Jumat, 08 Juli 2011

Yuk Jalan - Jalan Ke Central Park Manhattan, New York City, Amerika Serikat





Jenis :Taman umum (Departemen Taman dan Rekreasi New York City) Lokasi :Manhattan, New York City, Amerika Serikat Koordinat :40°46′55″LU,73°57′58″BB Luas :3.4 km² Dibuka :1859 Pengelola :Central Park Conservancy Status :Sepanjang tahun




PETA
ABOUT CENTRAL PARK

Central Park adalah taman umum yang luas di Manhattan, New York City. Luasnya 3,41 km² dengan bentuk lahan persegi panjang (panjang 4 km, lebar 800 m). Setiap tahunnya, taman ini dikunjungi sekitar 25 juta orang, dan sekaligus taman yang paling banyak didatangi orang di Amerika Serikat.
Central Park termasuk salah satu taman terkenal di dunia, karena taman ini sering dijadikan lokasi film dan bahan liputan di televisi. Pengelolanya adalah organisasi swasta nirlaba Central Park Conservancy yang dikontrak oleh Departemen Taman dan Rekreasi New York City.
Di sisi utara, Central Park berbatasan dengan West 110th Street (lebih dikenal sebagai Central Park North), di sisi barat berbatasan dengan Central Park West, di sisi selatan dengan West 59th Street (Central Park South), dan di sisi timur dengan Fifth Avenue. Jalan di sisi timur taman tidak pernah disebut sebagai "Central Park East", melainkan tetap Fifth Avenue. Di sekeliling taman terdapat bangunan-bangunan mewah dan merupakan kawasan dengan harga tanah yang tinggi.
Taman ini dirancang oleh Frederick Law Olmsted dan Calvert Vaux. Keduanya juga dikenal sebagai perancang Taman Prospect di Brooklyn yang letaknya berdekatan. Walaupun terlihat alami, lansekap Central Park sepenuhnya hasil campur tangan manusia. Di dalam taman terdapat danau buatan dan kolam, jalan setapak, dua arena es skating, kawasan lindung hewan liar, lapangan rumput, dan arena bermain untuk anak. Central Park sering didatangi burung migran sehingga menjadi tempat favorit bagi pengamat burung. Panjang keseluruhan jalan-jalan di dalam taman adalah 10 km. Pengunjung ramai berjogging, bersepeda, atau bersepatu roda, terutama di akhir pekan atau sejak pukul 19.00 setelah kendaraan bermotor dilarang lewat.





History

Central Park tidak termasuk dalam Rencana Komisaris 1811 untuk pembangunan daerah Manhattan. Namun, jumlah penduduk New York City menjadi hampir berlipat empat antara tahun 1821 dan 1855. Kota menjadi semakin sesak, dan penduduk berdatangan ke sedikit ruang terbuka yang ada, terutama ke kuburan untuk menjauhkan diri dari kebisingan kota.
Pada tahun 1844, kebutuhan ruang terbuka bagi warga kota disuarakan oleh William Cullen Bryant, penyair sekaligus editor Evening Post (sekarang disebut New York Post), dan arsitek lansekap Amerika Serikat yang pertama, Andrew Jackson Downing. Penduduk berpengaruh di kota New York merasakan perlunya taman yang bergaya untuk menikmati udara segar sambil berkendara, seperti Bois de Boulogne di Paris atau Taman Hyde di London. Pada tahun 1853, dewan kota New York menetapkan kawasan seluas 283,28 hektare (2,8 km²) dari 59th Street hingga 106th Street senilai AS$5 juta untuk dijadikan taman.



Pembangunan Taman
Pemerintah negara bagian New York membentuk Komisi Central Park sebagai pengawas pembangunan taman. Komisi mengadakan kontes desain lansekap taman pada tahun 1857. Penulis Frederick Law Olmsted dan arsitek Inggris Calvert Vaux memenangi kontes dengan rancangan berjudul "Rencana Greensward". Perjalananan Olmsted ke Eropa pada tahun 1850[1], dan kunjungannya ke sejumlah taman di Eropa diperkirakan menjadi inspirasi bagi rancangannya. Selama di Eropa, Olmsted terutama terkesan dengan Taman Birkenhead dekat Liverpool, Inggris. Taman Birkenhead yang dibuka tahun 1847 adalah taman pertama di dunia yang pembangunannya dibiayai masyarakat.

Sebelum pembangunan taman dimulai, lahan harus dibebaskan lebih dulu dari penduduk yang sebagian besar orang miskin. Sebagian besar penduduk terdiri dari mantan budak Afrika-Amerika yang sudah merdeka, dan orang keturunan Jerman atau Irlandia. Sebagian di antaranya tinggal di perkampungan kecil seperti Desa Seneca, Harsenville, Distrik Piggery, atau Biara Sisters of Charity. Pada tahun 1857, sekitar 1.600 jiwa harus pindah setelah tanah tempat tinggal mereka dibeli oleh proyek.


Lukisan orang sedang es skating di Central-Park, 1862
Semasa pembangunan taman, Olmsted terus menerus berbeda pendapat dengan pejabat Komisaris Taman. Pada tahun 1860, Olmsted yang dipecat sebagai Penilik Central Park. Andrew Haswell Green yang mantan Ketua Dewan Pendidikan New York City menggantikannya sebagai Ketua Komisi Central Park. Walaupun pengalamannya masih sedikit, Green berhasil mempercepat jalannya proyek. Negosiasi pembelian tanah tambahan seluas 65 hektare di utara taman antara 106th dan 110th Street juga berhasil diselesaikannya. Sekarang, kawasan utara taman dan Danau Harlem (Harlem Meer) sering dianggap orang sebagai bagian taman yang paling indah.
Antara tahun 1860 dan 1873, pembangunan taman sudah hampir selesai. Sejumlah 14 ribu meter kubik tanah dibawa dari New Jersey sebagai pengganti tanah lapisan atas yang kurang sesuai. Ketika pembangunan secara resmi dinyatakan selesai pada tahun 1873, lebih dari tanah dan batu yang digali dari taman berjumlah sekitar sepuluh juta gerobak, dan harus dibuang ke tempat lain. Ketika dibuka, Central Park memiliki sekitar 4 juta pohon yang mewakili 1500 spesies.

Keadaan di abad ke-20

Setelah selesai, Central Park dengan segera menjadi rusak. Salah satu penyebab adalah kalangan birokrat Tammany Hall yang mendominasi kekuasaan politik New York pada waktu itu.
Pada awal abad ke-20, Central Park menghadapi masalah baru berupa polusi udara dengan semakin banyaknya mobil. Pengunjung juga tidak lagi datang ke taman untuk sekadar berjalan-jalan dan piknik mencari ketenangan, melainkan juga ke taman untuk berolahraga. Pemeliharaan taman menjadi terbengkalai setelah bubarnya Komisi Central Park pada tahun 1870. Andrew Green juga telah mengundurkan diri dari proyek, dan Vaux meninggal dunia pada tahun 1895. Pohon dan tanaman yang sudah mati hampir tidak pernah diganti. Rumput juga dibiarkan botak di sana-sini. Selama beberapa puluh tahun, pemerintah kota hanya sedikit berusaha mencegah vandalisme dan pengotoran yang dilakukan orang di taman.
Keadaan berubah pada tahun 1934 setelah Fiorello LaGuardia terpilih sebagai Wali Kota New York City. Sejumlah 5 dinas kota yang berurusan dengan taman digabung menjadi satu. Robert Moses ditunjuk sebagai pejabat yang bertanggung jawab atas kebersihan taman. Jabatan tersebut menjadikan Moses sebagai salah satu orang paling berkuasa di New York City.
Hanya dalam setahun, Moses berhasil mengubah keadaan menyedihkan taman-taman di New York City, termasuk di antaranya Central Park menjadi taman yang menyenangkan. Rumput dan tanaman bunga ditanam kembali, pohon dan semak yang sudah mati diganti, dinding-dinding diplester kembali, dan jembatan-jembatan diperbaiki. Selain itu, sejumlah perubahan besar juga dilakukan Moses. Waduk Croton ditimbun dan dijadikan lapangan rumput yang luas (sekarang disebut Great Lawn). Central Park yang dulunya menurut Rencana Greensward dibangun sebagai taman yang tenang diperbarui dengan pandangan modern Moses tentang taman. Moses membangun 19 lapangan untuk digunakan sebagai arena bermain, 12 lapangan bisbol dan bola tangan. Moses juga berhasil mendapat dana dari program bantuan New Deal yang dicanangkan Presiden Franklin D. Roosevelt.



Tahun 1980 hingga sekarang



Di bawah pengelolaan Central Park Conservancy, kemajuan mulai terlihat dalam usaha mengembalikan Central Park sebagai milik warga kota. Central Park Conservancy membayar pekerja lepas, dan membentuk tim kecil untuk pemugaran bangunan, memulai proyek-proyek hortikultura, dan menghapus corat-coret berdasarkan teori "Jendela Pecah"
Pemugaran Central Park diikuti perubahan mendasar di bidang manajemen. Setelah dibangun kembali pada pertengahan 1980-an, Central Park sekarang menggunakan sistem zona dengan seorang pengawas untuk setiap zona. Pemotongan anggaran pada awal tahun 1990-an menyebabkan Departemen Pertamanan kekurangan staf untuk pemeliharaan rutin. Sebagai pengganti, staf pemeliharaan diambil dari pekerja yang digaji Conservancy. Konsep "tukang kebun untuk masing-masing zona" begitu sukses sehingga keseluruhan taman sekarang dibagi menjadi 49 zona. Setiap zona memiliki seorang kepala yang bertanggung jawab atas pemeliharaan sehari-hari. Tukang kebun yang ada di masing-masing zona mengawasi pekerjaan relawan.[5] Pada tahun 2007, Conservancy sudah menghabiskan dana sekitar AS$450 juta untuk pemugaran dan pengelolaan taman, sedangkan sekitar 85% dari anggaran tahunan Central Park yang berjumlah di atas AS$25 juta berasal dari kas Conservancy.


FOTO - FOTO CENTRAL PARK






























Videonya



SUMBER

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar