Minggu, 19 Juni 2011

Sejarah Komunitas PUNK [Must See, Jangan Pandang sebelah mata]


Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.



Punk

Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.

Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.

Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.



Gaya hidup dan Ideologi

Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).
Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).

Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.

Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.


Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.



Punk dan Anarkisme

Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.

Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.

Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.

Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).

Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk.




Punk

Budaya punk adalah sub-budaya yang berkembang daripada muzik rock punk. Pemberontakan dan “anti-establishment” berkait rapat dengan budaya ini, yang bermula di New York, London dan kemudiannya tersebar dan menjadi popular pada tahun 1977 di kalangan remaja. Pengaruh punk telah tersebar ke seluruh dunia sejak itu dan berkembang menjadi beberapa sub-budaya lain seperti hardcore punk, Oi!, psychobilly, goth, emo, pop punk dan sebagainya.

Sejarah

Budaya ini pada awalnya berunsurkan politik berhaluan kiri dan anarki. Kebanyakannya diikuti oleh belia kelas bawah (terutamanya punk di London). Kemudian ianya berkembang menjadi budaya yang didefinisikan melalui fesyen, muzik, seni, media dan kelakuannya tersendiri, yang selalunya mengejutkan, gelap dan berunsur pemberontakan.
Rock punk berpengaruh besar dalam mempopularkan budaya punk; muzik seakan-akan punk bermula di Amerika Syarikat pada lewat 1960-an, dan dipanggil proto-punk, namun rock punk secara amnya bermula di New York dengan kugiran punk seperti The Ramones dan Blondie pada tahun 1976, dan mula mendapat perhatian dari media apabila band seperti the Sex Pistols dan The Clash di London meledak pada tahun 1977.
Liputan media di kebanyakan konsert dan “scene” punk mendedahkan fesyen, muzik dan budaya pengikut-pengikut punk kepada remaja pada masa itu dan menjadi ikutan kepada generasi baru golongan belia yang mula bosan terhadap rock n roll “mainstream”, muzik disko dan budaya hippie 1960-an. Di samping memberontak terhadap masyarakat, remaja punk juga memberontak terhadap kepercayaan hippie yang optimistik dan idealistik, seperti cinta dan keamanan, dan pengambilah dadah (walaupun sebilangan besar golongan punk di-stereotaipkan sebagai penghisap dadah). Muzik punk yang pantas, bingit, dan kasar menjadi igauan ngeri ibu bapa dan mencerminkan keadaan remaja pada tahun 1977 dan tahun-tahun berikutnya. Ramai yang beranggapan budaya punk yang ganas merosakkan akhlak remaja, dan menggalakkan kegiatan jenayah.
Pada awal 1980-an, budaya punk mula terpecah menjadi beberapa sub-budaya lain seperti Hardcore Punk di Amerika yang lebih kasar dan berunsurkan politikal, New-wave, goth, dan sebagainya. Meskipun tidak lagi popular pada dekad seterusnya di dalam media, punk bertanggungjawab dalam mengembangkan budaya lain seperti kegilaan rock alternatif dan grunge pada awal 1990-an, pop punk, emo dan juga Budaya Indie yang popular pada tahun-tahun kebelakangan ini.

Fesyen Dan Stereotaip

Fesyen punk
Fesyen punk merangkumi pelbagai aspek, dan dipopularkan oleh kebanyakan band punk seperti Sex Pistols, Dead Kennedys dan Blondie, dan juga oleh pereka fesyen punk terkenal Vivienne Westwood dan Malcolm McLaren. Pengikut punk mempunyai penampilan yang berbeza-beza namun kebanyakannya sengaja berpakaian untuk menunjukkan keberanian dan mesej punk mereka yang mengundang kontroversi.
Budaya punk yang meledak pada tahun 1977 memperkenalkan jeans dan pakaian yang telah dikoyak, boot Doc Martens, pakaian serba hitam, seluar ketat (skinny pants), rambut fesyen Mohawk, stail terpacak, dan juga rambut yang diwarnakan dengan pelbagai warna (menentang rambut panjang hippie). Jaket rockers, tali pinggang studded, T-shirt tanpa lengan, pop art sinonim dengan fesyen punk. Pengikut punk juga membuat tatu dan menindik bahagian badan mereka. Aksesori seperti rantai besi, gelang tangan spikes, pins, lencana, simbol Nazi, salib terbalik dan Anarki, juga popular. T-shirt punk selalunya mempunyai slogan politik, mengejutkan dan offensif. Selain itu, sebilangan punk juga mengenakan fesyen S&M, memakai solekan tebal, dan cross-dressing. Jenama seperti Chuck Taylors, Doc Martens, Nike dan Adidas popular di kalangan pengikut punk.
Pada tahun 1990-an dan 2000-an fesyen Skate-punk popular di kalangan remaja, dipopularkan oleh band seperti Blink 182, Nofx dan Green Day. Fesyen Skate-punk yang lebih sederhana lebih kepada hoodies, beanie hat, seluar pendek dan baggy, aksesori skating, T-shirt band, dan stail rambut mohawk dan terpacak yang tipikal. Pada tahun 2004, Green Day dan band band emo yang lain memperkenalkan imej punk yang baru, seperti pakaian serba hitam, tali leher, seluar ketat, eyeliners, dan stail emo.
Pada awal 1980-an, walaupun medapat imej negatif, golongan punk menjadi tarikan pelancong dan juru gambar di London disebabkan fesyen dan kelakuan mereka. Di awal mereka mula mendapat perhatian, punk mendapat serangan hebat oleh golongan masyarakat dan juga pengikut sub-budaya lain seperti skinheads, mods, bikers, dan metalhead. Di samping itu pengikut punk juga sering menyerang pengikut muzik disko dan sesiapa saja yang dianggap "hippie".

Muzik

Rock punk

Rock punk merupakan genre muzik yang bermula dari atittuted dan fahaman anti-establishment dalam sekitar 60-an. Momentum besarnya meledak pada lewat 70-an dalam dunia muzik (terutamanya muzik rock). Kehadiran muzik rock punk pada lewat 70-an telah membawa ledakan muzik yang besar hingga ke hari ini. Band yang memulakan rock punk, The Ramones telah membawa dimensi baru muzik rock dalam eranya. Rock n roll yang pantas dan tidak kompleks, tidak banyak polishing bunyian dan berkarat (raw). Seterusnya Sex Pistol di Britain dan the Clash membuka lembaran rock dalam suasana punky dan rebelious, dan mempopularkan budaya punk. Bad Religion yang politikal, Nofx yang sarkastik, The exploited yang anarki sehinggalah kepada R.E.M yang puitis.

Rock punk di Malaysia

Di Malaysia rock punk dimulai dengan rakaman album dari The Pilgrims (nama asalnya Hijrah) pada 1992. Album berjudul "Perfume Garden" adalah ledakan awal muzik bercorak rock punk dalam peta muzik Malaysia. Walaupun Carburetor Dung lebih senior. Carburetor Dung kemudiannya merilis sebuah album di bawah label VSP berjudul "Songs for friends" pada 1993. Subculture pula dengan album "Love and hate" di bawah naungan label yang sama. Sekitar 1997, muncullah band kontroversi punk era pasca moden pop iaitu Marionexxes. Kewujudan mereka tidak diketahui ramai, hinggalah terjadinya kes filem lucah pertama di Malaysia.
Angkatan band lain yang membawa aliran yang sama tetapi dalam ruang legar muzik bawah tanah sebenarnya mula band-band awal seperti the Bollock, acid rain, The expired, Splatters, A.C.A.B, Chaos Head Vomit, ART dan lain-lain.Muzik punk juga merupakan pencetus awal kepada gerakan muzik yang digelar alternatif. Alternatif dengan nama yang berbeza-beza seperti collage rock/rock alternatif/post-punk dan indie rock merupakan revolusi muzik rock punk yang berakar umbi membentuk sub-genre yang pelbagai. pengiat alternatif di Malaysia juga tidak terlepas elak dari pengaruh punk dan rock n roll.Sub-genre alternatif sepertiGrunge,post-grunge,post-rock,indie pop,power pop,nu metal, hardcore punk,industrial,pop punk,emo, punk revival, ska dan surf merupakan sinambungan muzik rock punk yang divariasi.
Rock punk di Malaysia tika ini mengalami beberapa peningkatan. Ada yang berjaya memasuki pasaran mainstream seperti ABoi, The Pilgrims, The Official, A.C.A.B dan juga Skin. Ada di antara band-band ini masih aktif dan ada juga telah berkubur. Dalam sirkut underground dan indipendant, muzik rock punk berkembang pesat dalam peta muzik Malaysia.

Senarai band-band rock punk di Malaysia

  • The Pilgrims
  • Marionexxes
  • Subculture
  • Y2K
  • Nuras
  • The Royal Stoneriver
  • One Buck Short
  • Carburetor Dung
  • JBH
  • LUNATIC CHAOS( MIZI)
  • Stubborn (baru)
Rock punk
Asal stilistik:Rock 'n' roll - Rockabilly -Garage rock - Frat rock -Psychedelic rock - Pub rock - Glam rock -Protopunk
Asal budaya:pertengahan 1970-an Amerika Syarikat, United Kingdom, dan Australia
Alat muziktipikal:Vokal - Gitar - Bes - Dram- kadang-kadang dengan alat music lain
Kepopularan arus perdana:Menduduki tangga teratas di UK pada penghujung 1970-an. Kejayaan komersial antarabangsa pop punk dan ska punk, pertengahan 1990-an hingga 2000-an.
Bentuk-bentuk terbitan:New Wave - Post-punk - Rock alternatif - Emo
Subgenre-subgenre
Anarcho-punk - Art punk - Garage punk - Gothic rock - Glam punk - Hardcore - Horror punk - Oi! -Riot Grrrl - Skate punk - Christian punk - Nazi punk
Genre-genre gabungan
Anti-folk - Celtic punk - Chicano punk - Cowpunk -Deathrock - Folk punk - Pop punk - Psychobilly -Punkabilly - Punk blues - Ska punk - 2 Tone


Seni Visual Dan Kelakuan

Punk mempunyai seni dan stail artistik tersendiri. Seperti muzik dan fesyen punk, Seni Visual mereka sarat dengan mesej yang politikal, mengejutkan dan bersifat anti-seni. Pada awalnya Seni Visual punk digunakan dalam muka album punk, majalah (zines) dan T-shirt. Seni Visual punk diinspirasikan oleh montaj dan kolaj Pop Art yang dipopularkan oleh Andy Warhol, dan pada awal 1980-an mula digunakan di dalam majalah, album artis dan poster mainstream yang bukan punk.
Antara filem-filem yang berkaitan dengan budaya ini adalah filem Rock & Roll High School, The Great Rock & Roll Swindle, Another State Of Mind, Sid & Nancy, dan juga dokumentari Filth & the Fury.
Konsert-konsert punk mula mempopularkan tarian Pogo dan "slam-dancing" di kebanyakan konsert rock di-samping "moshing", "stage-diving", "crowd surfing" dan kebanyakan kelakuan lain di dalam konsert rock.

Gaya Hidup Dan Komuniti

Kebanyakan punk mempunyai "scene" (komuniti) mereka tersendiri terutamanya di bandar besar. Scene di New York, London dan kemudiannya di San Francisco Bay Area adalah antara komuniti punk yang terawal menjadi terkenal. Kebanyakannya bersifat underground, di mana kebanyakan pengikut muzik punk adalah anti-komersial dan berusaha untuk mengekalkan keaslian (authenticity) budaya mereka supaya tidak menjadi terlalu mainstream dan komersial, dan faktor inilah yang meneyebabkan kebanyakan band punk kurang mendapat perhatian daripada peminat muzik rock umum. Band -band seperti Sex Pistols dan The Ramones kurand dikomersialkan dan hanya mencapai "cult status". Populariti band seperti Green Day menyebabkan mereka dilabel sebagai "poser" dan ditentang oleh pengikut punk yang fanatik.

Remaja punk menunjukkan pemberontakan politik melalui muzik

Sejarah Komunitas Punk Jakarta
Pengantar Redaksi: esai ini merupakan hasil olahan dan ringkasan dari sebuah skripsi tentang komunitas punk di Jakarta yang diselesaikan oleh penulis di jurusan Sosiologi Universitas Indonesia pada tahun 2007. Catatan kaki dan berbagai referensi rujukan untuk keperluan pemuatan online ini tidak dimasukan. Esai panjang ini dipisahkan dan dimuat dalam empat seri.

Ilmuwan dan penulis Stacey Thompson di dalam bukunya Punk Productions; Unfinished Business memberi ilustrasi yang baik dalam merekonstruksi sejarah punk di Amerika dan Inggris. Ia membagi tujuh periode punk di Amerika dan Inggris berdasarkan scene-scene besar seperti the New York Scene, the English Scene, the California Hardcore Scene, the Washington D.C. (First Wave Straight Edge), the New York Hardcore Scene (Second Wave Straight Edge), the Riot GRRRL Scene, the Berkeley/Lookout! Pop-Punk scene. Karya Thompson ini sangat baik menguraikan dinamika ekonomi-politik pergerakan punk bersama segi estetika komunitas di Amerika dan Inggris.

Sementara Legs Mcneil dan Gillian Mcain dalam buku mereka Please Kill Me, The Uncensored Oral History of Punk (1997), melakukan kompilasi wawancara sejarah lisan (oral history) mengenai punk mulai dari era 1967 sampai dengan 1992. Mereka melakukan wawancara dengan lebih dari seratus pelaku di komunitas punk Amerika dan Inggris. Mulai dari Mariah Acquair mantan pekerja di bar CBGB, Malcolm Mclaren manajer band Sex Pistols, Joe Ramone dan seluruh personil band The Ramones sampai dengan Andy Warhol designer grafis aliran “pop”. Salah satu buku punk lain yang terpenting ditulis oleh Craig O’Hara dengan karyanya “Philosophy of Punk” (1997) yang memberikan pemahaman mendasar mengenai punk sebagai sebuah counterculture.

Dinamika perkembangan komunitas punk di Jakarta sebagai sebuah counterculture tidak terlepas dari hubungan yang terjalin dengan komunitas counterculture punk di Barat. Perkembangan gerakan counterculture terjalin melalui hubungan saling-silang pertukaran ide, pengaruh dan inspirasi secara transmitif dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya. Seperti ditulis Dan Joy (2004), hubungan antar kelompok counterculture dari masyarakat yang berbeda bisa terbentuk melalui kontak langsung, mediasi, dan resonansi.

Untuk memahami komunitas punk Jakarta, penjabaran dari waktu ke waktu diperlukan. Pembabakan diperlukan agar sejarah dengan dimensi waktunya yang bersifat diakronik dan berhadapan dengan batas dimensi ruang yang bersifat sinkronik bisa dipahami, sehingga memungkinkan penelurusan lebih mendalam secara sosiologis.

Para pelaku komunitas punk dapat dilihat melalui individu (orang-perorang) dan kelompok (secara kolektif) seperti band atau geng (tongkrongan). Selanjutnya, meminjam Stacey Thompson, pelaku dalam komunitas punk secara historis dipengaruhi oleh empat unsur utama di dalam counterculture punk, yaitu a) musik, b) fashion (busana), c) tongkrongan dan d) pergerakan (pemikiran). Keempat unsur ini hadir di dalam komunitas punk tidak pada saat bersamaan.

Akhir tahun 1980-an: Periode Pra-Punk Jakarta

Pada periode ini, deklarasi eksistensial akan adanya komunitas Punk Jakarta secara individual maupun kelompok belum dapat ditemukan. Tidak mengherankan karena, seperti ditulis Wendi Putranto (2004), genre musik yang sedang berkembang pada periode akhir 1980-an itu adalah genre musik thrash metal. Roxx, Adaptor, Mortus, Sucker Head, Painfull Death, Rotor adalah beberapa band tanah air yang penting yang ada pada era ini. Wendi Putranto juga mencatat bahwa eksistensi scene musik thrash metal ini tidak terlepas dari pentingnya keberadaan Pid Pub sebagai tempat pertunjukan musik yang terletak di pertokoan Plaza Pondok Indah di Jakarta Selatan. Uniknya, Pid Pub sebagai lokus interaksi para pelaku musik secara tidak langsung juga menciptakan pra kondisi bagi lahirnya generasi punk pertama di Jakarta. Banyak diantara penggemar-penonton musik thrash metal di Pid Pub yang kemudian menjadi pionir-pionir berdirinya generasi punk pertama di Jakarta.

Beri, vokalis Anti Septic - band punk berpengaruh di kalangan komunitas punk Jakarta, menuturkan pada saya bahwa di masa SMA ia kerap hadir pada acara-acara yang berlangsung di Pid Pub. Di sanalah Beri bertemu dengan Acid, juga seorang penggemar musik metal . Mereka berdua inilah yang nantinya membentuk salah satu band pionir generasi pertama punk di ibukota.

Fashion sebagai salah satu elemen penting di komunitas punk sudah dapat ditemukan pada periode pra- punk ini. Dandanan punk dengan menggunakan jaket ala The Ramone sudah terlihat. Kehadiran punk di era tahun 1980-an juga terlihat pada film ”Menggapai Matahari” dengan pemeran utama Rhoma Irama. Dalam film itu punk digambarkan sebagai kelompok yang berperilaku deviatif. Pada salah satu bagian film, yaitu ketika Rhoma Irama manggung, terdapat figuran sekumpulan anak punk yang menghancurkan tempat pertunjukkan sebagai perusuh.

Menjelang akhir periode 1980-an terdapat peristiwa-peristiwa penting yang menandai proses terbentuknya generasi punk pertama di Jakarta. Muncul individu-individu yang dapat dicatat sebagai pionir. Nama-nama seperti Feri Blok M, Dayan The Stupid, dan Udet dari Young Offender hadir sebagai aktor-aktor awal generasi punk pertama, tentu bersama banyak nama lain.

Beri, misalnya, bertemu dengan Feri Punk dengan tongkrongannya di daerah Blok M. Di dalam kelompok tongkrongan inilah Beri untuk pertama kalinya mengetahui band punk Inggris Sex Pistols dan D.O.A, sebuah band crossover-punk. Taba, salah seorang pendiri Young Offender, mengaku pada saya bahwa dari Udet-lah ia ’berkenalan’ dan memahami punk.

Pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangan generasi pertama punk mungkin datang dari Dayan, dengan bandnya The Stupid. The Stupid sendiri acap kali disebut sebagai band pertama di Jakarta yang membawakan musik punk di sekitar akhir tahun 1989. Sosok Dayan dan The Stupid setidaknya cukup berpengaruh bagi aktor seperti Eko Idiots, Beri Anti Septic, Aca Answer, dan beberapa nama lainnya.

Eko Idiots mengutarakan kesannya mengenai Dayan dan The Stupid pada saya:

“…dulu ada band sebelum adanya Young Offender, namanya The Stupid. Itu terkenal banget vokalisnya namanya Dayan. Dia ada di setiap acara metal, dari tahun 89 acara metal udah booming kan!? Itu punk udah ada. Dulu tuh The Stupid itu kalo main, kalo dibilang gue nge-punk, itu gue ngeliat The Stupid. Gue ngeliat dia maen, dia udah nge-punk banget, gaya-gayanya, dia udah Sex Pistols banget. Malah mereka bikin baju waktu itu bukan Sex Pistols, ex pistol. Mereka udah pake kalung rantai…”

Sedangkan Beri memberikan kesaksian terhadap Dayan dan The Stupid begini:

“…iya The Stupid, dulu gua sempet nonton. Dia cuman maen sekali doang. Asal, bawain hardcore-punk aja…Tahun 91. eh taun 90, di SMA 6…hem, gak sih kalo gua bilang. Dia tuh gak terkesan punk gitu. Jadi itu band Stupid itu yah, walaupun dia gak pernah klaim (bahwa dia punk), bukan maksudnya Stupid itu gua bilang bukan band sih. Seasonan doang. seasonan sekali maen, bubar itu doang, pernah maen bubar itu doang. Pernah maen di SMA 6. jadi, waktu Roxx band maen, sebelum Roxx band maen tuh diserobot, tau gak lu….iya, jadi Roxx band belum maen nih. Lagi nyetem-nyetem, tau-tau gitarnya diambil, bass-nya diambil, mereka nyerobot maen dua lagu-atau tiga lagu gitu. Tapi asal-asalan gitu, kayak model-model sekarang nih model-model crustylah…hahaha. Ya kayak begitu gitu, nah itu bikin gua kaget juga di situ… Oh iya itu juga sih, yang agak-agak mempengaruhi gua juga sih, mereka The Stupid. Jadi gua bikin band tuh, agak-agak bukan gua pengen kayak Stupid ye. Tapi gua ngeliat personalnya mereka. Kayaknya asik aja...”

ahirnya Generasi Punk Pertama (1989/90 – 1995)

Membicarakan generasi punk pertama di Jakarta tidak terlepas dari beberapa aktor yang tergabung di dalam kelompok seperti Anti Septic, Young Offender (Y.O), South Sex(S.S) dan South Primitive (S.P). Pada periode 89/90-1995 ini Anti Septic dan Young Offender merupakan kelompok yang memiliki pengaruh besar terhadap dinamika komunitas punk ini.

Anti Septic dapat dikatakan sebagai band punk pertama Jakarta. Setidaknya ini dapat dilihat dari keterlibatan Beri di Pid Pub, dan keterlibatan Anti Septic di acara musik scene thrash metal di tahun 1990 yang diadakan oleh MOTOR (Morbid Trasher Organization).

Sedangkan Young Offender merupakan kelompok tongkrongan (kolektif) pertama di Jakarta. Selain itu, Young Offender juga dapat dikatakan sebagai kelompok pertama pengorganisasi acara musik khusus punk.

Terbentuknya Anti Septic tidak terlepas dari persahabatan yang terjalin diantara Beri dan Acid. Di awal tahun 1990, Beri bertemu kembali dengan Acid di sebuah acara musik di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Waktu itu, Acid (gitar/vokal) bersama Codot (bass) dan Gandung (drum) yang bergabung dalam band Dickhead tampil di situ. Dickhead membawakan lagu-lagu dari kelompok punk Barat yang legendaris, Misfit dan Exploited. Saat Dickhead membawakan lagu ”Fucking U.S.A” dari Exploited, Acid lupa lirik lagu yang dibawakannya itu. Akhirnya, Acid meminta penonton untuk membantu dia menyanyikan lagu itu.

Beri yang berada diantara penonton naik keatas panggung, menyanyikan lagu ”Fucking U.S.A.” bersama dengan Dickhead. Selesai manggung, Acid menghampiri Beri, mengajaknya untuk membentuk band baru. Anti Septic terbentuklah sebagai band punk pertama dan sejarah generasi pertama mulai terukir. Berbeda dari Dickhead atau the Stupid yang sifatnya seasonal, Anti Septic secara konsisten mengibarkan bendera punk.

Panggung pertama Anti Septic adalah di Gelanggang Remaja Bulungan Jakarta Selatan dalam acara MOTOR (Morbid Thrasher Organization). Di sana, penonton yang didominasi musik thrash metal mentertawakan mereka, karena musik yang mereka mainkan berbeda dengan trend. Selain itu, penampilan personil Anti Septic dengan potongan plontos amat kontras dengan mayoritas pecinta musik thrash. Aksi panggung Septicyang melompat-lompat dan melakukan stage diving juga menjadi bahan tertawaan. Aksi pertama Septic ini hanya didukung oleh sekitar 12 orang penonton yang ikut bernyanyi dan melakukan slam dancing di depan panggung.

Peristiwa penting terjadi setahun kemudian saat Anti Septic bermain di Granada (Graha Purna Yudha) dalam acara Rock and Rhytm. Ketika itu, formasi Septic sudah berubah. Pemain bass, Codot, mengundurkan diri dan digantikan oleh Lukman Buluk. Lukman Buluk pada tahun 1990 merupakan 1 dari 12 orang yang menonton Septic di acara MOTOR di GOR Bulungan itu.

Tanpa diduga oleh Beri dan Acid, para penonton yang mendukung mereka bertambah besar jumlahnya. Sebelum pertunjukkan di Granada ini mereka biasanya hanya di dukung paling banyak 30 penonton. Di Granada, untuk pertama kalinya, Septic bermain dihadapan lebih dari 100 penonton. Ternyata penampilan mereka di Granada sudah ditunggu-tunggu oleh penonton para pencinta musik crossover punk ini. Acara musik menjadi kisruh, para pendukung Septic melakukan slam dancing dan moshing. Acara pun berubah menjadi arena lempar bangku. Panitia acara meminta Septic berhenti bermain. Namun mereka menolak, penonton pun meminta mereka meneruskan bermain satu lagu. Peristiwa ini menjadi momen penting menandakan bahwa komunitas punk mulai tumbuh.

Pada tahun 1992 terdapat sebuah klub di bilangan Pancoran-Gatot Subroto bernamaBlack Hole. Tempat ini sering didatangi oleh anak-anak metal Jakarta. Beri sendiri sering menghadiri acara-acara di klub tersebut. Musik-musik yang dimainkan di Black Holeterutama adalah Nirvana, Pearl Jam, dan Jane’s Addiction sampai dengan musik progresif. Di klub inilah untuk untuk pertama kalinya Beri bertemu dengan segerombolan anak punk dengan dandanan ala Sex Pistols dan The Exploited.

Black Hole menjadi saksi sejarah terbentuknya kelompok tongkrongan punk Jakarta pertama. Gerombolan yang diidentifikasi oleh Beri tersebut adalah anggota Young Offender. Young Offender dengan rambut spiky hair dan mohawk-nya memulai eksistensi mereka dengan mengisi acara di Black Hole. Submission, salah satu band di bawah payung kelompok Young Offender, dengan Ondy sebagai vokalisnya, menjadi band tetap di sana. Mereka membawakan lagu-lagu band-band Inggris mulai dari Sex Pistols, The Exploited, GBH dan Blitz. Maka, tahun 1992 ini mencatat lahirnya dua kelompok berpengaruh di periode generasi pertama punk Jakarta: Anti Septic sebagai band punk pertama dan Young Offender sebagai kelompok-tongkrongan punk pertama di Jakarta

MarJinal


Komunitas

Dalam seminggu ini, kami tersajikan lagu-lagu, yang sudah barang tentu pernah didengar, kembali diperdengarkan. Pertama kali lagu ini didengar dari mulut pengamen yang bergaya punk, dan seringkali mereka nyanyikan. Teman memberitahu bahwa lagu tersebut berjudul Aparat dan Negri Ngeri sekaligus memutarkannya hasil dari download dari internet.

Memang lagu ini ceria, dan kalau saya dengar di bis, kaki kontan goyang-goyang ikuti irama. Dan, setelah mendengar lagu lengkapnya, terdengar amat familiar di telingaku. Kedua lagu tersebut persis lagu Rancid dan Green Day, entah judulnya apa tapi pernah denger, maklum saya suka dengan kedua band punk dan elternative tersebut. Dan entah pula kapan lagu ini beredar, apakah tahun 1998 seperti lagu revolusi. Sepertinya iya, karena pada lagu Aparat masih mengusung Timor Timur.

Band Marjinal ini mengaku mereka sebagai: MARJINAL
Komunitas Marjinal lahir tidak lepas dari kondisi masyarakat yang tertindas. Dan perlu diketahui bahwa Marjinal tidaklah sebuah group band (walaupun rockstar semuanya he he hee) tetapi Marjinal lebih mengaktualisasikan dirinya debagai komunitas.
Marjinal juga terkenal sebagai Taring Babi, AFRA (Anti Fasis Anti Rasis), dan Tempe Quality. Ini mempunyai arti bahwa mereka ingin menghancurkan system kepakeman yang berlaku sekarang ini.
Marjinal adalah komunitas yang terbuka untuk siapa saja yang ingin ikut melawan penindasaan dengan acara yang independen, kreatif, dan adil.

Kegiatan
Selain bermusik, Marjinal juga terlibat aktif dalam gerakaan perlawanan terhadap system yang menghegemoni. Marjinal sering melakukan pengorginisiran dan bekerja sama dengan komunitas yang lain. Marjinal juga melakukan perlawanan lewat graffiti, cukil, sablun, emblem, pin, dan rumah komunitas marjinal selain sebagai ‘home base’ juga sebagai media pendidikan dan distro.

Kontak
a: Jl. Moh Kafi II, Gg Setiabudi No. 39,
Rt.11, Rw.8 Srengsengsawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan
12640, Indonesia
t: 021-7270666

Originally Posted by MARJINAL
Band yang tidak hanya bermusik ini, lirik-lirik yang tersajikan berbau politik. Mengiklankan sebuah emansipasi dan kritik terhadap negeri tercintanya, Indonesia. Baca deh lirik lagu Negri Ngeri:
Lihatlah negeri kita
Yang subur dan kaya raya
Sawah ladang terhampar luas
Samudera biru

Tapi lihatlah negeri kita
Yang tinggal hanyalah cerita
Cerita dan cerita, terus cerita…

Chorus:
Pengangguran merebak luas
Kemiskinan merajalela
Pedagang kaki lima tergusur teraniaya

Bocah-bocah kecil merintih
Menghabiskan waktu di jalanan
Buruh kerap dihadapi penderitaan

Inilah negeri kita
Alamnya kelam tiada berbintang
Dari derita dan derita menderita…

Sampai kapankah derita ini
Yang kaya darah dan air mata
Yang senantiasa mewarnai bumi pertiwi

Dinodai
Dikangkangi
Dikuasai
Dijajah para penguasa rakus

Dinodai
Dikangkangi
Dikuasai
Dijajah para penguasa rakus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar