Selasa, 12 April 2011

(Saran Dubes Somalia) Perompak Somalia Harus Dihadapi dengan Militer


Perompak Somalia Harus Dihadapi dengan Militer 
Zumrotul Muslimin
11/04/2011 11:04
Liputan6.com, Jakarta: Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Hasyim Muzadi mendesak pemerintah mengirim TNI untuk membebaskan awak buah kapal Sinar Kudus yang disandera perompak di Somalia. "Pemerintah harus tegas. Kirim kekuatan militer. Kalau tidak, negosiasi akan bertele-tele dan sangat mahal," kata Hasyim, Senin (11/4).

Menurut Hasyim, Duta Besar Somalia untuk Indonesia Muhammad Alu pun menyarankan Indonesia menggunakan kekuatan militer untuk membebaskan ABK Sinar Kudus. "Dubes Somalia menyarankan TNI AL segera menyerang perompak agar negosiasi lebih gampang," kata Hasyim. Ia menambahkan perompak Somalia sudah merupakan sindikat internasional.

"Jadi Somalia hanya jadi tempat parkir sindikat preman internasional. Pemerintah Somalia tak dapat mengontrol," katanya. Karena itu, lanjutnya, Pemerintah Somalia tidak keberatan jika militer Indonesia turun tangan langsung menghadapi perompak di perairan mereka. Ia mengatakan selama ini kapal-kapal dagang berbagai negara selalu dikawal kapal perang negara.

Seperti diberitakan, perompak Somalia pada 16 Maret lalu membajak kapal Sinar Kudus yang bermuatan nikel dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara menuju Rotterdam, Belanda di perairan Arab. Para perompak awalnya minta tebusan US$ 2,6 juta namun bertambah jadi US$ 3,5 juta. PT Samudera Indonesia, pemilik Sinar Kudus, dikabarkan telah menawar US$ 1,5 juta.(ANT/JUM)


ayooo seraaang!!! jangan takut ...mereka jangan dikasih ati gan...dikasih uang malah seneng mereka...untuk nambah kekuatan tempur ngebajak kapal laut Indonesia...soalnya cupu...bisa dijitak terus kita liat gaya rampok somalia tengil bgt bikin muntah....hajar gan!!!..mo tanya nih??? ada nggak jaminan setelah ditebus pake uang trus dibebaskan???? yang ada malah nambah lagi....tau nggak di Somalia udah ada hampir 100 an kapal yg dibajak dg cara yg sama....ditebus making girang dia...kalau toh dibebaskan krn ditebus...besok lagi kalau ada kapal Indonesia lewat jadi sasaran empuk!!! biasa lah nego ala preman..terbukti ada puluhan kapal masih parkir dan belum dilepas meski bayar tebusan...gemes banget ane gan!!!

nambahin saran Hendro Priyono gan

Nasional
Jawa Timur
Perompak Somalia
Saran Hendropriyono untuk Bebaskan Sandera
Kalau ada operasi militer, Hendro yakin pasukan khusus siap untuk itu.
Senin, 11 April 2011, 12:16 WIB
Arfi Bambani Amri, Mohammad Adam
Perompak Somalia (www.rnw.nl)
BERITA TERKAIT


VIVAnews - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara, AM Hendropriyono, menyatakan pembebasan warga negara Indonesia yang menjadi sandera perompak Somalia pertama kali harus dilakukan dengan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Indonesia harus mengetahui kekuatan dan kelemahan para penyandera.

Setelah itu, barulah dibahas kebijakan politik dan strategi untuk pembebasan sandera. "Kalau itu semua sudah ditemukan, common understanding di antara penyelenggara negara, maka pasti langkah-langkah yang paling bagus akan ditemukan," kata Hendro ditemui sebelum peluncuran buku "Negara Paripurna" karya Yudi Latif di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 11 April 2011.

"Misalnya, kalau harus membebaskan dengan cara seperti di Woyla, saya kira pasukan-pasukan komando kita sudah lebih dari siap untuk itu," katanya.

Operasi Woyla adalah operasi pembebasan penumpang pesawat Garuda yang disandera di Woyla, Thailand, pada tahun 1981 lalu. Operasi yang dilakukan Komando Pasukan Khusus ini berbuah sukses.

Saat ini, Kapal Indonesia Sinar Kudus dan 20 awaknya masih berada di bawah todongan senjata para bajak laut Somalia. Mereka terancam kelaparan akibat stok bahan pangan yang makin menipis.

Tak hanya itu, 12 anak buah kapal (ABK) sakit parah, kritis, di tengah persediaan obat yang terus berkurang. Mereka tak berdaya. Para perompak awalnya minta tebusan US$2,6 juta, lalu naik menjadi US$3,5 juta, lalu turun lagi menjadi US$3 juta. (umi)

video pembebasan Rusia
<iframe>http://www.vivanews.com/embed/video/13748/"
Pilihannya :
1. cara diplomasi, makan waktu lama, masak diplomasi ama rampok. keburu tiwas tuh sandera
2. cara tebus, belum tentu dibebasin, kalau toh bebas belum tentu selamat, koit tuh sandera bisa2. Indonesia malunya minta ampun, harga diri bagsa dg militer tangguh jatuh...dan nanti dimungkinkan akan terjadi pembajakan lagi karena terbukti letoy.uang ransom malah dimungkinkan bertambah....biasalah cara rampog., tidaka ada jaminan sandera selamat
3. Militer, sandera hidup atau mati tergantung keprofesionalitasan pasukan khusus dalam menangani situasi. 
nunggu komen kebo!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar