Selasa, 08 Maret 2011

Belum Digaji, Pemain Arema Dituding Ingkar Janji

Belum Digaji, Pemain Arema Dituding Ingkar Janji 


TEMPO Interaktif,Malang:Manajemen Arema Indonesia belum bisa membayarkan gaji sebulan seperti dipastikan pada Selasa (8/3) ini. Sebaliknya, manajemen menganggap, gagalnya pembayaran gaji sebagai akibat pemain sendiri yang mengingkari janji. Total gaji sebulan yang harus dibayarkan sekitar Rp 1.030.000.000.
Berita terkait

Juru bicara Arema, Sudarmaji, menjelaskan, Presiden Klub Arema Indonesia Rendra Kresna meminta maaf kepada tim pelatih dan para pemain untuk keterlambatan pembayaran gaji bulan Januari dan Februari. Permintaan maaf disampaikan Bupati Malang itu pada Kamis (3/3) pagi sehari usai tim Singo Edan dikalahkan tuan rumah Cerezo Osaka 1-2 di laga perdana Liga Champion Asia.

Menurut Sudarmaji, Rendra menyatakan sangat memahami hak-hak seluruh pemain, serta menjelaskan kesulitan-kesulitan yang dihadapi manajemen untuk memenuhi hak-hak pemain, terutama gaji. Kesulitan keuangan dicontohkan dengan susahnya mendapatkan sekitar Rp 600 juta untuk tur ke Osaka dan Papua. Sempat dibahas opsi pembayaran gaji saat pemain di Jayapura atau sepulang dari Wamena.

Permintaan maaf dan penjelasan Rendra diterima dan dimaklumi pemain. Pemain setuju gaji dibayar sepulang dari Wamena dan Rendra memastikan pembayaran gaji sebulan dilakukan pada 8 Maret ini. Sisanya diupayakan lunas pada akhir bulan yang sama.

“Pak Rendra itu sudah meminta maaf yang sebesar-besarnya sambil mempertaruhkan jabatannya sebagai bupati. ‘Kalau saya sampai bohong, pasti ada gejolak dari Aremania (suporter Arema)’. Pak Rendra sampai bilang begitu,” kata Sudarmaji kepada Tempo di Kantor Arema, Jalan Sultan Agung Nomor 9, Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Karena pemain sudah mantap menerima penjelasannya, Rendra meminta pemain harus berangkat ke Papua untuk meladeni Persipura Jayapura (Senin, 7/3) dan Persiwa Wamena (Kamis, 10/3). Pemain diminta untuk tidak mewujudkan ancaman mogok ke Papua. Pemain menyanggupinya. Namun, pada Kamis malam itu sebanyak 14 pemain malah pulang ke Malang alias batal ke Makassar—sebelum Jayapura. Rendra menganggap pemain telah ingkar janji.

“Padahal, Pak Rendra sudah jamin gaji pemain pasti dibayar. Jadinya, rencana pembayaran pada Selasa ini dibatalkan. ‘Berarti mereka sudah tidak percaya lagi pada saya. Buat apa gaji dibayarkan jika mereka sendiri ingkar janji, kecuali mereka langsung berangkat ke Papua.’ Pak Rendra bilang begitu karena sangat kecewa pada pemain yang ingkar janji. Setelah mogok, ada bahasa yang dipelintir seakan Pak Rendra yang ingkar janji,” kata bekas wartawan itu.

Manajemen sudah tak punya cara lagi untuk meyakinkan pemain meski manajemen sudah sangat transparan menjelaskan kondisi keuangan PT Arema Indonesia. “Kami hanya bisa sangat berharap pada hati nurani pemain untuk memahami kondisi manajemen dengan tetap menjaga semangat bermain.”

Asisten Manajer Arema Abriadi Muhara menambahkan, waktu di Osaka, ia menjanjikan pembayaran gaji dilakukan dalam dua pecan sepulang dari sana. Para pemain diminta bersabar karena manajemen sedang bekerja keras mencarikan duit untuk membayar gaji mereka.

Abriadi menyebutkan, Arema akan mendapatkan uang sponsor dari Axis Indonesia sekitar Rp 850 juta. Para pemain dan Aremania selama ini menyangka Axis sudah memberikan duit sponsor setelah kerjasama Arema-Axis diumumkan menjelang pertandingan kandang Arema melawan Persipura di Stadion Kanjuruhan, Minggu (6/2) malam, yang berakhir 1-0 untuk tim tuan rumah.

“Sore ini juga kami akan bertemu dengan pihak Axis. Sudah ada deal untuk pembayaran dana sponsorship dari mereka pada minggu depan. Itu masih ditambah dengan dana dari donatur sekitar Rp 2 miliar. Kami tetap berupaya keras dan kami harap pemain bisa memahaminya dan bersabar,” kata Abriadi.

Abriadi mengaku baru saja berkomunikasi dengan para pemain. Ia menyatakan para pemain bersedia ke Wamena. Pernyataan ini sekaligus menyangkal isu para pemain akan mogok ke kandang Persiwa.

Tiga pemain yang dikonfirmasi menyatakan membantah mereka telah ingkar janji sehingga jadwal pembayaran gaji meleset lagi. Menurut satu dari tiga pemain, selama ini manajemen justru sangat tidak transparan. Karena manajemen sering ingkar janji, wajar saja bila beberapa kali pemain Arema mogok latihan.

“Mereka mau bicara kalau sudah terjepit. Padahal, kami ini sudah bersabar dari dulu. Sabarnya sudah di luar batas kewajaran sebagai pemain profesional. Kami sudah buktikan punya komitmen dan loyalitas tinggi dalam kondisi apa pun. Mereka yang tidak profesional. Sedangkan kami tak bisa terus kerja bakti dan makan janji terus. Buktinya Aremania bisa memahami posisi kami,” kata sang pemain.

Selain gaji pemain, manajemen Arema belum membayar tiga bulan gaji karyawan

ABDI PURMONO


Sangat miris sekali berita ini, mereka para pemain profesional butuh gaji itu untuk menghidupi keluarga mereka, apa nggak mikir tuh manajemen???
Kita telat gajian satu hari aja udah pusing, tak bisa membayangkan saya jika hal itu terjadi pada saya !!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar