Sabtu, 05 Maret 2011

(KEJADIAN JUGA) GAJI tak KUNJUNG DIBAYAR,AKHIRNYA Pemain AREMA Mogok BERTANDING!


MAKASSAR - Tim Arema dalam kondisi bahaya. Ancaman mogok pemain Arema akibat belum dibayarkannya gaji selama dua bulan akhirnya dibuktikan. Noh Alam Shah dan kawan-kawan menolak melanjutkan perjalanan ke Makassar sebagai persiapan menghadapi Persipura dan Persiwa.

Aksi mogok itu berdasar kesepakatan para pemain saat mereka dalam perjalanan pulang ke Indonesia setelah mengikuti lawatan di Jepang. Dalam kesepakatan tersebut, mereka menolak berlaga melawan Persipura karena gaji dua bulan belum dibayar.

Bahkan, salah satu pemain M. Fakhrudin yang akan berangkat ke Makassar lewat Bandara Juanda bersama Roman Golian mengembalikan boarding pass ke Sekretaris Tim M. Taufan yang mendampinginya. Langkah itu dilakukan setelah dia mendapatkan kepastian lewat Noh Alam Shah. "Ini bentuk solidaritas dengan rekan satu tim. Tidak enak rasanya jika saya sendiri yang berbeda dengan teman lainnya," ucapnya.

Aksi mogok ini sebenarnya sudah menjadi bahan rasan-rasan di internal pemain sebelum mereka melakoni laga away LCA ke Jepang. Namun, para pemain masih bersabar untuk menunggu realisasi gaji yang dijanjikan akan dibayar. Janji manajemen, gaji dua bulan itu akan dibayar sebelum mereka berangkat ke Jepang pada Sabtu (26/2) lalu atau saat mereka berada di Jepang. Namun, hingga selesainya pertandingan melawan Cerezo Osaka, gaji pemain belum juga dibayar. Hal inilah yang memicu pemain bersikap tegas.

Informasinya, dalam perjalanan pulang ke Indonesia, para pemain membuat kesepakatan. Mereka tidak melanjutkan perjalanan ke Makassar. Padahal rencana awal, setelah sampai Jakarta, pemain langsung berangkat ke Makassar sebelum ke Papua.

Selain rombongan ini, ada juga rombongan dari Malang yang berangkat ke Makassar kemarin sore. Mereka adalah Sekretaris Tim Arema M. Taufan, Fakhrudin, Roman Golian, dan ballboy Ahmad Salik. Empat orang ini akan bertemu di Makassar.

Namun, Fakhrudin yang mendapat kabar aksi mogok itu juga memilih pulang ke Sidoarjo. Tepatnya sekitar pukul 16.30. Sementara Roman Golian tetap melanjutkan perjalanan, karena pemain ini tidak tahu akar persoalan yang dihadapi teman-temannya. Sedangkan saat Noh Alam Shah dan kawan-kawan sampai di Jakarta tadi malam pukul 21.00, sempat dikumpulkan oleh manajemen. Pertemuan itu dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta dengan tujuan untuk merayu pemain agar tetap bertanding.

Namun, pertemuan itu tidak membuahkan hasil. Akhirnya pemain balik ke Surabaya dengan biaya sendiri. "Ini teman-teman sudah perjalanan pulang ke Surabaya," ujar seorang pemain yang mewanti-wanti tidak disebutkan namanya.

Fakhrudin sendiri juga tidak menampik bahwa persoalan gaji yang belum dibayar membuat teman-temannya gundah. "Memang ini persoalan tersendiri. Saya juga memahami sikap teman-teman jika akhirnya tidak ikut ke Papua," tambahnya.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari manajemen Arema terkait aksi mogok pemain ini. Asisten manajer Abriadi Muhara dan Media Officer Sudarmaji ketika dihubungi ponselnya tidak aktif.

Sedangkan rombongan Arema yang berangkat dari Malang hingga tadi malam masih menunggu kedatangan tim. Sekalian untuk memastikan apakah tetap melanjutkan pertandingan ke Papua atau pulang ke Malang. Informasi lainnya, tadi malam sejumlah suporter yang telah mendengarkan aksi mogok ini juga menjemput pemain dari Bandara Juanda. Mereka urunan untuk menyewa mobil guna perjalanan pemain ke Malang  (did/ziz)




wah wah wah, kok bisa... 

UPDATE

Ternyata sudah berhasil dibujuk untuk kembali bertanding.. baguslah..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar