Jumat, 08 Juli 2011

7 Rumah Sakit Negeri Ditargetkan Jadi RS Internasional

Jakarta, Saat ini belum banyak rumah sakit di Indonesia yang mendapatkan akteditasi internasional. Baru 4 rumah sakit swasta yang jadi rumah internasional. Pemerintah pun menargetkan 7 rumah sakit negeri untuk mendapatkan akreditasi internasional.


"Sampai saat ini baru ada 4 rumah sakit yang terakreditasi internasional dan semuanya swasta yaitu RS Siloam Karawaci, RS Bintaro Tangerang, RS Eka Hospital Tangerang dan RS Santosa Bandung," ujar Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, DrPH, MPH dalam acara peresmian MRCCC Siloam Semanggi, Kamis (7/7/2011).

Menkes menuturkan 7 rumah sakit pemerintah yang tengah didorong untuk mendapatkan akreditasi internasional yaitu:

RSUP Dr Cipto Mangunkusumo
RS Sanglah Bali
RSPAD Gatot Subroto
RS Fatmawati
RS Dr Sardjito Yogyakarta
RS Adam Malik Medan
RS Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar

Rumah sakit dengan kualitas standar internasional harus mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien dengan harga terjangkau. Badan yang melakukan pemeriksaan akreditasi untuk rumah sakit bertaraf internasional ini adalah Joint Commision International (JCI).


Biasanya pihak rumah sakit yang akan memanggil badan ini untuk mengakreditasi rumah sakitnya, apakah pelayanannya sudah sesuai dengan taraf internasional atau belum seperti dibidang safety and quality, lingkungan, penanganan limbah, gedung dan juga kebersihan.

Sertifikat akreditasi internasional ini hanya berlaku untuk jangka waktu tertentu, setelah masa berlakunya habis maka akan dilakukan penilaian kembali apakah rumah sakit tersebut masih layak mendapatkan akreditasi internasional atau tidak.

Diharapkan dengan adanya rumah sakit bertaraf internasional ini bisa membantu mencegah masyarakat yang ingin berobat ke luar negeri. Hal ini karena diperkirakan sekitar 600.000 penduduk Indonesia berobat ke luar negeri, kondisi ini setara dengan Rp 12 triliun per tahun.

Agar memiliki rumah sakit yang modern maka perlu meningkatkan kemampuan serta kualitas dari dokter dan tenaga medis lainnya, menggunakan peralatan yang canggih, perubahan dari rumah sakit itu sendiri seperti memiliki lingkungan yang khas atau asri serta cara pelayanannya.

"Dengan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dari para medis nantinya kita memiliki daya saing tinggi. Mudah-mudahan rumah sakit pemerintah bisa mendapatkan akreditasi internasional dan nantinya lebih banyak lagi," ujar Presiden Susilo Bambang Yodhoyono.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar