Kamis, 11 Agustus 2011

China Kembali Jatuhkan Hukum Kerja Paksa Kepada Pendeta

China Church Leader Sentenced to Hard Labor


A Chinese house church leader has been sentenced to two years in a labor camp for illegally holding religious meetings.

The Associated Press reported that Pastor Shi Enhao, deputy chairman of the Chinese House Church Alliance, was sentenced over the weekend after being arrested June 21 in the eastern city of Suqian.

Authorities say the 55-year-old is guilty of "illegal meetings and illegal organizing of venues for religious meetings."

The Texas-based human rights group China Aid says the charges stem from his work as pastor of a large house church.

"It's kind of anticipated persecution, but not to the degree that he was treated," Bob Fu, president of China Aid, told The Christian Post.

"His lawyer was denied access to visit him, so these are totally violations of Chinese law," he said. "So in that sense it's a surprise to me, but in terms of the persecution they are facing...it's just intensified recently."

"I think he's a part of the target by the Chinese central government to take down because of his leadership role in the Chinese house-church movement," Fu concluded.

The church's several hundred thousand members meet in many different sites around the city.

Police also ordered the church to stop meeting and confiscated the congregation's car and nearly $22,000 in donations.

http://www.cbn.com/cbnnews/world/201...to-Hard-Labor/



Pihak otoritas pemerintah Cina kembali menjatuhkan hukuman kepada seorang pendeta dengan alasan yang sama seperti biasanya yaitu menjalankan kegiatan keagamaan secara ilegal. Hal inilah yang sedang diteliti oleh sebiah kelompok monitoring kebebasan beragama terhadap banyaknya kasus seperti ini di Cina.

Dirilis cbsnews.com, kelompok monitoring China Aid Association berbasis di Mydland Texas Amerika Serikat tersebut menyatakan bahwa seorang pemimpin gereja protestan di kota Cina, dijatuhi hukuman kerja paksa selama 3 tahun karena dinilai bersalah mengadakan acara keagamaan yang oleh pihak berwenang dinyatakan ilegal.

Pendeta bernama Shi Enhao berusia 55 tahun itu, divonis akhir pekan lalu setelah ditahan sejak 21 Juni silam di kota di timur China, Suqian. Hukuman yang dijalankan di kamp pekerja biasanya diambil tanpa proses pengadilan. Penjatuhan hukuman biasanya dilakukan sepihak dan hanya berdasar rekomendasi polisi, dan ironisnya masa hukuman bisa saja diperpanjang.

Pihak kelompok monitoring itu menyatakan bahwa hukuman terhadap Enhao merupakan bagian dari upaya pemerintah China untuk menekan gereja-gereja "bawah tanah" yang dilaporkan terus meningkat aktivitasnya.

Hal itu diperkuat oleh posisi Pendeta Shi yang juga menjadi wakil ketua Chinese House Church Alliance, sebuah perkumpulan nasional jemaat Kristen Cina yang bekerja sebagai medium penguatan dan pelayanan untuk setiap umat yang ditekan oleh pihak otoritas Cina. Satu posisi yang semakin membuatnya diperhatikan secara ketat oleh otoritas Cina.

Kesetiaan dan jiwa pelayanan yang tinggi untuk para misionaris di Cina begitu mempesona hati kita, bahwa janji keselamatan dari Tuhan Yesus terus disuarakan ditengah tekanan para pemerintah yang belum terselamatkan dan mendengar kabar sukacita Firman Tuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar