Rabu, 01 Juni 2011

Dieng Aman Dikunjungi, meski Kawah Timbang Siaga


Kawah Timbang

Timbang adalah kawah yang terletak di dekat Sinila dan berakativitas sedang. Kawah ini terakhir tercatat mengalami kenaikan aktivitas pada bulan Mei 2011 dengan menyemburkan asap putih setinggi 20 meter, mengeluarkan CO2 dalam konsentrasi hingga 0,5% atau 50.000 ppm (konsentrasi normal di udara sekitar 200 ppm) dan memunculkan gempa vulkanik




Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng Tunut Pujiharjo, menyatakan Dataran Tinggi Dieng tetap aman bagi wisatawan meskipun status Kawah Timbang ditingkatkan menjadi siaga.

"Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memang telah meningkatkan status Kawah Timbang dari waspada menjadi siaga. Namun perlu kami tekankan, yang ditingkatkan statusnya adalah Kawah Timbang, bukan Dieng," katanya di Banjarnegara, Senin (30/5).

Ia menegaskan, Kawah Timbang bukan merupakan daerah tujuan wisata dan berada jauh dari kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng. Menutrutnya, hal ini perlu ditekankan karena sejak status Kawah Timbang ditingkatkan dari aktif normal menjadi waspada pada 23 Mei lalu, jumlah kunjungan wisatawan ke Dataran Tinggi Dieng menurun.

"Kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng terutama kompleks candi dan sejumlah kawah lainnya tetap aman. Namun kalau mengunjungi kawah lainnya, sebaiknya jangan lama-lama," ujarnya.

Terkait peningkatan status Kawah Timbang, dia mengatakan, pihaknya merekomendasikan wilayah dalam radius 1.000 meter dari lokasi kawah agar dikosongkan.

Berdasarkan informasi, ratusan warga Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, khususnya dari Dukuh Simbar yang berada dekat Kawah Timbang, mengungsi ke sejumlah wilayah yang dinilai aman pada Minggu (29/5) malam.




Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menilai wisata di sekitar Dieng tidak perlu ditutup, berkaitan dengan meningkatnya status Gunung Dieng menjadi siaga.

Hal tersebut dikatakan Dirjen Destinasi Pengembangan Pariwisata Kemenbudpar, Firmansyah Rahim, saat ditemui di Jakarta, Senin (30/5/2011).

“Tidak perlu ditutup. Tapi pengawasan diperketat dan dibatasi orang yg mau berkunjung ke Dieng,” katanya.

Firmansyah mengungkapkan, Disbudpar Jawa Timur telah bergerak cepat dengan melakukan berbagai hal, di antaranya berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Kesigapan dinas terkait sangat cepat dengan bekerjasama dengan lembaga terkait untuk mengatasi maslah ini,” ujarnya.

Sebelumnya, pengelola wisata Telaga warna dan Dieng Plateau Teater, Wignyo, mengungkapkan pariwisata Dieng masih aman dan kondusif. Karena letak lokasi pariwisata 18 kilometer. Sedangkan, jarak berbahaya adalah 1 kilometer dari Kawah Timbang, tempat terjadinya gempa.




Status Gunung Dieng meningkat menjadi siaga, masyarakat yang tinggal di sekitar Dieng pun mulai dievakuasi. Lalu bagaimana dengan pariwisata di sekitar Dieng?

“Hasil koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulana Becana (BNPB) dan Pusat
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pariwisata Dieng masih aman dan kondusif,” ungkap pengelola wisata Telaga warna dan Dieng Plateau Teater, Wignyo, saat berbincang dengan Okezone melalui ponsel, Senin (30/5/2011).

Wignyo mengungkapkan, di kawasan Gunung Dieng terdapat 9 kawah. Pusat gempa berada di Kawah Timbang, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Menurut PVMBG, lokasi yang tidak aman berada sekitar 1.000 meter atau 1 kilometer dari lokasi.

Sedangkan lokasi wisata seperti Telaga Warna, Komplek Candi, Kawah Sikidang, Dieng Plateau Teater, Telaga Cebong, dll berada sekitar 18 kilometer dari lokasi. “Radius 1 kilometer (dari Kawah Timbang) tidak boleh dilalui. Sementara obyek wisata 18 kilometer, jadi sangat aman,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wignyo mengungkapkan wisatawan lokal dan mancanegara tidak berkurang dengan adanya kejadian ini. Bahkan, pada tahun ini jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar