Selasa, 12 April 2011

Kesehatan adalah unsur vital dan merupakan elemen konstitutif dari kehidupan seseorang. Kesehatan sebagai hak asasi telah menjadi kebutuhan mendasar dan tentunya menjadi kewajiban negara dalam upaya terselenggaranya pelayanan kesehatan yang terjangkau, berkualitas, dan berkeadilan. Kesehatan juga komponen pembangunan yang memiliki nilai “investatif”, hal ini dikarenakan berbicara tentang kesehatan maka akan membicarakan juga tentang ketersediaan tenaga siap pakai dalam hal ini sumber daya manusia yang sehat dan produktif tentunya. Salah satu upaya dalam memajukan tingkat kesehatan tentunya adalah tersediannya tenaga kesehatan yang memadai dan merata sehingga memungkinkan setiap masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan. Mengingat pelayanan kesehatan tidak hanya dinilai dari tersedianya fasilitas tetapi juga tersedianya tenaga kesehatan baik tenaga medis maupun paramedis tentunya dalam upaya mewujudkan pelayanan prima perbaikan tidak hanya dilakukan pada pembangunan fasilitas tetapi juga melalui peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan. Aksi pemogokan tenaga medis dan paramedis di RSUD A. Sultan Dg Raja sebagai wujud protes terhadap tidak dipenuhinya hak atas jasa medis dan paramedis sejak tahun 2009-2011 berbuntut pada dimutasikannya 2 orang dokter spesialis ke puskesmas setempat. Tidak tanggung-tanggung total jasa medis dan paramedis yang belum terbayarkan tersebut mencapai 3,2 M. Sangatlah tidak adil ketika pemerintah dan masyarakat menuntut pelayanan yang berkualitas sementara disatu sisi hak-hak para tenaga kesehatan tidak kunjung terpenuhi. Kebijakan pemerintah Kab. Bulukumba yang memutasikan 2 orang dokter spesialis ke Puskesmas setempat merupakan cerminan pemerintahan yang anti kritik,anti-demokrasi,dan juga arogan serta sewenang-wenang terhadap aparatnya. Kebijakan tersebut jauh sangatlah irasional dan bahkan tidak sesuai dengan prosedural disatu sisi kebijakan tersebut justru menginjak-injak harkat dan martabat profesi dokter. Dimana letak kebenarannya dokter spesialis ditempatkan dipuskesmas sementara di rumah sakit sendiri tidak tersedia tenaga dokter spesialis. Dan sekali lagi ujung-ujungnya masyarakatlah yang paling merasakan dampak dari Arogansi dan Kesewanang-wenangan Pemerintah karena tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. Inikah potret pemerintahan yang demokratis,inikah harapan kita akan masyarakat yang sehat, dan inikah wujud negara yang menjunjung tinggi keadilan? Bisa jadi kasus di Bulukumba ini hanyalah satu diantara ribuan kasus serupa yang menimpa para tenaga kesehatan diseluruh Indonesia… Untuk itu; 1. Stop arogansi penguasa terhadap profesi kesehatan 2. Cabut SK Mutasi 2 dokter terkait 3. Wujudkan jasa pelayanan kesehatan yang sesuai dengan Jamkesmas dan Jamkesda sumber



"Saya tidak mengerti mengapa orang harus menyikat gigi," kata Ji Hyun Ji.

Bagi sebagian besar orang, menyikat gigi merupakan rutinitas yang biasa dilakukan setiap hari. Bahkan, idealnya, dan menurut saran Persatuan Dokter Gigi Indonesia, gigi manusia dibersihkan atau disikat setidaknya dua kali sehari, yakni sebelum dan sesudah tidur.

Sudah menjadi hal yang lumrah jika rutinitas tersebut dijadikan tradisi bagi sebagian besar manusia yang tinggal di Bumi. Namun, tidak bagi Ji Hyun Ji. Gadis berdarah Korea ini mengaku tidak menyikat giginya dalam satu dekade terakhir.

"Saya tidak mengerti mengapa orang harus menyikat gigi, karena tidak semua orang akan melihat isi mulut Anda," kata Ji Hyun Ji,

"Tumpukan sisa makanan yang ada di mulut justru melindungi gigi saya," tandas gadis yang dikenal dengan panggilan 'Cutey Yellowish'.

Memang, kadang-kadang kebiasaan khusus seseorang bisa mengejutkan banyak orang. Ji Hyun Ji salah satunya. Kebiasaannya yang bertolak belakang dengan banyak orang membuat dia jadi bahan pembicaraan.

Kabar ini mendorong Martian Virus, salah satu program TV di Korea, memboyongnya ke studio. Program TV yang biasa disiarkan oleh TvN ini memang kerap mendatangkan orang-orang yang memiliki kebiasaan atau karakteristik yang aneh dan unik, namun orang yang bersangkutan justru bangga.

Di acara tersebut, Ji Hyun Ji akan diperkenalkan sebagai seorang gadis yang rupawan namun memiliki kebiasaan yang tidak secantik luarnya. Dia telah mengakui bahwa terakhir kali ia menyikat gigi adalah 10 tahun yang lalu, di mana ketika itu ibunya yang menggosokkan gigi untuknya.

Meski Ji telah lupa bagaimana cara menyikat gigi, program tersebut akan mencoba membujuk Ji untuk mau melakukannya lagi. Demikian dikatakan produser Martian Virus, Lee Geun Chan. Selama ini, Ji Hyun Ji hanya mau membersihkan gigi depannya saja. Itu pun hanya dalam waktu-waktu tertentu. (SJ)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar