotase di laut dan di daerah pantai serta kemampuan klandestin aspek laut.

Pasukan Khusus AL
Profil Prajurit Denjaka

Pada tanggal 4 November 1982, KSAL membentuk organisasi tugas dengan nama Pasukan Khusus AL (Pasusla). Keberadaan Pasusla didesak oleh kebutuhan akan adanya pasukan khusus TNI AL guna menanggulangi segala bentuk ancaman aspek laut. Seperti terorisme, sabotase, dan ancaman lainnya.

Pada tahap pertama, direkrut 70 personel dari Batalyon Intai Amfibi (Taifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska). Komando dan pengendalian pembinaan di bawah Panglima Armada Barat dengan asistensi Komandan Korps Marinir. KSAL bertindak selaku pengendali operasional. Markas ditetapkan di Mako Armabar.

Detasemen Jala Mengkara
Melihat perkembangan dan kebutuhan satuan khusus ini, KSAL menyurati Panglima TNI yang isinya berkisar keinginan membentuk Detasemen Jala Mangkara. Panglima ABRI menyetujui dan sejak itu (13 November 1984), Denjaka menjadi satuan Antiteror Aspek Laut. Merunut keputusan KSAL, Denjaka adalah komando pelaksana Korps Marinir yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan kemampuan dan kekuatan dalam rangka melaksanakan operasi antiteror, antisabotase, dan klandesten aspek laut atas perintah Panglima TNI.

Pola rekrutmen Denjaka dimulai sejak pendidikan para dan komando. Selangkah sebelum masuk ke Denjaka, prajurit terpilih mesti sudah berkualifikasi Intai Amfibi. Dalam menjalankan aksinya, satuan khusus ini dapat digerakkan menuju sasaran baik lewat permukaan/bawah laut maupun lewat udara. TNI AL masih memiliki satu pasukan khusus lagi, yaitu Komando Pasukan Katak (Kopaska). Kedua satuan pernah beberapa kali melakukan latihan gabungan dengan US Navy SEAL.

Untuk mendukung operasi personel Denjaka dibekali antara lain submachine gun MP5, Daewoo K7, senapan serbu G36, HK416, Pindad ss-1, CZ-58, senapan mesin ringan Minimi M60, Daewoo K3, serta pistol Beretta dan SIG Sauer 9 mm.

aksi DENJAKA
Pasukan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka)

Pasukan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka)

Denjaka



persenjataan denjaka






Kesimpulan dari TS:
Denjaka adalah pasukan elite Indonesia dari TNI AL yang khusus untuk menghadapi teroris yang ada di laut sperti perompak,
Jadi klo menurut ane kopassus harus dipadukan juga dengan ahlinya di lautan yaitu DENJAKA ini dengan semboyan Jalesveva Jayamahe (Di Laut Kita Jaya)
Jangan hanya latihan doank yang wah tapi harus juga tunjukan aksimu di lapangan yang sbenarnya...
BRAVO DENJAKA


1. Komando Pasukan Katak ( KOPASKA )
Pasukan khusus TNI AL yang di dirikan Presiden Soekarno ini mempunyai kemampuan operasi amfibi, Operasi khusus seperti antiteror, dan operasi tambahan



2. Batalyon Intai Amfibi ( Yon Taifib )
Kesatuan yang di bentuk pada tahun 1961 ini memiliki kemampuan selam tempur yang infiltrasi bawah air, demolisi bawah air, sabotase bawah air dan lainnya



3. Komando Pasukan Khusus ( Kopassus )
Pasukan elit milik TNI AD ini memiliki khusus antiterorisme laut yang rutin berlatih dengan pasukan elit TNI AL.
Kopassus mempunyai pengalaman pembebasan sandera pesawat DC-9 milik
Garuda di bandara Don Muang, Bangkok pada tanggal 28 Maret 1981 dan membebaskan peneliti Ekspedisi Lorentz '95 yang di sandra Organisasi Papua Merdeka di Mapenduma 1995


video denjaka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar