Rabu, 04 Mei 2011

Media AS Ragu Osama Benar Terbunuh



Keraguan mulai menyeruak pasca Presiden Amerika Serikat mengumumkan kematian Osama Bin Laden. Rakyat Amerika sendiri agaknya bertanya-tanya soal kebenaran kabar tersebut.

Pandangan itu tergambar dalam berita di harian The Washington Post yang terbit, Selasa 3 Mei 2011. Di media itu, sempat menurunkan sebuah berita berjudul “Mission launched under political, operational uncertainty.”

Didalamnya, berisikan kisah keraguan pernyataan Gedung Putih tentang kematian Osama. Dituangkan, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan provokatif tentang operasi Osama Bin Laden.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Jay Carney sempat berujar, Osama tidak bersenjata ketika ditempat oleh US Navy SEAL.

Dituliskan juga, sebelumnya Gedung Putih merilis bahwa Osama tewas dengan perisai seorang perempuan. Osama, menurut Gedung Putih, digambarkan tak bersenjata. Tapi pengungkapan lain, justru menyebutkan Osama sempat membela diri.

Di saat yang sama, tulis Thw Washington Post juga, operasi bunuh Osama itu diluncurkan ditengah ketidakpastian soal keberadaan Osama.

Direktur CIA Leon Panetta, penanggungjawab operasi, menyebut bahwa AS memang sudah memiliki foto dan bukti-bukti lain Osama tinggal di kompleks Abbottabad, Pakistan itu. Kepada majalah TIME, Leon menyebutkan keyakinan itu semula 60 persen, yang kemudian meningkat menjadi 80 persen. Tapi Leon tak yakin Osama 100 persen memang berada di sana.

“(Tapi) Kami tidak pernah memiliki bukti langsung bahwa ia (Osama) sebenarnya pernah ada atau berlokasi di sana,” kata Panetta dalam wawancara terpisah dengan PBS NewsHour.

Malah, sambung Leon lagi, pihaknya sempat mengecek lokasi Osama berada sebelumnya. “Kenyataannya adalah kita bisa pergi ke sana dan tidak ditemukan bin Laden sama sekali,” kata direktur CIA itu.

Namun Presiden Obama tetap menyetujui Operasi “Geronimo” itu. Inilah nama operasi untuk membunuh Osama tersebut.

Direktur CIA itu pun, lokasi di Abbottabad itulah tempat kesempatan yang paling bagus untuk mengetahui keberadaan Osama. Karena sudah 10 tahun, lokasi itulah yang dianggap paling sesuai.

Alhasil, ditengah ketidakpastian itulah operasi Geronimo tetap dilakukan. Tetapi, ketua Komite Intelijen DPR Amerika, Mike Roggers, mengecam cara Obama mengeksploitasi kematian Osama.

“Saya pikir kita bisa mendapat masalah jika orang mencoba untuk menyalahgunakan ini untuk keuntungan politik atau propaganda,” kata Rogers dalam sebuah wawancara telepon, seperti dirilis The Washington Post.

Yang jelas, di belahan dunia Timur, kematian Osama yang dilansir Obama juga diragukan. Pasalnya sampai kini pihak AS tak menunjukkan jenazah Osama sama sekali. Mereka justru beralasan tubuh Osama sudah dikebumikan di laut. Inilah yang membuat publik makin meragukan apakah Obama memang berhasil membunuh Osama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar