Rabu, 04 Mei 2011

Gawat! Tenaga Kerja Cina Mulai Banjiri Denpasar


REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR - Persaingan pencari kerja di Bali semakin ketat, khususnya di bidang pariwisata dan sektor perikanan. Itu kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena, lantaran terus masuknya tenaga kerja asing ek Bali, khususnya asal Taiwan dan China. "Mereka umumnya bekerja di sektor perikanan dan pariwisata," kata Erwin di Depasar, Selasa (3/5).

Para pekerja China dan Taiwan itu jelas Erwin, kebanyakan bekerja sebagai tenaga ahli di perusahaan penangkap ikan tuna. Sebagian dari mereka menempati posisi sebagai tenaga pemasaran dan pengendali mutu. Umumnya para pekerja itu memilih tinggal di dekat lokasi kerja mereka, yakni di kawasan Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali.

Dijelaskan Erwin, selama 2011 terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja asal China dan Taiwan yang cukup tinggi, mencapai 30 persen. 

Dibandingkan dengan 2010 jelas Erwin, pekerja asal Taiwan dan China di Bali pada 2011 mencapai 180 orang, atau mencapai sekitar 30 persen dari total naker asing di Bali yang mencapai 600-an orang.

"Selain naker China dan Taiwan, pekerja asing di Bali berasal dari Eropa, Amerika, Korea, dan Jepang. Ada beberapa orang juga berasal dari Perancis, Australia atau Brazil," katanya.

Umumnya kata Erwin, para pekerja itu telah bekerja dalam kurun waktu sudah cukup lama dan dikontrak dalam jangka menengah atau panjang, berkisar antara enam bulan hingga setahun. Karena mereka sudah lama itu pula jelas Ewin, semuanya telah memahami tatacara mengurus administrasi kependudukan di Indonesia, khususnya di Bali.

Perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing itu selalu melengkapi izin pekerjanya dan memperpanjang jika sudah habis masa berlakunya.
semakin sulit dan semakin susah bersaing kalau begini caranya cari pekerjaan lebih mementing pekerja dari luar dari pada lokal

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar