Senin, 04 April 2011

Daftar 10 kota bersepeda terbaik di Dunia


Pemanasan Global adalah salah satu ,momok menakutkan bagi kelangsungan hidup manusia, hal ini dikarenakan damapk yang ditimbulkan pemanasan global memanglah sangat komplek, mulai dari mencairnya es di kutub, naiknya suhu di permukaan bumi, gahkan hingga perubahan cuaca yang drastis. oleh karna itu kemudian banyak gerakan yang mengajak umat manusia untuk mengurangi global warming atau pemanasan global.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi global warming adalah dengan mengurangi intensitas pemakaian kendaraan bermotor, dan salah satu alternatif pengganti paling tepat adalah menggunakan sepeda, selain tidak menimbulkan polusi, bersepeda juga bermanfaat bagi tubuh, karna bisa sekalian berolahraga.

namun ternyata tak semua kota-kota di dunia menyediakan kenyamanan bagi para pemakai sepeda, fasilitas jalan khusus sepeda masih minim, dan hanya ada di kota-kota besar. dan berikut adalah 10 kota yang menyediakan fasilitas bersepeda terbaik sehingga mendapatkan predikat kota bersepeda terbaik di Dunia :



1. Amsterdam, Belanda
Sampai detik ini, Amsterdam masih memegang sebutan ibu kota sepeda di Eropa (bahkan terbaik di dunia). Tercatat 40% lalu-lintas dipadati hilir mudik sepeda. Kota ini berhasil memposisikan diri sebagai sahabat pesepeda dengan mempromosikan kehidupan lebih sehat dan gaya hidup lebih aktif bagi penduduknya. Pengembangan jaringan jalur sepeda dibuat meluas, lebih aman, cepat, nyaman, serta memberi road safety bagi pesepeda. Program pencegahan pencurian sepeda juga dirancang sebanding dengan meningkatnya populasi sepeda. Amsterdam juga membuat 10 ribu parkir sepeda di stasiun kereta.



2. Portland, Oregon, AS
Portland memiliki jalur sepeda yang mengubungkan seluruh pelosok kota. Jaringan jalan ini terbukti sukses meningkatkan penggunaan sepeda. Portland memiliki budaya bersepeda yang cukup kental. Program commuter digalakkan dengan menyediakan sepeda bagi pekerja berpenghasilan rendah, termasuk fasiltas keamanan seperti lampu, kunci sepeda, helm, pompa ban, tool kit, peta dan jas hujan. Jaringan jalur sepeda makin bertambah dari 60 menjadi 260 mil sejak tahun 1990an. Jumlah pesepeda turut meningkat dalam periode yang sama, tanpa ikut menambah insiden kecelakaan.



3. Copenhagen, Denmark
Kota ini menduduki urutan enam dalam peringkat kota dengan kualitas hidup terbaik di dunia. Copenhagen terbukti berhasil mengadakan program komunitas sepeda. Seluruh warga Denmark umumnya memiliki minimal sebuah sepeda, dan Copenhagen beberapa tahun belakangan turut dikenal sebagai kota sepeda. Tercatat 32 persen pekerja menggunakan sepeda untuk ke kantor, dan 50 persen dari mereka beralasan memakai sepeda justru lebih cepat dan mudah.
Jalur sepeda telah meluas dan dipakai dengan baik. Jalur ini kerap terpisah dari jalan raya utama dan juga memiliki lampu lan-tas tersendiri. Copenhagen juga memiliki wilayah khusus, Christiania, yang benar-benar terbebas dari mobil.
Pihak kota menyediakan sepeda untuk umum dengan membayar deposit 20 kroner. Uang deposit itu dikembalikan ke penyewa, jika sepeda telah dikembalikan ke salah satu rak penyewaan sepeda.



4. Boulder, Colorado, AS
Program yang mempromosikan bersepeda aman sukses dikembangkan kota Boulder. Program ini disebut Boulder Safe Routes to School, yakni memberi rasa aman dan nyaman bagi anak-anak untuk memakai sepeda berangkat dan pulang sekolah. Selain itu, lebih dari 4 ribu orang berpartipasi dalam Boulder Bike to Work Day yang diadakan reguler.



5. Davis, California, AS
Kota kecil dengan jalur sepeda sepanjang 100 mil. Pengguna sepeda mencapai 17% dari pemukim kota Davis. Pemerintah membagikan peta lokal jalur sepeda. Membuat logo kota dengan gambar sepeda. Kota ini bakal mendirikan museum sepeda. Jumlah sepeda jauh lebih banyak dibanding mobil.



6. Sandnes, Norwegia
Pada tahun 1990, pemerintah Norwegia membuat pilot project selama 4 tahun untuk mengurangi penggunaan mobil. Sandnes terpilih menjadi salah satu dari dua kota yang ikut proyek tersebut. Tujuan utama proyek ini membuat sebuah kota yang bersahabat bagi pesepeda, dan menggalakkan penggunaan sepeda. Kini, Sandnes telah disulap menjadi kota di Norwegia dengan fasilitas terbaik bagi pesepeda.



7. Trondheim, Norwegia
Kota ini menciptakan fasiltas pertama di dunia, Bicycle Lift (Trampe). Lift tersebut juga menjadi daya tarik utama wisata bagi kota Trondheims. Tujuan pembangunana lift ini yakni mengantarkan pesepeda mendaki tanjakan tanpa perlu turun dari sepeda. Mengingat topografi kota Trondheim yang berada di lereng gunung, fasilitas tersebut cukup membantu bagi pesepeda. Pemerintah kota Trondheim turut menyediakan persewaan sepeda untuk umum. Sekitar 18% penduduknya menggunakan sepeda untuk bekerja maupun ke sekolah.



8. San Francisco, California
San Francisco merupakan kota kedua berpenduduk terbesar di AS, tak heran bila sistem transportasi sepeda menjadi andalan utama. Kota ini secara konsisten menempati urutan teratas dari survey majalah Bicycling untuk penggunaan sepeda. Terdapat 40 ribu penduduk San Fransisco bersepeda ke tempat kerja . Terdapat jalur sepeda sepanjang 63 mil.
San Francisco Bicycle Coalition mengajukan 8 kandidat untuk duduk dalam San Francisco Board of Supervisors, dan seluruhnya terpilih. Pengawas kota tersebut menempatkan prioritas utama bagi kebutuhan pejalan kaki dan pesepeda, dibanding transportasi massal. Dengan pertambahan jumlah pesepeda, seluruh tranportasi umum kini dilengkapi alat pembawa sepeda.



9. Berlin, Jerman
Kota ini telah memiliki 80 kilometer jalur khusus sepeda yang terhampar di jalan utama. Terdapat 400 ribu pesepeda setiap hari. Disediakan pilihan jalur bersepeda secara on line.



10. Barcelona, Spanyol
pada 22 Maret 2007, Barcelona City Council memulai layanan Bicing, layanan fasilitas penyewaan sepeda sebagai transportasi untuk umum. Penyewa terlebih dahulu mendaftar untuk memperoleh kartu. Kartu ini sebagai identitas sewa dan berhak meminjam sepeda di 100 pos yang tersebar di penjuru kota Barcelona. Penyewa diperbolehkan memakai sepeda di dalam kota, lantas mengembalikan di pos berikutnya. Barcelona juga membuat 'green ring' yang mengelilingi area metropolitan dengan jalur sepeda. Terdapat 3250 tempat parkir di seputar kota.




Update
11. Yogyakarta


Dulu Kota Jogja identik dengan kota sepeda. Sepeda sangat mendominasi jalanan di Jogja. Sekarang sepeda juga masih mendominasi jalanan Kota Jogja, tapi bukan sepeda onthel melainkan sepeda motor. Sudah diketahui bersama kalau jalan-jalan di Jogja mulai terasa penuh sesak dengan banyaknya sepeda motor tersebut. Pengguna sepeda onthel menjadi semakin tersisih.

Saat melewati jalan-jalan protokol Kota Jogja saya menemukan hal yang unik yaitu sepeda memiliki rambu-rambu khusus sebagai penunjuk jalan. Pada rambu-rambu tersebut tertulis "jalan alternatif sepeda", dengan melewati jalan-jalan alternatif tersebut para pengguna sepeda onthel tidak perlu berdesakan dengan pengguna jalan lain seperti sepeda motor dan mobil. Pada beberapa traffic light juga saya temukan rambu-rambu khusus yaitu "ruang tunggu sepeda" saat berada di traffic light. Jadi sepeda bisa menunggu di depan kendaraan lain saat lampu merah menyala. Bahkan katanya Pemkot Yogyakarta akan menambah tempat parkir khusus sepeda di 40 titik strategis yang tersebar di Kota Jogja.

Saya cukup senang dengan upaya pemerintah tersebut untuk mengembalikan Jogja sebagai kota sepeda. Selain untuk mengurangi kemacetan, dengan adanya budaya bersepeda akan mengurangi dampak polusi dan pemanasan global karena kendaraan bermotor. Good job Jogja!! Semoga hal ini juga dapat diikuti kota-kota lain.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar