Selasa, 19 April 2011

(FANATISME BUTA) 2 Korban Tawuran Suporter di Tangerang Tewas


2 Korban Tawuran Suporter di Tangerang Tewas 
Dira Derby - detikNews

Tangerang - Buntut dari tawuran suporter Persita dan Persikota di Tangerang, Senin (18/4) kemarin, dua remaja tewas dan satu lagi patah kaki. Mirisnya, para korban ternyata bukan suporter, melainkan warga yang berada di tempat dan waktu yang salah.

Korban tewas adalah Muhammad Tomi (17) dan Ahmad Hariri (15). Sedangkan korban luka adalah Ahmad Badrul Hikam (15). Mereka bertiga adalah sepupu dan tinggal berdekatan di Kampung Sangiang RT 04 RW 01, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Hikam yang dirawat di RS Asih, Jl Moh Toha, Sangiang, Tangerang, mengisahkan tragedi ini, Selasa (19/4/2011). Menurut Hikam, pada Senin sore itu, mereka bertiga naik motor Mio milik Hariri.

Namun ternyata ada tawuran suporter di Kampung Pengasinan Periuk. Mereka terjebak di tengah, di depan mereka suporter Persikota, di belakang mereka suporter Persita. Suporter Persita menyerang mereka.

"Kita kasih jari tanda damai, kode jari suporter Persita. Namun tetap saja diserang," kata Hikam.

Padahal, Hikam dan dua sepupunya tidak memakai atribut suporter apapun. Hariri lantas tancap gas. Malang, mereka menabrak parit dan jatuh. Hariri langsung ditikam obeng di paha kanannya. Kepala Tomi bahkan dibacok dengan senjata tajam.

"Kalau saya tercebur ke parit. Terus akhirnya ditolong satpam," jelas dia.

Mereka bertiga lantas dilarikan ke RS Sari Asih Sangiang, Tangerang. Hikam menderita patah kaki kanan dan tangan kiri, kepala bocor dan telinga mengeluarkan darah.

Namun dia lebih beruntung dari dua sepupunya. Tomi meninggal pada Selasa (19/4) pukul 01.00 WIB dini hari dan Hariri meninggal pukul 05.00 WIB. Mereka kini telah dimakamkan di TPU Sangiang.

Sementara di rumah duka, para orang tua mereka tampak shock. Mereka tak henti-hentinya menangis. Mereka meminta polisi mencari tahu siapa pembunuh anak-anak mereka.

"Anak saya kan salah sasaran. Jangan begini lagi. Bubarin saja deh suporter-suporter begini. Polisi harus ungkap siapa pembunuh anak kami," kata ibunda Hariri, Masunah didampingi suaminya Mad Isa.

Kesian orang yang gak tau apa2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar