Kamis, 14 April 2011

Ulah FPI Batam Dinilai Bentuk Premanisme


BATAM--MICOM: Tindakan Front Pembela Islam dalam menangani aktivitas Jemaat Ahmadiyah mengundang kecaman. Sekretaris Umum Ikatan Putra-Putri Batam (IPPB) Irawan menilai tindakan FPI di Batam sudah merupakan bentuk premanisme. Jika hal itu dilakukan oleh pihak FPI di Batam, masyarakat Batam akan marah. 

"Kami tidak akan menerima tindakan anarkis dari FPI di Batam. Boleh mereka lakukan di Jakarta atau di tempat lainnya di Indonesia. Di Batam hal itu tidak boleh terjadi. Jika hal itu dilakukan berarti FPI berhadapan dengan IPPB," tegasnya. 

Dia meminta agar FPI jangan membuat resah masyarakat Batam dan investor yang menanamkan modalnya di daerah ini. Sebab, kondisi Batam lain dari daerah lain selain sebagai tempat berkumpul berbagai jenis agama dan kepercayaan Batam adalah tempat bagi ribuan pekerja mencari nafkah. 

"Jadi kami memperingatkan agar FPI tidak lancang di tanah Melayu. Kami siap melakukan tindakan preventif jika ada organisasi yang mementingkan kepentingannya di daerah ini," tukasnya. (HK/OL-11) 


wah emang preman ga dimana ga dimana selalu aja 



Polisi Antisipasi Tindakan Anarkistis FPI di Batam



BATAM--MICOM: Polisi Resor Kota Batam-Rempang-Galang (Barelang) masih berjaga-jaga bersiaga di Markas Jemaat Ahmadiyah di kawasan Nagoya Square, Kecamatan Lubukbaja, Batam, Kepri, setelah mendapatkan informasi adanya rencana kedatangan sekelompok massa untuk menghentikan aktivitas Jemaat Ahmadiyah. 

Polisi sudah melakukan langkah antisipasi sejak Senin (11/4) sore hingga Selasa (12/4) dengan menyebarkan sejumlah anggota untuk mengantisipasi kelompok massa yang anarkistis. 

"Mereka (anggota Ahmadiyah) menyadari akan risiko massa yang datang ke tempat mereka. Kami meminta kepada anggotanya untuk mencabut papan nama mereka. Karena dikhawatirkan adanya tindakan anarkistis," kata Kapolresta Barelang Komisaris Besar Eka Yudha Prasetyawa kepada Media Indonesia, Selasa (12/4). 

Dia mengatakan pengamanan dilakukan polisi kepada anggota Ahmadiyah Batam berupa pengamanan asset-aset mereka. Jika tidak dilakukan demikian, warga yang berdekatan kompleks Ahmadiyah akan turut terkena dampaknya jika massa anarkistis datang secara tiba-tiba, dan melakukan aksi yang membabi buta. 

Sejumlah polisi berpakaian preman telah diturunkan dalam dua hari berturut-turut. Informasi yang berhasil dihimpun Polresta Barelang menyebutkan sekelompok massa itu akan datang jumlahnya sekitar 500 orang dan langsung menuju kompleks Ahmadiyah pada pukul 10.00 WIB. Namun, hingga Selasa (12/4), belum ada tanda-tanda akan adanya kedatangan ratusan massa itu ke kompleks Ahmadiyah di Nagoya. 

Sementara itu, Mustaqin Lc, Kepala Data dan Informasi Front Pembela Islam Kepulauan Riau membenarkan kelompok massa yang akan mendatangi kompleks Ahmadiyah di kawasan Nagoya itu merupakan kelompok dari organisasinya. "Kami merencanakan menggelar demonstrasi untuk menghentikan aktivitas Jemaat Ahmadiyah," katanya. 

Dia mengakui FPI telah melakukan aksi unjuk rasa agar melarang aktivitas Jemaat Ahmadiyah di Batam, dan berharap agar pemerintah daerah kota Batam melaksanakan tuntutan itu. Jika hal ini tidak dilakukan pihaknya akan menggeruduk kompleks Jemaat Ahmadiyah di dua kawasan di Batam, yaitu di Batam Center dan Nagoya dalam waktu dekat. (HK/OL-11) 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar