Selasa, 19 April 2011

[Beritakuliner]Murah & lezatnya jelajah kuliner Kentingan.


Murah & lezatnya jelajah kuliner Kentingan
Oleh: Fetty Permatasari, Dina Ananti Sawitri Setyani
Siapa bilang makanan lezat hanya bisa ditebus dengan merogoh kocek dalam-dalam? Di sekitar kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) yang akrab dengan sebutan Kampus Kentingan, beragam makanan enak dibanderol murah meriah. Di Kentingan, dengan uang Rp 5.000, penjelajah keragaman kuliner bisa menyantap menu sedap nan bergizi sejak pagi hingga larut malam.

Mari telusuri! Untuk menu sarapan dan makan siang misalnya, di Jl Surya Utama ada sejumlah warung makan yang menyediakan menu representatif. Salah satunya adalahWarung Bu Sukini yang berada di Pasar Panggungrejo. Pengelola warung itu menyajikan aneka masakan jawa, tapi favorit pelanggan adalah nasi pecel yang dibanderol Rp 2.000/porsi.

Selain Warung Bu Sukini, Warung Bu Andri di Jl Surya 3 pun menyediakan puluhan jenis masakan jawa. Sayur opor daun singkong dan oseng-oseng daun pepaya menjadi menu favorit pelanggan. Meskipun hanya warung kecil di area kampus, cita rasa yang disuguhkan tak kalah dengan restoran ternama. Apalagi sambalnya terkenal mantap. Maka wajar saja kalau dalam sehari pemilik warung itu, Andri Astuti membutuhkan tiga kilogram cabai. Di warung ini, seporsi nasi sayur, sambal, telur plus minuman bisa didapat dengan Rp 5.000.
Di Jl Kartika, Ngoresan banyak pula warung penyedia makanan murah dan enak. SebutlahWarung Bu Pur. Semua menu, seperti gado-gado, lontong opor, salat, soto, kare ayam, dibanderol Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per porsi. Dengan harga itu, wajar saja bila warung yang sudah berusia lebih dari 30 tahun itu tak hanya dikunjungi mahasiswa.

Sejumlah pegawai dari kantor-kantor yang berada di sekitar kampus Kentingan pun tak sedikit menyambangi warung ini terutama saat jam makan siang. “Banyak pula dari masyarakat umum yang makan di sini,” ujar pemilik warung, Purwanti, 56, saat dijumpai Espos di warungnya Senin, (7/3).

Referensi tempat sarapan dan makan siang lainnya yang tak kalah menggoda adalahWarung Bu Yanti di depan SD Negeri Ngoresan. Di kalangan mahasiswa warung Bu Yanti akrab disebut warung Bu Gerobak. Maklum saja, Yanti —pemilik warung— memajang semua masakan seperti botok, oseng daun pepaya dan pecel yang dijual seharga Rp 2.000 di gerobak.

Jika ingin menu nan segar seperti bakmi toprak, tak jauh dari Warung Bu Yanti juga ada warung Sederhana milik Sriyanti bisa menjadi pilihan selanjutnya. Puas menyantap bakmi ketoprak, Anda pun bisa melanjutkan melahap brambang asem dan segarnya es kolak yang jadi ciri khas warung itu. Tapi kalau ingin bakso, di dekat Warung Sederhana itu juga ada Warung Bakso Cak Gendut dan Sony yang membanderol semangkuk bakso mereka dengan harga Rp 6.000.

Depan kampus
Ragam sajian kuliner bukan hanya tersedia di belakang Kampus Kentingan. Di depan kampus tak kalah meriah Sepiring nasi dan ayam bakar di Warung Makan Pak Walmisalnya, bisa ditebus dengan merogoh kocek Rp 5.000. Meskipun murah, bukan berarti rasanya hanya asal-asalan. Ayam yang telah di-ungkep dan dibumbui kembali saat akan dibakar membuat daging ayam itu makin legit.

Menurut pengelola Warung Pak Wal, Erna, dalam sehari pihaknya harus menyiapkan 25 kg dan menu favorit yang dipesan adalah ayam bakar. “Selain itu menu yang juga digemari pelanggan kami adalah usus, ceker, babat dan kaskus bakar yang harganya Rp 1.000-Rp 4.000 per tusuk,” ungkap dia bernada promosi.

Masih di area depan kampus, tak jauh dari Warung Makan Pak Wal, sebuah warung bercat hijau menuliskan pada spanduknya menyediakan nasi goreng petir. Awalnya Espos mengira nasi goreng ini bakal super pedas layaknya petir yang menyambar-nyambar. Tapi di luar dugaan, nasi goreng petir ini bukan nasi goreng pedas dengan jumlah cabai yang gila-gilaan.

Menu yang dimaksud Depot Makan Anggrek 88 sebagai sajian unggulan itu adalah menu kombinasi nasi goreng dan secangkir jahe hangat sebagai minuman pelengkap. “Rasa hangat dari secangkir jahe hangat tentunya akan memberikan sensasi tersendiri jika nasi gorengnya dibuat sedikit lebih pedas,” ungkap dia yang mematok harga Rp 7.000 per porsi untuk nasi goreng petir.

Nah, menu malam sejumlah warung penyedia menu khas malam tak kalah banyak, baik di depan maupun belakang kampus. Bagi penggemar ayam, Anda bisa menyambangi warung ayam tulang lunak Mesam-Mesem di Jl Kartika Ngoresan belakang kampus. Satu paket ayam tulang lunak plus minuman bisa ditebus dengan Rp 7.000.

Alternatif lainnya, penjelajah kuliner bisa pula menyambangi warung Bu Warni di daerah Ngoresan maupun dekat daerah Pedaringan yang menyediakan lotek, opor ayam, gado-gado sampai nasi goreng. Bila ingin menu bebakaran, aneka penyet sampai gudangan di malam hari, lesehan malam Bu Annisa depan BNI Jl Ir Sutami maupun lesehan Bu Darmo di sekitar gapura Institut Seni Indonesia (ISI) bisa menjadi pilihan lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar