Rabu, 18 Mei 2011

AS Yakinkan Warganya, Islam & Teroris Tak Sama


SOLO- Pemerintah Amerika Serikat terus berupaya menamkan pemahaman saling pengertian mengenai Islam dan Indonesia kepada warganya. Masih banyak warga AS yang belum memahami bagaimana Islam di Indonesia, begitu pun sebaliknya.

Hal ini diucapkan Duta Besar AS untuk Indonesia, Scot Alan Marciel saat berkunjung di Pondok Pesantren Al Muayyad, Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/5/2011).

“Memang masih ada orang Amerika yang takut terhadap orang Islam karena mereka tidak mengerti tentang Islam dan teroris yang sebenarnya. Mereka masih bingung siapa sebenarnya musuh mereka itu,” jelas Marciel di hadapan ratusan santri Ponpes Al Muayyad.

Karena itu, salah satu tugas yang dilakukan Pemerintah AS saat ini adalah meyakinkan kepada masyarakatnya bahwa Islam dan teroris tidak sama.

“Apalagi dalam 20 tahun terakhir ini banyak imigran dari negara-negara Islam yang masuk ke Amerika, hal ini berdampak positif terhadap pemahaman masyarakat Amerika terhadap Islam,” terang Marciel.

Sebenarnya warga AS baik dan mau belajar termasuk soal Islam dan Indonesia. Apalagi saat ini banyak universitas di Amerika yang mengajarkan pendidikan Islam. Pihaknya juga berharap santri dari Indonesia bisa belajar ke Amerika begitu pula sebaliknya.

Sementara itu disinggung mengenai kematian Osama bin Laden, Marciel mengatakan kematian teroris nomor satu dunia tersebut sedikit membuat rasa aman. Pihaknya juga membuka dialog dengan kelompok manapun terkait Islam dan penanganan teroris.

“Kami terbuka dan siap berdialog dengan siapa pun dan kelompok manapun asalkan bukan kelompok yang suka kekerasan,” ucapnya.

Pada kesempatan itu pria yang sebelumnya pernah bertugas di Vietnam, Filipina, Hong Kong, Brasil, dan Turki itu juga mengatakan, negaranya akan terus meningkatkan investasi di Indonesia. Yang terpenting adalah investasi yang bisa menyediakan lapangan pekerjaan yang luas.

“Kematian Osama Bin Laden tidak akan mengubah apa pun termasuk soal investasi, bahkan Amerika melakukan investasi cukup besar di Indonesia,” ujarnya.

Selain mengunjungi Pondok Pesantren Al Muayyad, rombongan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta juga mengunjungi pasar tradisional Gading Solo dan Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo.

(Septyantoro Aji Nugroho/SUN TV/ton)


Komen Ts: Harus saling menghormati....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar