Kamis, 14 April 2011

Kapal Tabrak Karang, 16 Anggota DPR Benjut-benjut


Kamis, 14/04/2011 09:21 WIB
Jakarta - 16 Anggota Komisi V DPR hanya mengalami luka ringan ketika kapal mereka menabrak karang di perairan Sebatik, Kalimantan Timur. Beberapa mengalami benturan di kepala.

"Kapalnya terpental setelah menabrak karang. Jadi kawan-kawan anggota DPR terpental di kapal, kebanyakan luka ringan, benjut-benjut," ujar anggota Komisi V DPR dari FPKB, M Toha, yang ikut rombongan, kepada detikcom, Kamis (14/4/2011).

Toha menuturkan, rencananya 16 anggota Komisi V DPR hendak melihat infrastruktur di Pulau Sebatik. Akibat insiden ini perjalanan mereka ke Pulau Sebatik sempat tertunda. Sementara itu, anggota DPR lainnya yang ikut rombongan, Yudi Widiana, menyebut jumlah anggota ada 15 orang.

"Kita mau melihat jalan nasional Sebatik. Tapi karena kapalnya menghantam karang, jadi pelan-pelan karena kapalnya rusak," tutur Toha.

Saat ini tim teknisi kapal tengah memeriksa keadaan kapal. Ia meminta rakyat Indonesia mendoakan keselamatan para wakil rakyat ini.

"Mohon doanya semoga tidak ada apa-apa dan selamat sampai tujuan," pintanya.


(van/nrl)
Sumber:

Anggota Komisi V DPR Akhirnya Selamat Sampai Sebatik 

Jakarta - Kapal yang ditumpangi rombongan Komisi V DPR menabrak karang di perairan Sebatik, Kalimantan Timur. Setelah kapal diperbaiki, mereka akhirnya selamat sampai ke pulau perbatasan tersebut.

"Kita baru saja sampai ke pulau terluar Indonesia di Pulau Sebatik. Kita sudah melihat jalan nasional di pulau ini," ujar anggota Komisi V DPR dari FPKB yang ikut dalam rombongan, M Toha, kepada detikcom, Kamis (14/4/2011).

Kunjungan anggota Komisi V DPR ke Sebatik dalam rangka melihat pembangunan infrastruktur di pulau terluar tersebut. Yang hendak dilihat adalah kemajuan wilayah Indonesia di daerah perbatasan.

Sebelumnya diberitakan kapal rombongan Komisi V DPR yang terdiri dari 16 anggota DPR dan beberapa staf ahli, menabrak karang. 16 Anggota DPR luka ringan karena terpental di kapal.

Anggota Komisi V DPR yang ikut dalam rombongan tersebut antara lain: Yosep Umarhadi (FPDIP), Yudi Widiana (FPKS), Chairul Anwar(FPKS), Ali Wongso (Fraksi Partai Golkar), Sadar Estuwati (FPDIP), M Toha (FPKB), Norhasanah (FPPP), Taufan Tiro (FPAN), Hana Ngayatri (FPAN), Sonny Waplau (FPD), Agung Budi Santosa (FPD), Umar Arsal (FPD), dan Manggara Siahaan (FPD).

Kecelakaan kapal yang ditumpangi anggota DPR pernah terjadi di Bunaken, Sulut, pada 7 Agustus 2010. Seorang anggota DPR bernama Setya Permana tewas, demikian juga dengan seorang istri anggota DPR lainnya.

(van/fay)

Sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar