Kamis, 10 Maret 2011

PKS Oposisi, SBY Bisa Jatuh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelompok-kelompok oposisi di luar struktur partai politik sangat menantikan keluarnya PKS dari koalisi. Hal ini disebabkan, PKS mempunyai basis massa riil di Jakarta, yang merupakan pusat pemerintahan.

Hal ini dikemukakan Syahganda Nainggolan, Direktur Sabang Merauke Circle, dalam pernyataannya kepada tribunnews.com, Senin (7/3/2011).

Menurutnya, kelompok lintas agama, kelompok forum rektor indonesia, kelompok Gerakan Indonesia Bersih, kelompok-kelompk purnawirawan TNI sudah menghancurkan citra SBY melalui statement-statemen mereka, antara lain, SBY pembohong, SBY pemimpin yang lemah, dan SBY tidak memperjuangkan nasib rakyat.

"Kecaman ini sesungguhnya sejalan dengan batin rakyat yang menderita saat ini. Sayangnya, kekuatan-kekuatan ini tidak mempunyai basis massa riil yang dapat dimobilisasi sebagaimana kekuatan PKS. Seandainya PKS di luar koalisi, tentu situasi Indonesia segera mirip dengan situasi Timur Tengah," kata Syahganda.

Dia menambahkan, sebenarnya format Setgab tidak akan banyak menolong SBY dalam meyakinkan publik adanya peningkatan kesejahteraan. Situasi nasional yang dihantui inflasi, serta kenaikan harga pangan dan BBM tidak akan berubah melalui reshuffle.

"Kemudian persoalan yang terjadi di pemerintahan saat ini lebih bersumber dari SBY pribadi bukan menterinya. SBY yang terlalu banyak rapat dan kurang tegas dalam memerintah adalah sumber utama lambannya keberhasilan pemerintah," katanya.

Lebih lanjut Syahganda menjelaskan, PKS bila beroposisi, maka akan seperti masa pemerintahan Gus Dur dan Megawati. Apalagi, massa PKS merupakan massa inti dalam gerakan-gerakan menjatuhkan kekuasaan.

"Jadi, itu sangat menentukan. SBY bisa jatuh atau tidak di tengah jalan," ujarnya.

Penulis: Rachmat Hidayat | Editor: Ade Mayasanto 


makanya sby kagak berani2 ngusi pks..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar