Sabtu, 16 April 2011

[BREAKING NEWS]TNI Kirim Kopassus & Marinir Lawan Perompak Somalia


Jakarta-TNI telah mengirimkan pasukan khusus untuk membebaskan sandera di Somalia. Pasukan khusus yang dikirim berasal dari Kopassus dan Marinir.

"Marinir dan Kopassus jumlahnya 401 orang," ujar Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dalam jumpa pers di Kantor Menko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (15/4/2011).

Kapal berisi pasukan ini telah berangkat dari Jakarta menuju Kolombo tanggal 1 April lalu. Esoknya mereka lego jangkar di Kolombo. Sambil isi bahan bakar dan menyiapkan diri.

"Disiapkan pasukan khusus, karena mereka harus fresh, diterbangkan dari Jakarta ke Kolombo, dari Kopassus. Pasukan khusus ke daerah operasi," katanya.

Satgas ini berusaha memburu kapal Sinar Mas yang dibajak. Mereka berharap bisa membebaskan kapal saat masih berada di laut.

"Sebenarnya berharap ketemu di laut, tapi sampai di posisi lego tanggal 5, kita tetap mengupayakan mencari info lebih lanjut dengan menerbangkan heli, posisi pesawat di antara 8 kapal yg dibajak," katanya.

Setelah mengetahui kapal tersebut telah bersandar, maka terpaksa tindakan negosiasi yang diambil. Satgas ini berharap kapal keluar dari pelabuhan, tapi hingga saat ini kapal masih bersandar di pelabuhan. Sementara itu Satgas siaga di salah satu negara tetangga Somalia.

"Selanjutnya merapat lagi di satu negara Teluk Aden, kembali ke daerah operasi, karena kita dengan info akan digunakan sebagai mothership. kita berharap kapal keluar, tapi sampai saat ini masih lego 
jangkar," jelas Agus.



UPDATE

Jakarta: Upaya pembebasan WNI di kapal Sinar Kudus yang disandera perompak Somalia terus dilakukan. Saat ini, perompak menaikkan uang tebusan.

Kapten kapal Sinar Kudus Slamet Juhari menginformasikan bahwa pihak perompak, Jumat sore telah menaikkan uang tebusan dari menjadi 3,05 juta Dolar Amerika.

Pihak perompak Somalia marah karena perusahaan kapal tidak memenuhi permintaan mereka.

Menurut Kapten Slamet Juhari dalam negosiasi pihak perusahaan menyatakan hanya mampu membayar sebesar 2,8 juta



Penyergapan Gagal Gan !

Pasukan RI Hampir Serbu Perompak Somalia

Jakarta - Pemerintah Indonesia ternyata sudah mengirimkan dua buah kapal ke perairan Somalia untuk menyelamatkan Kapal MV Sinar Kudus beserta 20 ABK yang disandera perompak Somalia. Sayangnya, saat kapal hampir di sasaran, kapal MV Sinar kudus ternyata sudah disandarkan di tepi pantai tempat dimana markas perompak Somalia berada oleh para perompak.

"Karena saat itu kapal masih di laut lepas, hasil rapat sampai kita memilih opsi penyerbuan dan pasukannya telah disiapkan benar oleh TNI," ujar Menkopolhukam Djoko Suyanto dalam jumpa pers di Kemenkopohukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (15/4/2011).

Djoko membantah jika pemerintah tidak mengambil tindakan tegas untuk mengatasi persoalan ini. Menurutnya, sejak terdengar kabar perompakan tersebut, pemerintah terkait terus melakukan koordinasi dengan pemilik kapal agar menjalin komunikasi dengan para perompak. Selain itu, opsi penyerbuan juga menjadi pertimbangan yang akhirnya dipilih.

"Tapi kita kan tidak bisa memutuskan sesuatu dengan gegabah dan menginformasikan semuanya kepada publik," katanya.

Kapal dengan kekuatan yang cukup memadai itu berangkat menuju perairan Somalia sejak 18 Maret lalu. 40 Personel gabungan dari Marinir dan Kopasus yang di terbangkan terlebih dulu dengan pesawat untuk kemudian bertemu dengan kapal TNI yang dikirimkan di Colombo.

"Nah saat pasukan tiba di kapal, pada tanggal 23 Maret saat menuju Somalia, kapal yang tadinya berada di lepas pantai sudah berada di tepi pantai yang merupakan markas utama mereka. Dan saat itu opsi penyerbuan menjadi sangat complicated," katanya.

Saat itu kapal MV Sinar kudus hanyalah satu dari 8 kapal hasil perompakan yang dilakukan Somalia. Kapal-kapal ini dijaga ketat oleh sindikat perompak.

"Dalam hal ini kita mengutamakan keselamatan ABK, dan apabila kita gegabah dalam bertindak, justru keselamatan awak kapal akan terancam," jelas Djoko yang mengenakan batik biru.

Jika kapal itu tetap pada posisi yang sama, lanjut Djoko, tentunya penyerbuan akan lebih mudah dilakukan. Tapi apa daya, posisi perairan Somalia yang sangat jauh membuat waktu tidak bisa diprediksi sehingga perompak lebih dulu memindahkan posisi kapal.

Karena serbuan itu tertunda, dan berdampak buruk jika diteruskan hingga ke tepi pantai, akhirnya pemerintah memilih jalan negosiasi melalui pemilik kapal dengan perompak. Djoko menjamin, komunikasi itu terus dilakukan sampai sekarang.

"Komunikasi dan negosiasi itu terus kita lakukan setiap hari," imbuhnya.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi kesan seolah pemerintah tidak berbuat apa-apa, tidak menyiapkan, TNI punya kemampuan dan sudah diberangkatkan. Tapi sekali lagi tidak boleh gegabah, karena yang utama adalah keselamatan awak. Dan opsi itu harus dipahami masyarakat luas," tandas Djoko.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar