Minggu, 03 April 2011

Garuda Panik, Ada Penumpang Ngaku Bawa Bom


TEMPO Interaktif, Jakarta - Penerbangan pesawat Garuda tujuan Jakarta-Medan sore tadi sempat tertunda selama 3 jam akibat ulah seorang penumpang yang menolak menaruh tasnya di bagasi kabin dan mengaku tas itu berisi bom. Akibat ulahnya seluruh penumpang pesawat menjadi panik.

Juru bicara maskapai penerbangan Garuda Indonesia Pujobroto memaparkan, penumpang pria yang tak diketahui namanya tersebut dijadwalkan berangkat dari Jakarta menuju Medan dengan pesawat GA 190 pada pukul 14.25 WIB. Namun, pria tersebut menolak himbauan pramugrari untuk menaruh tas di bagasi kabin.

"Tas memang tidak boleh dibawa atau dipegang karena itu sudah standarnya. Tapi setelah ditegur oleh pramugrari, penumpang itu malah bilang tasnya berisi bom," ujar Pujo melalui sambungan telepon, Senin 28 Maret 2011 malam.

Karena khawatir, pramugrari melaporkannya kepada pilot dan petugas keamanan bandara Soekarno-Hatta. Oleh pilot, pesawat terpaksa kembali ke Gate, padahal pesawat sudah dalam posisi siap berangkat. Lalu seluruh penumpang diminta turun dan diperiksa satu persatu oleh petugas.

"Ternyata penumpang tadi bersama rombongannya, semua berjumlah 6 orang. Semua penumpang termasuk rombongan itu ditanya dan diperiksa petugas. Itu yang membuat penerbangan tertunda," kata Pujo.

Setelah isi tas penumpang itu diperiksa, bukanlah bom seperti ancamannya namun sejumlah uang yang nilainya diperkirakan mencapai puluhan juta. Meskipun begitu, Pujo tak mengetahui asal usul uang tersebut.

Setelah pemeriksaan selesai, seluruh penumpang pesawat diperbolehkan melanjutkan penerbangan, kecuali penumpang berulah itu. "Semua termasuk 5 orang dalam rombongan bisa berangkat, tapi pria yang bersangkutan harus naik penerbangan terakhir ke Medan," ujarnya.

Pria yang berulah itu akhirnya berangkat ke Medan menggunakan pesawat GA 196 pukul 19.45 WIB. Akibat keterlambatan itulah, penerbangan Garuda lainnya ikut berimbas. "Tentunya keterlambatan 3 jam itu berpengaruh ke penerbangan berikutnya terutaman penerbangan dari Medan ke Jakarta. Tapi tidak ada penumpang yang meminta pengembalian uang tiket akibat insiden itu," jelas Pujo.


Habis transaksi dan mau transaksi apa ya tuh orang, napa ga ditransfer aja... Tapi ya terserah orangnya aja deh. Yang disayangkan mengaku isinya bom!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar