Jumat, 11 Maret 2011

Permadi: DPR Bermobil Mewah Picu Revolusi Sosial [HOTS]

JAKARTA – Banyaknya anggota DPR yang bergaya hidup mewah baik dalam penampilan ataupun berkendaraan terus mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Mantan anggota DPR Permadi mengatakan, tindakan oknum wakil rakyat tersebut dapat memicu revolusi sosial kepada masyarakat yang cemburu. Pasalnya, saat ini jumlah angka kemiskinan di Indonesia masih tinggi.


“Nanti kalau revolusi sosial terjadi, anggota DPR akan menjadi sasaran pertama rakyat yang sudah geram dengan sikap mereka selama ini,” kata Permadi kepada okezone, Selasa (8/3/2011).

Menurut dia, saat ini para anggota DPR bukan lagi menjadi wakil rakyat tetapi lebih menjadi wakil partai dan dirinya sendiri. Sehingga, mereka kerap memperkaya diri tanpa memperdulikan masyarakat.

“Saya sudah muak dengan DPR, makanya saya tidak mau lagi mencalonkan diri. Saat ini anggota DPR banyak dihuni anggota baru yang suka dengan pesta pora,” tandasnya.

Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, anggota DPR saat ini sangat dimanja oleh negara. Selain mendapatkan gaji dan tunjangan yang besar, wakil rakyat juga kerap mendapat upeti yang besar dari berbagai pihak.

“Dari upeti itu mereka bisa membeli mobil mewah. Makanya sekarang parkiran DPR seperti showroom mobil mewah,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, bukan rahasia umum lagi, kalau selama ini tempat parkir mobil di Gedung DPR sudah seperti showroom mobil mewah. Pasalnya, di sana terdapat banyak mobil yang harganya lebih dari Rp1 miliar.

Pantauan okezone di lokasi, mobil-mobil mewah tersebut memang kerap dijumpai di tempat parkir. Baik yang di halaman luar ataupun basement. Belakangan, mobil-mobil tersebut diketahui milik sejumlah anggota DPR.

Inilah harga mobil-mobil yang digunakan para anggota DPR yang dihimpun dari berbagai sumber.

Hummer H3 : Rp1,4 miliar
Mercedes Benz seri GL : Rp1,9 miliar
Lexus jenis sedan : Rp1,1 miliar
Velfire : Rp1,1 miliar
Jeep Wrangler Rubicon : Rp900 juta
Toyota Harier : Rp660 juta



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar