Kamis, 05 Mei 2011

Da Vinci, Alat Bedah Robotik Mudahkan Operasi

Zaman yang semakin canggih tidak hanya pada perangkat elektronik atau komunikasi saja.Pada perangkat kedokteran pun sudah memakai alat yang canggih.Seperti robot bedah yang canggih ini.Silahkan menikmati dan semoga bermanfaat bagi kaskuser semua.

BEDAH ROBOTIK: Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura memiliki satu unit Da Vinci Robotic Surgical System, untuk berbagai tindakan operasi.


Pertengahan November lalu, Parkway Group Healthcare Pte Ltd Singapore yang mengelola tiga rumah sakit, Parkway East Hospital, Gleneagles Hospital dan Mount Elizabeth Hospital menyelenggarakan Media Familiarisation Trip dan mengundang beberapa media dari Asia dan Eropa. Dalam kesempatan itu mereka mengetengahkan kemajuan 'Robotic Surgery' atau bedah robotik, yang saat ini menjadi salah satu trend dan kemajuan dalam tekonologi dunia kedokteran. Berikut laporan yang berhasil dihimpun Suara Merdeka CyberNews.

KECANGGIHAN dan kepintaran robot ternyata juga merambah dan dimanfaatkan dunia kedokteran. Salah satu perkembangan tersebut adalah bedah robotik yang sudah dipakai negara-negara yang maju dunia kedokterannya, termasuk Singapura. Dari tiga rumah sakit yang dimiliki Parkway Health, Rumah Sakit Mount Elizabeth adalah yang paling dikenal dalam menggunakan alat yang bernama Da Vinci Robotic Surgical System untuk berbagai tindakan operasi.

Dokter Ranjiv Sivanandan, 'General Surgeon' Mount Elizabeth Hospital, mengatakan, evolusi bedah robotik dirintis NASA atau Badan Antariksa Amerika Serikat tahun 1972. Saat itu, untuk pembedahan para astronotnya. Lalu Stanford Research Institute (SRI) yang pada tahun 1980-an mengembangkannya untuk Minimally Invasive Surgery (MIS). Pada 1988, muncul robot yang diberi nama Puma 560. Kemudian pada tahun 1992 digunakan Probot untuk TRUP dan Robodoc untuk operasi bedah panggul dan pada 1994 digunakan AESOP untuk bedah.

Lalu, pada 1998 muncul Zeus sebagai alat bedah robotik penuh, serta Da Vinci yang mulai digunakan tahun 2000 dan pada awalnya untuk operasi bedah radikal prostatektomi. Semula Da Vinci dikembangkan oleh Intuitive Surgical Inc, di Sunnyvale, California, Amerika Serikat yang mengembangkannya mulai tahun 1995. Saat ini RS Mount Elizabeth, sebagai salah satu rumah sakit terbaik di Asia memiliki satu buah alat bedah robotik Da Vinci.

Sayangnya, saat Media Familiarisation Trip berlangsung, para jurnalis dari Asia dan Eropa yang diundang tidak bisa melihat secara langsung alat canggih berbentuk 'console' yang memiliki beberapa lengan multifungsi tersebut, karena sedang dipakai untuk operasi.

Rumah sakit yang terletak tak jauh dari kawasan elit Orchard Road tersebut menggunakan alat itu untuk berbagai tindakan operasi. Di antaranya, penggunaan bedah robotik untuk ginekologi, atau pembedahan pada organ-organ yang berkaitan dengan sistem reproduksi wanita. Juga bedah 'thiroidectomy' seperti pengambilan kelenjar tiroid dari leher serta dan prosthatectomy seperti untuk pengambilan kelenjar prostat.




Uploaded with ImageShack.us



Uploaded with ImageShack.us


Uploaded with ImageShack.us


Uploaded with ImageShack.us

Kelebihan Da Vinci


Ada berbagai kelebihan dari bedah robotik dibanding operasi konvensional. Di antaranya lebih aman dan semakin berkurangnya rasa sakit, mengurangi risiko infeksi luka yang diderita, berkurangnya kehilangan darah dan membutuhkan transfusi yang lebih sedikit saat operasi. Juga lebih cepatnya waktu pemulihan untuk bisa kembali ke aktivitas normal serta semakin pendeknya masa tinggal di rumah sakit bagi pasien.

Sedangkan keuntungan bagi dokter ahli bedah yang mengendalikan Da Vinci, waktu operasi lebih singkat dibanding operasi biasa. Mereka juga bisa meningkatkan kebebasan gerak tatkala melakukan tindakan operasi. Selain itu, alat ini memiliki derajat gerakan lebih luas ketimbang lengan manusia, sehingga dapat melakukan gerakan-gerakan yang tepat, lebih presisi bahkan di tempat yang sangat sulit. Alat ini juga stabil dan mampu menampilkan visualisasi tiga dimensi yang diperbesar di monitor khusus yang ada.

Dokter Chin Chong Min, Urologist Rumah Sakit Mount Elizabeth mengungkapkan, dalam satu dekade ini jumlah operasi prostat dengan metode bedah robotik semakin meningkat. Hingga 2008 lalu, tercatat lebih dari 72 ribu operasi, bahkan di Amerika Serikat 90% tindakan operasi radical prostatectomies diselesaikan dengan metode bedah robotik. Di Mount Elizabeth, hingga 2009 tercatat 142 tindakan operasi prostat yang diselesaikan tanpa ada masalah.

Di Mount Elizabeth, operasi bedah robotik bisa dilakukan di hari yang sama dengan penerimaan pasien. Selain itu, waktu operasi yang dibutihkan dengan metode ini membutuhkan waktu rata-rata 202 menit (3,36 jam) dan saat ini terdapat tiga hingga empat kasus setiap bulannya. Sementara Dokter Suresh Nair, Obstetrican&Gynaecologist Mount elizabeth Hospital mengungkapkan, dalam operasi ginekologi, dokter tidak perlu membuat sayatan panjang pada bagian perut bawah wanita, seperti lazimnya dalam operasi biasa.

Untuk operasi, hanya dibutuhkan beberapa lubang yang masing-masing sebesar delapan milimeter. Lubang-lubang dibuat untuk memasukkan tangan-tangan robot Da Vinci untuk "bekerja". Dengan Da Vinci, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan. Di antaranya, myomectomy (pengambilan tumor pada uterus), hysterectomy (pemotongan uteri yang terkena penyakit), cystectomy (pengambilan kista pada ovarium), dan bahkan mengoreksi kelainan kongenital pada uterus yang mengakibatkan terjadinya keguguran berulang-ulang.

Manajer Pemasaran Senior Divisi Pemasaran dan Pelayanan Parkway Health Suwandi Leo mengatakan, selama ini pasar pasien rumah sakit di Singapura adalah 70% pasien warga Singapura dan 30% pasien internasional. "Dari 30% pasien internasional tersebut, 60% adalah pasien dari Indonesia dan yang terbesar berasal dari Jakarta," kata Suwandi. Mereka datang untuk berbagai tujuan, mulai dari sekedar konsultasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh (general check up), perawatan hingga penanganan pada penyakit yang membutuhkan pembedahan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar